Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • SURAT GEMBALA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ekologi Media dan Pentingnya Kesadaran Subjektif
  • Uskup Atambua Beri Rekoleksi untuk Ratusan Pelajar di Dekenat Mena
  • Dukung Kiprah Ekologi, Penjabat Desa Oepuah Utara Bersama Perangkat Tanam Anakan di Area Sumber Air
  • Rekoleksi Kategorial Hari Pertama di Dekenat Mena, Uskup Atambua beri Renungan Mimbar Hingga Aksi Nyata Hambur Bibit
  • Direktur Pendidikan Katolik Tutup Kegiatan Revisi dan Penyusunan Buku SMAK
  • Direktur Pendidikan Katolik Dorong Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Deep Learning
  • Temui para Guru SMAK, Staf Khusus Menteri Agama Tegaskan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi sebagai Haluan Baru Pendidikan Beragama
  • Dirjen Bimas Katolik Tekankan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi dalam Revisi dan Penyusunan Buku SMAK
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • SURAT GEMBALA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Opini»Orang Muda Katolik dalam Semangat Sinodalitas
Opini

Orang Muda Katolik dalam Semangat Sinodalitas

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaJanuary 16, 2024No Comments203 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Cinta

Cinta memiliki dimensi teologis. Dimensi itu ialah berkorban tanpa tanya dan total tanpa protes. Orang-orang yang memiliki cinta seperti ini, ia terhindar dari diskualifikasi dan disorientasi.

Memang benar! Begitu indah curah pikir Paus Benediktus XVI dalam Ensiklik Caritas in Veritate (Ensikliknya yang ketiga) tentang kasih.

Kasih

Tepatnya, Paus Benediktus XVI mendefinisikan kasih sebagai peluang dan cara partisipatif dimana inisiatif menempati letak utama untuk melakukan perbuatan berbagi dan berkorban sebagai kebajikan.

Penegasan Paus Benediktus XVI tentang kasih meletak dasar bagi Paus Fransiskus dalam perenungan tentang Sinodalitas.

Kasih dan Sinodalitas

Kasih sesungguhnya merupakan tanda bahwa sinodalitas ialah yang utama. Sinodalitas ialah peringatan bahwa kasih haruslah merupakan dasarnya. Mengapa? Sebab tanpa kasih, sinodalitas akan kehilangan ciri trinitaris, dan tanpa sinodalitas, kasih akan kehilangan sumbernya, sebab Allah adalah kasih dan kasih Allah ialah kasih persekutuan – berciri sinodal (sinodalitas).

Sinodalitas

Sinodalitas berarti berjalan bersama; bekerja bersama (bersama-sama). Berjalan dan bekerja bersama menunjuk pada adanya persekutuan. Persekutuan mensyaratkan persaudaraan.

Communio, Participatio dan Missio

Sinodalitas memiliki kerangka dasarnya. Kerangka itu ialah communio, participatio dan missio. Communio merupakan landasan bagi participatio. Participatio merupakan landasan bagi missio. Dengan demikian, missio hanya dapat berarti apabila participatio digerakkan oleh semangat communio.

Communio dan Missio

Dalam communio, missio mendapatkan sumbernya. Demi communio pula, missio mengarahkan tujuannya. Singkat kata; missio bersumber dari communio dan tertuju untuk mempertahankan communio.

Participatio dan Missio

Participatio memberi unsur faktual dan daya tahan bagi missio. Missio bertahan dalam participatio. Missio (misi) berarti berpartisipasi atau turut aktif dalam karya pelayanan. Misi tanpa partisipasi, hanya akan menjadi diskusi semata. Partisipasi tanpa misi akan terjebak dalam lingkaran formalisme.

Sinodalitas dan Kaum Muda

Telah kita bahas sinodalitas sebagai semangat persekutuan. Yang paling mendalam dari sinodalitas ialah ciri khas trinitarisnya. Maksudnya ialah semangat persekutuan dalam terang teologi katolik, ditemukan dalam hubungan kasih antara Bapa, Putera dan Roh Kudus.

Sinodalitas sangat penting bagi Orang Muda Katolik (OMK) atau biasa disebut kaum muda. Pentingnya tidak sekedar pada unsur kognitif. Kontribusi sinodalitas bagi kaum muda berupa daya tahan apabila kaum muda benar-benar menghayati semangat persekutuan sebagai wujud nyata beriman.

Orang Muda Katolik menemukan jati diri dalam berbagai kegiatan gerejawi. Namun, perlu dikritisi bahwa situasi euforia dalam kegiatan-kegiatan, tetap merupakan catatan merah, selama kegiatan yang terlaksana itu, pusat geraknya bukan karena dan berasal dari kesadaran akan pentingnya sinodalitas.

Paus Yohanes Paulus II pernah mengatakan, melalui diri orang muda dan dalam segala kemudaannya, Allah menaruh cinta dan mengatakan Diri bahwa segala sesuatu perlu dikerjakan dengan perspektif masa depan, bahwa perjalanan masih jauh ke depan, dan karena itu sangat membutuhkan komitmen dan konsentrasi.

Apa yang dikatakan Paus Yohanes Paulus II, sebetulnya merupakan dasar bagi participatio, bahwa partisipasi butuh komitmen dan konsentrasi. Banyak orang muda tak selesai masa depannya karena tidak komitmen. Banyak pula tergeser dari peredaran kualitas karena tidak konsentrasi.

Orang Muda Katolik merupakan suatu fakta sinodal. Mengapa? karena status kemudaannya menunjukkan bahwa ia tidak sendiri, dan karena itu hidup bersama orang lain merupakan suatu panggilan baginya.

Melalui kemudaan, Allah akan segera meletakkan sinodalitas baginya, karena dalam situasi kemudaan, sesungguhnya, sinodalitas dapat bercahaya.

Kita belajar dari Yeremia, tentang bagaimana Allah memanggilnya sembari mengaruniakan kepadanya kesanggupan dengan misi, yang tidak lain dan tidak bukan ialah menjaga dan merawat umat kesayangan Allah. Inilah sesungguhnya yang kita sebut sinodalitas.

Orang Muda Katolik dapat belajar bahwa Allah memang merupakan Allah yang sinodal. Itulah sebabnya, mengapa Orang Muda Katolik harus selalu bersama dan bersama-sama senantiasa dalam setiap rencana, kegiatan dan evaluasi.

Oleh RD. Yudel Neno

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ekologi Media dan Pentingnya Kesadaran Subjektif

December 12, 2025

ELEMEN ESTETIKA DAN PENJIWAAN DALAM RAGAM TRADISI MUSIK – Catatan ke-2 untuk Konser Musik Trans Timor Barat

November 12, 2025

MUSIK SEBAGAI KATHARSIS – PENGALAMAN ESTETIS DALAM KONSER Calpestando La Terra – Sostenendo il Cielo

November 11, 2025

July 4, 2025

Rukun Bersama Saudara: Jalan Menuju Berkat dan Martabat dalam Dialog Antaragama

July 2, 2025

Partisipasi Umat Katolik dalam Kegiatan Gerejawi dan Berbagai Tingkatannya-

May 27, 2025

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Ekologi Media dan Pentingnya Kesadaran Subjektif

December 12, 2025

Uskup Atambua Beri Rekoleksi untuk Ratusan Pelajar di Dekenat Mena

December 10, 2025

Dukung Kiprah Ekologi, Penjabat Desa Oepuah Utara Bersama Perangkat Tanam Anakan di Area Sumber Air

December 9, 2025

Rekoleksi Kategorial Hari Pertama di Dekenat Mena, Uskup Atambua beri Renungan Mimbar Hingga Aksi Nyata Hambur Bibit

December 9, 2025

Direktur Pendidikan Katolik Tutup Kegiatan Revisi dan Penyusunan Buku SMAK

December 2, 2025

Direktur Pendidikan Katolik Dorong Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Deep Learning

December 1, 2025
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2025 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?