Renungan HR Kenaikan Tuhan

Melihat Juga Ke Bawah, Menengok Juga Ke Samping
Mrk. 16:15-20
Oleh: RD. Yudha Pramana

Ketika membaca bacaan Injil ini, saya sendiri merasa semua sudah jelas. Karena Yesus bicara langsung tanpa perumpamaan. Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tidak hanya itu, Ia pun menjanjikan tanda-tanda heran alias mujizat bagi orang-orang yang percaya. Bisa mengusir setan, berbicara bahasa baru, kebal racun, bisa menyembuhkan. Jelas dan sungguh mengagumkan.

Pertanyaan polos hadir di pikiran saya. Sudahkah kita menjadi percaya? Betul, bahkan kita telah dibaptis, rata-rata sejak lahir. Lalu sudahkah mengalami tanda-tanda itu, atau mujizat-mujizat lain? Mungkin ada yang sudah. Lantas bagaimana jika belum? Apakah mungkin Tuhan belum menyertai kita?

Lalu saya menatap ke langit bahkan seakan sampai di surga, ke tempat di mana Yesus telah naik ke sana. Mencoba bertanya-tanya, mengapa Tuhan tidak menyatakan Kerajaan-Nya secara langsung saja saat ini. Mengapa Yesus tidak bersabda saja dari surga supaya semua orang baik selamat dan semua orang jahat bertobat?

Saat itulah pesan bacaan pertama menghampiri saya, seperti malaikat yang menghampiri para rasul dan berkata, mengapa kamu masih berdiri melihat ke langit? Mengharapkan Yesus turun kembali? Bukankah Yesus sudah bersabda, engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktunya. Tidak usahlah sibuk dengan tanda-tanda itu, karena itu kuasa dan kehendak Allah. Tugas kita adalah mewartakan, dan biarlah Tuhan yang menggenapinya tanpa kita harus melihatnya. Bukan manusia, tapi Roh Kuduslah yang akan memungkinkan semua kuasa itu terjadi. Bukankah Yesus menyebut berbahagia mereka yang tidak melihat namun percaya?

Inilah tugas perutusan itu, bukan hanya untuk berbangga bisa melihat Yesus naik ke langit, tapi juga untuk kembali dan terus melihat ke bumi yang masih butuh kabar gembira. Bumi sekitar kita, beserta manusia yang masih harus terus dikuatkan iman, harapan dan cintanya. Bumi kita, rumah kita yang merindukan kesejukan, kedamaian, dan ketentraman sejati. Sudahkah ada di sana?

Kalau belum, maka mulailah melihat ke bawah, jangan hanya ke atas, mulailah menengok ke kiri, kanan dan belakang, jangan hanya melihat lurus ke depan. Yesus telah naik ke surga, kita belum, karena itu berdoalah dan berusalah, agar pada saatnya nanti kita naik ke sana juga.

 

Keuskupan AtambuaRD. Yudha Pramana – pastor rekan paroki Lurasik

SHARE