keuskupanatambua.org,- Hari ini Selasa (22/12-2020) bertepatan dengan hari Ibu sedunia, para staf pusat pastoral keuskupan Atambua mengadakan rekoleksi persiapan Natal bersama. Renungan dibawakan oleh Fr. Redemptus (Redy) Tefa, Pr dengan judul: “Mereka akan Menamakan-Nya Immanuel” (Matius:1-23). Menurut putera kelahiran Oinlasi ini, Perayaan Natal menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Kristiani di seluruh dunia, tak terkecuali di kita sini Indonesia. Natal adalah perayaan imani Allah menjadi manusia¬† kita berjuang dan Allah masuk kedalam dunia ini menjadi manusia untuk berjuang bersama kita. Ia datang ke dunia untuk memberi kekuatan bagi kita manusia bahwa perjuangan manusia di dunia tidaklah sia-sia.¬† Berbeda dari biasanya, perayaan Natal tahun 2020 digelar di tengah situasi pandemi Covid-19. Tentu, ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan sesuai ketentuan pencegahan Covid-19.

Sebagian staf Puspas bersama Vikjen pada suatu kesempatan

Lebih lanjut, anak dari pasangan Filipus Tefa dan Lebrina Tahun mengatakan, peristiwa Natal tahun ini diharapkan bisa mengingatkan orang Kristen tentang penggenapan nubuat akan kedatangan sang Mesias yang dalam Perjanjian Lama banyak disampaikan oleh Para Nabi. Walaupun masih berjuang menghadapi pandemi, termasuk ketika Gereja-gereja masih menutup pintu untuk ibadah secara langsung, perayaan Natal 2020 diharapkan tetap bisa berlangsung dengan sukacita dan penuh harapan.

Setelah Fr. Redy menyampaikan renungan, dilanjutkan dengan syering pengalaman tentang makna kehadiran Emanuel di tengah masa pandemi covid-19. Setiap orang menyampaikan syeringnya. Dimulai dengan Sr. Fridolin Teme SSpS, Ketua Komisi Keluarga KA. Beliau mensyeringkan bagaimana ia berusaha menjalankan pastoral keluarga di tengah pandemi covid-19. Selanjutnya beberapa staf menyampaikan syering. Namun syering yang paling menyentuh datang dari katekis¬† Gregorius Am’isa. Beliau sambil berlinang air mata yang memancing teman yang lain pun menggugurkan air mata, ketika beliau mensyeringkan pengalamannya seputar kelahiran seorang anak manusia, bertepatan juga dengan hari Ibu. Itulah suka duka pengalaman pastoral sebagai katekis.

Rekoleksi diakhiri dengan pengakuan dosa secara pribadi dilayani oleh Pater Vincentius Wun SVD sebagai PLH Puspas KA. ***Sekum

Fr. Redy Tefa: “Mereka akan menamakanNya Emanuel”

Diedit oleh Yosef M.L. Hello

 

 

SHARE