keuskupanatambua.org, – Menindaklanjuti program pastoral Atambua Eden yang dicanangkan Bapa Uskup Atambua bertepatan dengan situasi pandemi Covid-19 ini, Staf Kantor Pusat Pastoral Keuskupan Atambua menggunakan waktu 2 hari dalam seminggu untuk bekerja di luar kantor. Setiap hari Rabu dan Jumat kerja di kebun, membersihkan maek bako (porang) yang sudah tumbuh subur di kebun depan keuskupan, atau mengisi polibag untuk pembibitan, atau pembuatan pupuk organik di bawah pimpinan Pater Vikjen.

Menurut Pater Vincent Wun SVD, dengan bekerja di kebun, misalnya membersihkan maek bako yang telah tumbuh subur, kita mendukung ajakan Paus Fransiskus dalam Laudato Si, tentang pentingnya lingkungan rumah kita yang hijau dan asri. Selain itu, kita juga melaksanakan pilot mega project Bapa Uskup Atambua Eden. Sebagaimana kita ketahui, pilot mega project Atambua Eden merupakan program pemberdayaan pastoral terintegrasi ekonomi kreatif berwawasan ekologis.

Kesaksian

Meliana Bubu Lebo, Kepala Tata Usaha Kantor Puspas kepada keuskupanatambua.org mengatakan bekerja di kebun juga merupakan sebuah karya pastoral, terutama pastoral ekologi. “Jadi kita bukan hanya mengajar melalui bahan katekese yang kita susun, tetapi kita juga langsung melakukan aksi nyata, seperti: pembersihan tanaman tanpa menggunakan pestisida, menggunakan pupuk organik bukan pupuk buatan, dan terutama ikut menikmati hijaunya lingkungan yang indah sebagai ciptaan Tuhan”, kata ibu berbintang Scorpio itu. Hal senada juga disampaikan ibu Juliana Klau, “senang bisa bekerja di kebun, selain sebagai bagian dari pastoral, juga untuk kesehatan melawan corona”.    Sr. Klarentin FSGM; Sr. Fridolin Teme SSpS  dan ibu Maria Kunera Soi juga membenarkan pernyataan kedua ibu di atas.

Seperti yang ditulis Bapa Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku dalam buku “Atambua Eden” bahwa gerakan-gerakan lingkungan hidup harus ditingkatkan di tengah umat, para staf Puspas bersama-sama mengajak para pastor paroki dan umat memanfaatkan musim hujan sekarang ini untuk melaksanakan ajakan Bapa Uskup dalam ajakan pastoral Paskah 2020 mengubah kegersangan menjadi kehijauan dengan menanam dan melindungi sumber mata air.

“Kita berharap semoga setelah 7 tahun, kita bisa memetik buah berlimpah dari pekerjaan kita dalam iman, harap dan cinta kepada Tuhan, sesama dan alam semesta, dan dengan itu hidup dan pelayanan kita menjadi berkat bagi semua orang”, demikian harapan Bapa Uskup sebagaimana tertuang dalam buku “Atambua Eden”, hal. 51.

Pada bakti Jumat (18/12/2020) ini, hampir sebagian besar tanaman maek bako yang ada di depan keuskupan sudah dibersihkan. Tanaman maek bako terlihat subur, hijau dan indah dipandang mata. “Luar biasa, sang pemazmur bergumam: O betapa menyenangkannya hidup ini. Apabila suatu saat maek bako ini dipanen, alangkah senangnya hatiku karena aku pun turut bekerja di dalamnya” ***(YH)

Pemupukan Tanaman Maek Bako dengan Kompos produksi sendiri yang ramah lingkungan! (foto dok. pribadi)

Editor: Yosef M.L. Hello

 

SHARE