Paroki Santa Maria Bunda Penebus Umanen-Fatuketi

Pastor Kepala Paroki : RD. Crisantus Lake
Pastor Rekanan : RD. Paulus Luan & RD. Alfons Leki

keuskupanatambua.org – Pertumbuhan dan perkembangan iman umat Katolik dari waktu ke waktu sangat pesat sebagai sebuah gereja lokal. Fenomena ini dialami juga oleh umat Katolik Stasi Fatuketi pada waktu itu. Selain hal-hal positif dari perkembangan iman itu, ada pula gejala negatif yang tumbuh sebagai sebuah hambatan/tantangan dari pertumbuhan gereja tersebut. Merosotnya nilai-nilai iman/moral yang dialami oleh umat Stasi Fatuketi saat itu ditandai dengan pelbagai kenyataan sosial yang bernuansa negatif seperti masih maraknya tempat-tempat prostitusi, perjudian, kawin campur, ‘kumpul kebo’ dan lain-lain. Selain hal-hal tersebut, kesadaran umat dalam hidup menggereja masih menjadi persoalan utama. Umat belum merasa bahwa kebutuhan hidup rohani menjadi kebutuhan utama sehingga kegiatan-kegiatan gerejawi tidak/kurang mendapat perhatian dan dilaksanakan sebagai seorang Katolik sejati.

Keuskupan Atambua
Gereja Paroki Santa Maria Bunda Penebus Umanen – Fatuketi ( Photo: Tryles Neonnub)

Berdasarkan kenyataan di atas, maka perlu dibangun sebuah stasi di wilayah Fatuketi untuk menjawab persoalan iman/moral melalui pendekatan pastoral yang lebih tepat sasar dan lebih berdaya guna. Maka pada tahun 1974 tercetuslah ide untuk mendirikan Stasi Fatuketi oleh beberapa imam/ pastor seperti: Pater De Boer, SVD (†), P. Lalawar SVD (†), Rm. Alex Seran, Pr, (†), P. Yustus Asa, SVD, P. Anton Riberu, SVD, P. Yakobus Bura, SVD, Rm. Paulus Klau, Pr, P. Alex Magu, SVD, P. Roger Risse, SVD dan P. Niko Buku, SVD.
Atas praskarsa P. Roger Risse, SVD maka bantuan dana untuk membangun Gereja Stasi Fatuketi diperoleh dari seorang Janda dari Jerman (donatur) untuk mendirikan kapela/gereja. Setelah mendapat sumbangan dana, beberapa tokoh umat membentuk panitia pelaksana pembangunan Gereja Stasi Fatuketi yang diketuai Bpk. Goris Pareira dan Ketua Penasehat Bpk. Yosef Hale Bone (†).

Ide pendirian Gereja Stasi Fatuketi mendapat apresiasi dari seluruh umat di Umanen-Fatuketi. Sebagai bukti nyata, umat Stasi Umanen-Fatuketi dan umat Tuntuni menyerahkan tanah seluas 5.800 m² melalui Bpk. Yoseph Hale Bone (†) selaku sesepuh adat pada waktu itu bersama para ketua adat lainnya.

Pada 5 Mei 1987 dilakukan peletakkan batu pertama pembangunan Gereja Stasi Fatuketi oleh Uskup Atambua dan selanjutnya pembangunan gereja oleh panitia yang diketuai Bpk. Gregorius Pareira dan pengawas bidang teknisnya Br. Gebhard, SVD. Tahun 1989 Gereja Stasi Fatuketi selesai dibangun dan P. Niko Buku, SVD ditunjuk oleh Uskup Atambua sebagai Pastor Stasi Fatuketi. Gereja Stasi Fatuketi dikonstruksi di atas 12 tiang yang melambangkan 12 suku di wilayah Umanen-Fatuketi, yaitu Suku Lawalu; Suku Makluli Fahi; Suku Amareo; Suku Bauwai; Suku Matabesi; Suku Mahein Lulik; Suku Klokes; Suku Bai Halek; Suku Mane Walu; Suku Makluli Manu; Suku Bua’ahan; dan Suku Mota ulun.

Pada awal berdirinya, Stasi Fatuketi memiliki 3 lingkungan yakni Lingkungan Tuntuni, Lingkungan Sesekoe dan Lingkungan Wekatimun. Stasi Fatuketi memiliki tiga masa/periode Dewan Pastoral Stasi (DPS) yang dapat diurutkan sebagai berikut: tahun (1989-1994) diketuai oleh Bpk. Frans Manek (†), tahun (1994-2001) diketuai oleh Bpk. Goris Pareira dan tahun (2001-2002) diketuai oleh Bpk. Blasius Manek.

Pada saat RP. Niko Buku, SVD menjabat sebagai pastor stasi, telah diadakan beberapa kegiatan sosial gerejawi yang menonjol dan mendapat perhatian yang serius seperti di bidang peternakan yakni Paronisasi (Penggemukan Sapi) yang diberikan kepada keluarga-keluarga kurang mampu untuk membantu biaya pendidikan sekolah bagi anak-anak mereka. Selain itu ada pula kegiatan di bidang pembinaan iman berupa Kursus Rumah Tangga di Betun dan Lahurus dengan mengirimkan beberapa utusan dari Stasi Umanen.
Pada 18 September 1990 Uskup Atambua Mgr. Anton Pain Ratu, SVD memberkati Gereja/Kapela Fatuketi dengan berpelindungkan Santa Maria Bunda Penebus. Pemberkatan dirayakan dalam sebuah perayaan ekaristi bersama para Uskup se-NUSRA dan sejumlah besar umat Stasi Fatuketi. Nama pelindung ini pemberian nama dari donaturnya yakni seorang Ibu Janda dari Jerman.

Keuskupan Atambua
Taman Doa di Halaman Gereja Santa Maria Bunda Penebus Umanen – Fatuketi (Photo: Tryles Neonnub)

Tahap demi tahap dalam proses perjalanan menjadi sebuah gereja berdikari/mandiri sudah dilalui. Perjalanan itu masih diwarnai adanya gejolak-gejolak yang muncul sebagai tantangan/hambatan. Namun umat Umanen-Fatuketi menganggap itu sebagai suatu proses pendewasaan untuk menjadi paroki yang mandiri. Masalah-masalah sosial yang menjadi sorotan utama Keuskupan Atambua dapat menjadi fokus perhatian dan pembinaan iman umat di Stasi Fatuketi. Sesekoe yang dulu dikenal sebagai ‘lembah yang kelam’ mulai berbenah diri menjadi Sesekoe yang membawa sejuta harapan di tengah-tengah kegersangan iman. Di lain pihak mobilisasi umat (Pertambahan penduduk/Umat Katolik) dari waktu ke waktu cukup signifikan sehingga menjadi parameter dalam membangun sebuah paroki.

Di sisi lain, kedewasaan iman dan kemandirian umat dalam hidup menggereja menjadi nilai tambah untuk diperhitungkan menjadi sebuah paroki. Maka atas dasar alasan-alasan inilah, umat Stasi Umanen-Fatuketi merasa pantas dan layak dapat berdiri sendiri sebagai sebuah paroki. Dengan semboyan ‘3 M’: Mandiri Iman, Mandiri Kerja dan Mandiri Uang maka pada 9 Juni 2002, Stasi Santa Maria Bunda Penebus Fatuketi diresmikan menjadi Paroki Santa Maria Bunda Penebus Umanen-Fatuketi dengan RD. Mateus Do Rosario Da Cruz sebagai Pastor Paroki I (9 Juni 2002-11 Juni 2006). Beliau dibantu oleh RD. Theodorus Asa Siri sebagai Pastor Rekan (2001-2002). RD. Theodorus Asa Siri kemudian dikirim untuk melanjutkan studi sehingga beliau diganti oleh RD. Emanuel Usboko (2002-2006).

Pada 11 Juni 2006 terjadi pergantian Pastor Paroki dari RD. Mateus Do Rosario Da Cruz kepada RD. Crisantus Lake. Dalam menjalankan tugas pelayanan, RD. Cris dibantu RD. Emanuel Usboko sebagai Pastor Rekan (2006-Mei 2008). Lalu RD. Emanuel Fkun sebagai Pastor Rekan (28 Agustus 2010-Juni 2014) dan RD. Paulus Luan (2014). Pada Desember 2015, RD. Alfonsus Leki dipindahkan dari Paroki Weluli dan menjadi Pastor Rekan Paroki Umanen/ Fatuketi.
Sejak Paroki Umanen berdiri telah berlangsung empat periode Dewan Pastoral Paroki dan Dewan Keuangan Paroki, yakni:

Periode 2003-2006: Ketua I DPP: Robertus Bere, SKM., M.Kes; Ketua II DPP: Benediktus Hale SH; Ketua III DPP: Dra. Yohaneta Mesak; dan Ketua DKP: Drs. Kornelis Besin.
Periode 2006-2009: Ketua I DPP: Robertus Bere, SKM., M.Kes; Ketua II DPP: Benediktus Hale SH; Ketua III DPP: Dra. Yohaneta Mesak; dan Ketua DKP: Drs. Kornelis Besin.
Periode 2009-2012: Ketua I DPP: Robertus Bere, SKM., M.Kes; Ketua II DPP: Benediktus Hale, SH; Ketua III DPP: Abdon Manek; dan Wakil Ketua DKP: Yoseph Maku.
Periode 2012– sekarang: Ketua I DPP: Robertus Bere, SKM., M.Kes; Ketua II DPP: Amandus Linci, S.Pt; Ketua III DPP: Benedictus J. Hale, SH; dan Wakil Ketua DKP: Dra. Yohaneta Mesakh, MM.

Berdasarkan data statistik tahun 2014 jumlah umat Paroki Bunda Penebus Umanen sebanyak 5.219 jiwa, yang terdiri dari 1.082 kepala keluarga. Adapun Batas-batas wilayah paroki Umanen/Fatuketi sebagai berikut: Utara berbatasan dengan Paroki Santo Yohanes Pemandi Haliwen; Selatan berbatasan dengan Paroki Santo Petrus Tukuneno; Timur berbatasan dengan Paroki Katedral Atambua; dan Barat ber-batasan dengan Paroki Stella Maris Atapupu.

Kini di Paroki Umanen sudah ada sebuah tarekat suster yakni FCJM yang masuk dan tinggal di wilayah paroki sejak Maret 2004. Karya-karyanya adalah Pendidikan, Pusat Rehabilitasi Hidup Baru (Cacat Fisik) dan Pastoral. Sekolah-sekolah yang ada dalam wilayah Paroki Santa Maria Bunda Penebus, Umanen berupa: Taman Kanak-Kanak, 1 buah (TK Asisi, milik Kongregasi FCJM); Sekolah Dasar, tiga buah yakni SDK Sesekoe, SDI Wekatimun dan SDN Onoboi. Ada sebuah SMP Negeri yakni SMPN Umanen dan SMA Kamelin milik Yayasan Pendidikan Kalimor.

Keuskupan Atambua
Taman Doa yang Sangat Asri di Halaman Gereja Umanen – Fatuketi (Photo: Tryles Neonnub)

Saat ini paroki Umanen-Fatuketi sudah memiliki sebuah Taman Doa yang sangat asri. Keberadaan taman doa ini sengaja dibuat untuk meningkatkan kehidupan iman umat. Kelompok-kelompok kategorial seperti Legio Mariae, THS-THM juga OMK selalu memanfaatkan Taman Doa ini untuk kegiatan rohani mereka. ***Rm. Crisantus Lake, Pr dan DPP.

 

Sumber:

Ziarah Pastoral Keuskupan Atambua dari Masa ke Masa (1938-2015), Yosef M.L. Hello, S.Pd, M.Hum.

Diedit oleh Admin Web Keuskupan Atambua (Tryles Neonnub)

SHARE