keuskupanatambua.org – Diawal bulan Februari, Pusat Pastoral Keuskupan Atambua melakukan sebuah kegiatan yang sangat penting bagi para Sekretaris Paroki. Diklat Administrasi dan Kesekretariatan bagi para Sekretaris Paroki se-Keuskupan Atambua. Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari (1—3 Februari) di Emaus Pastoral Center (EPC), Atambua.

Sebanyak 52 peserta dari dari total 61 Paroki yang ada di Keuskupan Atambua mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini diawali dengan Misa Pembuka yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Atambua, RP. Vinsensius Wun, SVD.

Keuskupan Atambua
Vikjen Keuskupan Atambua Memberi Homili pada Misa Pembukaan Diklat Sekretaris Paroki (Photo: Tryles Neonnub)

Dalam Homili yang diambil dari bacaan hari ini, (1/2) kisah injil Markus 6 :7-13, Pater Vikjen mengungkapkan; Banyak orang menilai dirinya sehat dan tidak sakit. Apakah benar? Yang benar kita semua adalah orang sakit. Ada yang secara fisik kita melihat bahwa kita sakit. Sakit yag kelihatan. Tapi ada penyakit yang tidak kelihatan. Penyakit yang tidak kelihatan itu akan nampak saat kita berkomunikasi dengan orang lain. Sikap seperti tukang marah, tukang maki, tukang cemburu, tungkang curi dll. Penyakit ini yang kita namakan penyakit kejiwaan.

Berkaitan dengan kesembuhan dari Yesus, dari kita dibutuhkan sikap tertentu. Sikap itu adalah sebagai berikut:

1. Ketulusan hati: orang harus miliki sikap yang tulus untuk mengikuti nasihat Yesus dalam hal pengampunan penuh kasih. Bukan mengikuti sikap duniawi yang penuh kebencian, dendam, cemburu dan lain sebagainya.

2. Kerendahan hati: Sikap ini dibutuhkan untuk setiap orang agar dapat menyadari bahwa ia belum sempurna dan butuh kehadiran Tuhan yang menyembuhkan.
Dari kekuatan sendir kita tidak mampu menyembuhkan diri kita sendiri.

3. Buatlah keputusan: bahwa saya mau bersatu dengan yesus- menyerahkan diri kepada Yesus dan ia akan memberikan kesembuhan yang dashyat.

4. Mohonlah pada Yesus untuk pengampunan dan penyembuhan. Setiap orang yang eminta akan mendapat. Kita perlu meminta pengampunan dan menyadari pengampunan dari Tuhan sehingga kitapun nanti bisa berbagi pengampunan kepada orang lain dalam kebersamaan kita.

5. Nantikan penuh iman bahwa Tuhan akan bertindak. Ketika Tuhan menyatakan: “Aku telah mengalahkan dunia” ia pemenang. Maka setiap kita yang percaya kepadanya danmenyerahkan semua persoalan kepada-Nya kita adalah pemenang. Ia menutun Salus – menghambat perkembangan orang kristen perdana menjadi Paulus yang berkeliling sebagai misionaris untuk daerah kafir. Pegawai Pajak Matheus dan Zakeus disembuhkan menjadi murid Tuhan dan rela berbagi walaupun sebelum lebih suka mengupulkan untuk diri sendiri.

Di akhir homilinya, Pater Vikjen menyampaikan pesan kepada para Sekretaris paroki agar perlu membuka diri untuk disembuhkan Tuhan Yesus agar pelayanan kita kepada umat bisa sungguh menyembuhkan umat yang kita layani. Dalam pelatihan ini apabila ada hal hal yang sudah kita jalankan dengan baik semoga dengan pelatihan ini kita dapat meningkatkan lagi demi kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama kita.***

Admin Web Keuskupan Atambua (Tryles Neonnub)

SHARE

2 COMMENTS

Comments are closed.