Paroki Santo Yosef Manamas

Pastor Kepala Paroki : RD. Leonardus Nahas
Pastor Rekan : RD. Martinus Nahak

keuskupanatambua.org – Sebelum tahun 1916 sudah ada misionaris yang berpatroli ke wilayah Manamas sehingga pada 1 Oktober 1916 didirikan sebuah Sekolah Dasar Katolik di Manamas dengan nama SDK Manamas. Pada 19 Mei 1919 Pastor Vestralen SVD mempermandikan 18 orang pertama di Manamas. Mereka adalah kepala-kepala suku yang ada di wilayah kevetoran Manamas yaitu Manamas, Benus, Bakitolas, Nelu dan Sunsea.

Keuskupan Atambua
Tampak Depan Gereja Santo Yosef Manamas (Photo: Tryles Neonnub)

Dari tahun 1919-1930 wilayah Manamas ini dilayani oleh beberapa pastor asistensi yaitu P. Arnoldus Verstralen, SVD; P. M. Seucu, SVD; P. Y. Smith, SVD dan P.A. Baun, SVD. Dari tahun 1919-1925 pastor datang patroli ke wilayah ini setahun sekali. Sedangkan mulai 1926-1930 pelayanan ditingkatkan menjadi setahun 2 atau 3 kali. Pada bulan Oktober 1930 Manamas sudah menjadi sebuah stasi dari Paroki Maubesi yang secara tetap dilayani oleh Pastor A. Van Haren, SVD sampai dengan Oktober 1939.

Pada Oktober 1939 – Juni 1940 Pastor W. Wolterboer, SVD menggantikan Pastor A.V. Haren, SVD, dan November 1940 – Mei 1949 oleh P. P. Koning SVD. Juni 1945 – November 1954 oleh P. Lichhart, SVD. Desember 1954 – Maret 1956, P. Th. De Boer, SVD. April 1956 – Juni 1957 datang P. R. J. Risse SVD. Juli 1957 – Mei 1963 P. Paul Gootee, SVD menggantikan, dan Juni 1963 – Juli 1964 oleh P. Antonius Frey, SVD.

Pada 1 Oktober 1964 Stasi Manamas menjadi paroki dengan pelindung Santo Yosef, Suami Maria. Wilayahnya meliputi Manamas, Benus, Bakitolas, Nelu, Sunsea, Fatumtasa, Manufonu, Wini dan Oekolo. Lingkungan Mausak/Fatupapan baru bergabung pada tahun 1986. Pastor paroki pertama adalah P. S. Karel, SVD.

Pada 3 Maret 1968 pastoran Manamas yang masih sederhana terbakar hangus sementara P. S. Karel SVD berpatroli ke Nelu. Pelayan pastor, bapak Frans Borgias Fallo berupaya selamatkan buku-buku induk permandian, sementara dokumen-dokumen perkawinan (nomor 1-654), buku Krisma (tanggal 3, 15, 17, 19 Oktober 1966 di Manamas, Mena, Wini dan Liatoti) ludes dimakan api.

Pada 26 Agustus 1970 gedung gereja pertama ditahbiskan oleh Mgr. Theodorus Van den Tilaart, SVD.

Keuskupan Atambua
Dokumen Tahbisan Gereja Manamas (Re-Created by; Tryles Neonnub)

Juni 1972 P. S. Kaller, SVD diganti oleh P. Dashbach SVD. Pater Dashbach bertugas hingga Desember 1978. Beliau dikenal sebagai pastor pencinta lingkungan hidup. Ia menanam banyak pohon beringin di sekitar gereja. Januari 1979 Rm. Emanuel Bere Damian, Pr alias Rm. Ebed menggantikan Pastor Dashbach, SVD. Rm. Ebed berhasil mendirikan SMPK St. Gregorius Agung Manamas. Agustus 1988, P. Paul Gootee, SVD menggantikan Rm. Ebed. Pater Gootee dibantu RD. Leonardus Bria yang kemudian meninggalkan imamat. Mulai Juni 1988-Maret 1989 paroki ini dilayani sementara oleh Penjabat Deken TTU, RD. Paulus Nahak I yang dibantu oleh RD. Maksi Alo Bria dan RD. Pius Nahak. April 1989 RD. Paulus Klau menjadi pastor paroki Manamas, namun karena sakit mata maka kemudian ditarik kembali ke Keuskupan, sehingga paroki ini dilayani oleh RD. Paulus Nahak I, RD. Maxi Alo Bria, RD. Pius Nahak dan Fr. Baltasar Seran (kini RD. Baltasar Seran) secara bergantian.

Pada 3 Mei 1991 – Desember 1997, RD. Stefanus Bria mulai bertugas di Manamas, dibantu oleh Diakon Hendrikus Hale, Pr yang kemudian setelah ditahbiskan, ditempatkan lagi sebagai pastor rekan di paroki Manamas. Pada Desember 1997 sampai Oktober 1999, RP. Ignatius Olin, SVD menjadi Pastor Paroki Manamas dan dibantu oleh RD. Yeremias Seran. Oktober 1999 – Oktober 2003 RD. Yeremias Seran diangkat sebagai pastor administrator paroki ini. Selama bertugas RD. Yerem berhasil membuka dua buah tambak ikan untuk paroki ini di Temkuna dan Sisali di wilayah paroki Wini saat ini. Selain itu RD. Yeremias juga berhasil membangun gedung gereja paroki Manamas yang ditahbiskan oleh Mgr. Anton Pain Ratu SVD pada 20 September 2002.

Pada Oktober 2003, RD. Maksimus Sikone Pakaenoni diangkat sebagai Pastor Administrator menggantikan RD. Yeremias. Pada saat yang sama RD. Yohanes Faentaono diangkat sebagai pastor rekan paroki ini hingga Oktober 2005. Ia lalu digantikan oleh RD. Fransiskus D. Sales Mea Teku dengan Frater TOPnya adalah Fr. Yulius Celsus Nesi (kini RD. Yulius Celsus Nesi). RD. Maksimus Sikone bertugas di paroki Manamas sampai dengan Mei 2006.

Pada 6 Juni 2006 RD. Leonardus Nahas menjadi pastor paroki menggantikan RD. Maksi Sikone. RD. Leo dibantu oleh RD. Fransiskus D. Sales Mea Teku sampai dengan April 2007 dipindahkan ke Maubam sebagai pastor administrator. Fr. TOP waktu itu adalah Fr. Robi Hale (ex).Pada Desember 2007 – Januari 2009 RP. Meinolfus Mite, SVD menjadi Pastor Administrator menggantikan RD. Leonardus Nahas yang ditugaskan untuk kursus pastoral Kitab Suci di Nemi Roma – Italia. Dan RD. Alfonsius Leki diangkat sebagai pastor rekan. Pada 10 Januari 2009, RD. Leonardus Nahas diangkat kembali sebagai pastor paroki setelah kembali dari Nemi-Roma-Italia, menggantikan RP. Meinolfus Mite SVD dan pastor rekan masih RD. Alfonsus Leki hingga Maret 2009 dipindahkan ke Betun. Frater TOPnya adalah Fr. Marianus Halek yang sudah menjadi imam (Alm).

Keuskupan Atambua
Gereja Manamas Kini Setelah Direnovasi dan Ditahbiskan Tahun 2002 lalu (Photo: Tryles Neonnub)

Keadaan Paroki berdasarkan statistik tahun 2013, jumlah umat sebanyak 3.254 jiwa, yang terdiri dari 822 KK, 4 stasi, 19 Lingkungan dan 63 Komunitas Umat Basis. Tanah paroki diperoleh dari suku-suku: Sasi Leni, Bana Taeki, Emanuel Hunu, Ferdinandus Bene, Andreas Falo dan Suku Bana. Status tanah bersertifikat dengan batas-batas paroki: Bagian Utara dengan paroki Wini; Bagian Selatan, dengan paroki Fafinesu; bagian Timur dengan Mena; Bagian Baratdengan paroki Bakitolas.

Pada Juni 2003 para suster SND tiba dan berkarya di paroki Manamas. Mereka membantu di bidang pendidikan dan kesehatan. Sekolah-sekolah yang ada di Paroki Manamas antara lain 3 PAUD: 1 milik SND dan 2 lainnya milik masya-rakat; 4 buah Sekolah Dasar (SD): 3 milik Yaperna dan 1 Negeri; ada 2 SMP, 1 Yaperna dan 1 Negeri; dan 1 SLTA Negeri.
DPP/DKP dan Panggilan

Sejak berdirinya Paroki Manamas, mereka yang telah bertugas sebagai DPP dan DKP adalah Yohanes Lelan Meko; Petrus Tae Kolo; Antonius Taol Meko; Marselinus Tebi; Yoseph Meko; Fransiskus Siku; Alexander Kau; Antonius Lasi dan Dominikus Tasaeb, SPd.

Para Imam dan biarawan-biarawati asal Paroki Manamas yang telah berkarya antara lain: Br. Nikolas Meko, SVD; RP. Fridus Meko, SVD; RP. Yoseph Taçain, SVD; RP. Yonatas Hunu, SVD; RP. Tomy Lasi, SVD; RD. Kristoforus Oki, Pr; Sr. Maria Yosefa, SSpS; Sr. Yohana Elu, SSpS; Sr. Yohana Teme, SSpS; Sr. Agnes Loasana RVM; Sr. Emirenciana Elu PRR; Sr. Marce-lina Teme OSU; Sr. Gradiana Koa SFSc; Sr. Yovita Kolo, PSM; Sr. Maria Suni Teme, Lambung Kudus; Sr. Bernadeta Meko SSpS; Sr. Venidora Sau Tonbesi, SND; Sr. Matilda Teme, PM; Sr. Florensia Keno OSU; Sr. Agusta Desantos Sani Teme, Lambung Kudus; Sr. Yohana Kolo, Alma; Sr. Yovita Teme, Alma; dan Sr. Yovita Koa, SFC.***RD. Leonardus Nahas

Sumber:

Ziarah Pastoral Keuskupan Atambua dari Masa ke Masa (1938-2015), Yosef M.L. Hello, S.Pd, M.Hum.

Diedit oleh Admin Web Keuskupan Atambua (Tryles Neonnub)

SHARE