keuskupanatambua.org-Ketujuh Uskup Nusa Tenggara menandatangani pernyataan bersama Perpas XI Regio Nusra pada misa penutupan Perpas di alun-alun depan Keuskupan Atambua lalian Tolu, Jumat, 26 Juli 2019. Dokumen hasil perpas dibacakan oleh RD. Dr. Theodorus Asa Siri selaku Ketua Tim Perumus. Dokumen tersebut berisi 27 butir pernyataan yang didalamnya terdapat Strategi Pastoral Integratif terhadap Migran dan Perantau. Ada dua reksa pastoral yakni secara internal dan secara eksternal. Secara internal, para Uskup meminta agar Gereja Regio Nusra perlu mengadakan monev terhadap pelaksanaan hasil Perpas XI oleh Forum Komunikasi Puspas Nusra dengan mengefektifkan rapat kerja tahunan komisi KKP-PMP, membuat MoU pelayanan pastoral migran perantau antar keuskupan asal, transit dan tujuan migran perantau; dan menjadikan pastoral migran dan perantau sebagai bagian integral gerakan pembaruan kehidupan umat se-Nusra.

sedangkan secara eksternal, para Uskup mendorong pemerintah untuk membuat Perda tentang Ketenagakerjaan yang berkaitan dengan Migran dan Perantau; memperluas lapangan kerja dengan mempermudah serta memperlancar izin usaha; menambah dan mengefektifkan BLK, serta meminta lembaga-lembaga peduli Migran Perantau untuk meningkatkan kolaborasi dan pola kerja jejaring serta berbagi informasi tentang migran dan perantau.

Para Uskup Nusra juga menyadari peran kenabian mereka dalam suasana persaudaraan kristiani terpanggil untuk membentuk communio universal menuju kepenuhan dalam Kristus.***

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here