keuskupanatambua.org, —-Pada tanggal 11 Februari 2020 lalu Dewan Nasional Couples For Christ Indonesia mengirimkan surat kepada para Pastor Paroki di seluruh Indonesia, isinya memperkenalkan CFC karena sampai saat ini CFC belum dikenal begitu luas oleh para Pastor Paroki.

Dalam surat itu, Dewan Nasional menguraikan tentang sejarah berdirinya CFC, bagaimana CFC menghadapi berbagai tantangan, kapan CFC mendapatkan pengakuan dari Pimpinan Gereja Universal, di mana saja CFC sudah merasul baik di dunia maupun di keuskupan-keuskupan se-Indonesia. Alex Gosyanto, Direktur Nasional CFC Indonesia dalam surat tersebut juga mendeskripsikan tentang visi, misi, tugas dan peran seorang anggota CFC di parokinya.

Selanjutnya redaksi menurunkan secara lengkap surat perkenalan CFC Indonesia tersebut sebagai berikut:

Bapak Pastor Paroki dan Dewan paroki yang terkasih. Damai sejahtera Kristus!

Couples For Christ (CFC) adalah gerakan yang menguatkan hidup perkawinan dan keluarga, di mana pasangan-pasangan yang telah mengikuti formasi pengajaran, lebih lanjut berkomitmen satu sama lain kepada Tuhan untuk bertumbuh bersama membangun keluarga Kristiani yang kokoh dan melaksanakan tugas perutusan keluarga sebagai pembawa terang Kristus bagi banyak keluarga lainnya.

Couples For Christ membentuk juga Family Ministries yang membawa semua anggota keluarganya, dari yang paling muda hingga yang paling tua, masuk dalam payung CFC, mengambil bagian dalam karya kerasulan keluarga. Kesuksesan CFC membentuk komunitas pemberdayaan keluarga Katolik diakui Gereja yaitu Catholic Bishop’s Conference of the Philippines pada tahun 1996, dan Vatikan memberi pengakuan sementara pada tahun 2000, dan pengakuan tetap pada tahun 2005 sebagai Assosiasi Awam Internasional.

Sejarah Perkembangan CFC

CFC dimulai pada tahun 1981 di Manila, Filipina dengan 16 pasangan yang berkumpul dalam kelompok kecil di rumah setiap minggu mengikuti Life in the Spirit Seminar (LSS) yang kemudian menjadi Christian Life Program (CLP) yang diadakan selama 13 Minggu di paroki-paroki. Awalnya paroki-paroki kuatir bahwa semakin banyak keluarga-keluarga yang aktif di CFC akan menjauhkan mereka dari kegiatan paroki, tetapi pada kenyataannya justru sebaliknya, sebab dalam formasi CFC selalu menekankan kesatuan dengan Gereja dan mengarahkan karya kerasulannya kepada Gereja. CFC merupakan komunitas keluarga yang mendukung gereja khususnya dalam Kerasulan Keluarga. Sebagai bagian dari Tubuh Kristus, komunitas CFC selalu menjaga kesatuan diri dalam penggembalaan Uskup setempat dengan meminta restu dan berkat sebelum berkarya di keuskupan. Pada ulang tahunnya ke-25, CFC mendapatkan 2 (dua) penghargaan Magsaysay Award untuk pembentukan komunitas dan pengentasan kemiskinan. Saat ini CFC sudah berada di lebih dari 120 negara di dunia.

APA TUJUAN CFC?

CFC ingin membantu Gereja dalam mempertahankan keluarga. CFC ingin membawa cahaya dan kekuatan Tuhan pada keluarga-keluarga yang sedang bergumul menjadi keluarga Kristiani dalam dunia modern ini.

SIAPA YANG DAPAT MENJADI ANGGOTA CFC?

Semua pasangan yang menikah secara Katolik dapat menjadi anggota CFC. Meski sebagai Komunitas Katolik, CFC terbuka terhadap anggota Kristiani non-Katolik. Anggota-anggota CFC terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, tua dan muda, kaya dan miskin, lintas budaya dan perbedaan tingkat pendidikan. CFC Family Ministries terbuka bagi anak-anak usia 5-12 tahun (Kids for Christ/KFC), remaja usia 13-21 tahun (Youth for Christ/YFC), Lajang usia 22-40 tahun (Singels for Christ/SFC), wanita dewasa tidak menikah, janda, isteri dari pekerja migran (Handmaids of the Lord/HOLD) dan pria dewasa tidak menikah, duda, suami dari pekerja migran (Servants of the Lord/SOLD).

BAGAIMANA MENJADI ANGGOTA CFC?

Semua pasangan, lajang, janda dan duda yang ingin menjadi anggota CFC (SFC,HOLD, SOLD) masuk melalui Christian Life Program (CLP) atau di Indonesia disebut Program Hidup Kristiani (PHK). Anak dan remaja masuk melalui Kids Camp dan Youth Camp (Kemah Anak dan Kemah Remaja).

PROGRAM HIDUP KRISTIANI (PHK)

Program Hidup Kristiani (PHK) atau Christian Life Program (CLP) merupakan rangkaian pengajaran terpadu yang bertujuan membangkitkan panggilan hidup Kristiani kepada pasangan dan anggota keluarga dewasa. Ada 13 sesi yang diberikan yaitu1 sesi orientasi dan 12 sesi pengajaran. Sesi-sesi ini dibawakan setiap minggu atau 3 hari berturut-turut dengan pola pengajaran, kelompok diskusi, dan ramah-tamah, dengan total waktu sekitar 2 1/2 jam. Tujuan seminar ini adalah evanggelisasi dan pembekalan rohani yang diambil dari pengajaran-pengajaran Gereja Katolik yang dibawakan dengan cara-cara baru. Evangelisasi terjadi ketika penerima Kabar Gembira membuat komitmen kepada Tuhan sehingga Roh Kudus memberdayakan hidup mereka pada tataran individu, keluarga, hidup menggereja dan bermasyarakat.

KIDS CAMP & YOUTH CAMP

Camp awal sebagai pintu masuk untuk anak-anak usia 4-12 tahun (Kids Camp) dan remaja usia 13-21 tahun (Youth Camp) ke dalam komunitas CFC. Camp ini diadakan setahun sekali. Untuk Kids Camp biasanya diadakan dalam acara retret orang tua Pasukris (CFC) di Chapter/Paroki saja. Sedangkan untuk Youth Camp biasanya selain di Chapter/paroki juga bisa di sekolah atau kampus.

MISI & VISI CFC

Membangun Gereja Rumah Tangga, membangun Gereja Kaum Papa. Kita adalah Couples for Christ berkomitmen untuk hidup kudus, mewartakan kabar gembira melalui hidup kasih dan pelayanan. Kita bekerja untuk penguatan keluarga Kristiani yang akan melayani Allah dan meneruskan tradisi iman dalam keluarga, serta membawa nilai-nilai Kristiani yang tercermin dalam budaya kehidupan dan kepedulian terhadap kaum papa.

Keluarga dalam Roh Kudus memperbaharui muka bumi. CFC digerakkan oleh RK, bersatu dalam Gereja Katolik diutus untuk membawa kasih dan pelayanan Kristus. CFC adalah komunitas global keluarga misioner yang bersatu, yang mengobarkan dunia dengan kepenuhan kasih Allah.

ELEMEN MISI:

  1. Evangelisasi, Misi dan Kesatuan Gereja. Menghadapi realitas dunia saat ini ketika arus dunia begitu menggerogoti kekuatan keluarga, maka CFC pertama-tama mesti membangun Gereja Rumah Tangga yang kokoh. CFC memiliki program formasi membangun keluarga dan komunitas yang misioner agar masing-masing keluarga terpanggil untuk mengajak keluarga-keluarga lainnya kembali kepada rencana Allah. Dengan semangat misioner, CFC dapat melakukan evangelisasi dengan perlahan namun pasti, sebab terang Kristus bersinar di mana keluarga CFC berada. CFC memiliki Church Integration Office yang memastikan bahwa komunitas berjalan sesuai ajaran Gereja dan mendukung kerja para gembala atau pastor di paroki-paroki.
  2. Formasi Pastoral/Spiritual. Keluarga-keluarga membutuhkan formasi berjenjang untuk pengayaan dan penguatannya. CFC memiliki formasi pengajaran dasar untuk seluruh anggota dan leader, juga berbagai manual untuk digunakan dalam berbagai kegiatan. selain materi-materi pembinaan spiritual, CFC memiliki materi-materi retret untuk pengayaan perkawinan, dan setiap tahun membuat materi-materi weekend dengan tema tertentu. Berbagai pengajaran Gereja yang secara berkala ditereima, menjadi budaya kehidupan dalam CFC.
  3. Pembaharuan Keluarga. Family Ministries terdiri dari KFC, YFC,SFC, HOLD dan SOLD. Masing-masing ministry memperhatikan perkembangan rohani dari masing-masing kelompok usia, dan mempersatukannya dalam payung keluarga besar CFC. Sehingga secara menyeluruh CFC memberikan pelayanan keluarga dari seluruh jenjang usia sejak anak-anak hingga usia tua.
  4. Gereja Kaum Papa (ANCOP, Program Pengembangan Sosial). Misi ganda CFC yaitu membangun Gereja Rumah Tangga dan membangun gereja kaum papa. Gereja RT adalah pasangan dan keluarganya. Ini sasaran pertama tentunya, sebab dengan membangun keluarga yang berdaya akan berakibat pada keluarga yang peduli dengan sesamanya yang berkekurangan, terutama kaum papa, atau oleh Paus Fransiskus diistilahkan sebagai kaum ‘marginal’. Membangun gereja kaum papa merupakan kesatuan panggilan dari CFC.
  5. Kepemimpinan dan Pengelolaan yang Efektif. Kepemimpinan CFC tunduk pada otoritas Gereja, meski demikian CFC sebagai komunitas awam beriman yang telah diakui oleh Gereja, dimampukan memberikan pembekalan dan pelatihan untuk membentuk anggota dan leader menjadi pemimpin dan pewarta yang handal terutama dalam membina keluarga sendiri. Maka dalam proses pembinaan ini, CFC memiliki sistem pengelolaan sumberdaya yang efektif dan transparan sehingga bisa mempertanggungjawabkan segala kegiatan yang ada.

PENGGEMBALAAN DALAM CFC

CFC Global. Dewan Internasional CFC terdiri dari 9 anggota yang dipilih setiap 2 tahun melalui nominasi, dan maksimal menjabat 2 periode saja. namun dapat dipilih kembali pada periode selanjutnya. Konferensi Waligereja Filipina menunjuk seorang Uskup sebagai pembimbing rohani CFC di Filipina. CFC dalam misi globalnya, mengangkat Country Coordinator untuk memonitor perkembangan misi CFC di berbagai negara. Country Coordinator menjabat 1-2 periode.

CFC Indonesia.

Pembimbing Rohani: Mgr. Fransiskus Kopong Kung (Uskup Larantuka). Dewan Nasional CFC Indonesia bersepakat mengatur pembagian tugas sbb: – Alex Gosyanto & Suanning (Evangelisasi & Misi Indonesia);

– Nestor & Bhim Sibuyo (Evangelisasi & Misi Expatriate);

– Johannes Pascal Widjaja & Sioklie (Pastoral Formation);

– Jun & Eileen Buensuceso (Family Ministry)

-Benny Sorliam & Lucia Prihatin (Social Development /ANCOP)

-Rhandy Lawrel & Theresia Sutaman (Mission Support)

-Theresia Purwadi (Anggota NC)

REGIO JAKARTA & JAWA BARAT

REGIO SEMARANG

REGIO MEDAN & PALEMBANG

REGIO PONTIANAK & SAMARINDA

REGIO MAKASAR & MERAUKE

REGIO ENDE & KUPANG

Pembimbing Rohani : RD. Ben Belawa

NC in-charge : Jun & Eileen Buensuceso

Regio Coordinator: Ansel Kaluge & Yovita Puji Utami

Mission Volunteer : Karl Tukan & Brigitha Hayon

Chapter Leader: Maumere; Bajawa; Denpasar; larantuka; Bama; Lembata; Adonara barat; Adonara Timur; Solor; Kupang; Weetabula; Atambua.

PENGURUS CHAPTER ATAMBUA:

Pembimbing Rohani: P. Salvator Towary SVD & RD. Leo Edel Asuk

Coordinator Chapter: Yosef Hello & Valentina Dalung

Paroki-paroki yang telah dimasuki CFC: Nela; Tukuneno; Seon; Oenopu; Nurobo (Sukabitetek).

Prinsip kerja: CFC tidak akan berkarya di sebuah Keuskupan tanpa persetujuan Uskup. CFC tidak akan berkarya di sebuah paroki tanpa persetujuan Pastor Paroki. Baik CFC dan Paroki kedua-duanya merupakan prioritas.

Pada akhir surat tersebut, Alex Gosyanto menyampaikan harapan, “Semoga perkenalan melaui surat ini cukup memberikan gambaran terutama bagaimana CFC dapat berperan dan ikut terlibat dalam pendampingan keluarga-keluarga di paroki. Kami siap untuk bekerja sama dengan Pastor Paroki dan Dewan paroki di mana kami mulai menaburkan benih evangelisasi keluarga melalui program CFC”.

Dalam Kasih Kristus. Alex Gosyanto. Direktur Nasional CFC Indonesia. (Denas)

Diedit oleh Yosef Hello

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here