keuskupanatambua.org – Kegiatan animasi dan sosialisasi bahan katekese Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2018 Keuskupan Atambua, berlangsung hari Senin (12/02/2018), jam 09.30-12.30 Wita di Aula St. Dominikus Emaus. Kegiatan ini dihadiri para Pastor, Suster, Frater dan Dewan Pastoral Paroki se-Keuskupan Atambua.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu : Vos Amici Mei Estis, dilanjutkan dengan mengucapkan Visi – Misi Keuskupan Atambua dan mendaraskan bersama doa St. Fransiskus Asisi.

Visi Keuskupan Atambua: “Umat Allah Keuskupan Atambua semakin cerdas dan sejahtera dalam persahabatab kristiani”.

Misi Keuskupan Atambua: “Meningkatkan mutu hidup Umat melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan persekutuan hidup yang membebaskan”.

Keuskupan Atambua
Mgr. Dr. Domi Saku, Pr Memberikan Pengajaran Iman menjelang Masa Prapaskah (Photo: Yosef Hello)

Bapak Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr mengambil kesempatan ini untuk memberikan pengajaran iman kepada peserta. Pertama-tama Bapak Uskup menyentil garis besar surat Gembala Aksi Puasa Pembangunan tahun ini. Melalui surat Gembala yang akan diedarkan ke semua Paroki dalam wilayah Keuskupan Atambua, Bapak Uskup menarik perhatian peserta akan tujuh dosa pokok manusia yakni : superbia: kesombongan, avarita: ketamakan dan kelobaan, invidia: iri hati, dengki dan dendam kesumat, iracundia: amarah atau murka, luxuria: pesta pora dan kemabukan, pigritia: kemalasan, fornicatio: perzinahan, percabulan atau persekingkuhan. Tujuh dosa pokok ini menurut Bapak Uskup perlu mendapat perhatian dalam upacara tobat dan pengakuan pribadi selama masa Prapaskah.

Masalah pastoral lain yang urgen adalah: Berbagai tindakan yang melawan solidaritas sosial di keluarga, lingkungan dan masyarakat, tindakan melawan keutuhan dan keberlanjutan alam ciptaan, dosa-dosa dengan hukuman ekskomunikasi otomatis: perceraian di Pengadilan Negeri, abortus provokatus, pembunuhan, fitnah, penghinaan keji dan kekerasan dalam keluarga, komunitas, lingkungan dan masyarakat. Diperlukan pula pertimbangan arif para pastor dalam menangani masalah perkawinan.

Berkaitan dengan bahan katekese Aksi Puasa Pembangunan, Bapak Uskup mengaharapkan agar seluruh Umat baik anak-anak, orang muda dan orang dewasa di Sekolah, KUB dan Lingkungan terlibat aktif dan sadar, petugas pastoral perlu memiliki data baik kuantitatif maupun kualitatif tentang TKI-TKW, kerusakan alam ciptaan di KUB dan Lingkungan. Pengembangan potensi ekonomi umat menjadi fokus pelayanan pastoral Gereja.

Keuskupan Atambua
Para Pastor tampak Serius Mendengar Pengajaran Bapa Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr (Photo: Yosef Hello)

Pada akhir pembicaraan Bapak Uskup menyadarkan peserta bahwa kunci keberhasilan hidup yang lebih baik (key of success for better life) adalah: sikap baik (good attitude), pengetahuan mendalam dan meluas (good knowledge) dan keterampilan (good skill). Pelayan pastoral perlu berpikir besar dan cerdas, bertindak lokal untuk memajukan kehidupan Umat.

Selanjutnya sosialisasi bahan katekese Aksi Puasa Pembangunan oleh sekretaris eksekutif Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Atambua, RD. Hironimus Masu. Tema Nasional Aksi Puasa Pembangunan tahun ini : “Membangun Solidaritas Sosial Demi Keutuhan Ciptaan”. Tema ini dijabarkan dalam empat sub tema yakni: pertemuan pertama, Alam adalah ibu yang memberi kehidupan (Kej 1:26-31), kedua, Manusia bagian integral dari alam (Kej 2:15-20), ketiga, Dosa mengasingkan manusia dari alam (Kej 6:1-8) dan keempat, Membangun gerakan solidaritas sosial demi keutuhan ciptaan (Mat 25:31-46). Peserta mengikuti kegiatan ini dengan tekun dan antusias untuk melanjutkan di tingkat Paroki, demi peningkatan kesadaran Umat akan pentingnya membangun gerakan solidaritas sosial demi memelihara keutuhan ciptaan sesuai pesan Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (KPSE) Keuskupan Atambua. ***

Berita dari: RD. Bernard Bria, Pastor Rekan Paroki Santo Petrus Tukuneno.

Edit by: Admin Web KA (Tryles Neonnub)

SHARE