
Renungan Serial – KeuskupanAtambua.org – Tuhan, Ajarilah Kami Berdoa – oleh Mgr. Dominikus Saku, Pr – Uskup Atambua

Renungan
Doa diajarkan Tuhan agar dijadikan kekuatan Rohani yang membentuk hati dan mengukir jiwa, yang memampukan pendoa dapat berdiri kokoh di medan laga menegakkan Kerajaan Allah di bumi ini. Doa orang beriman menyentuh ketinggian langit dan kemuliaan surgawi, menghubungkan orang beriman langsung dengan roh Allah, sumber kepenuhan hidup. Doa adalah jalan utama yang membentuk hati menjadi serupa dengan Kristus, Sang Pendoa Abadi di hadapan Bapa.
Bapa Kami yang ada di Sorga. Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa agar mereka secara khusus mampu menempatkan diri dalam relasi dengan Allah sebagai Bapa. Doa Bapa Kami sekaligus mengarahkan kehidupan kepada kehendak Allah, kepada kebutuhan sesama, pengampunan, dan perjuangan melawan pencobaan. Di bumi yang penuh intrik kekuasaan manipulatif akibat korporasi kejahatan Imperium Romanum dan kebrutalan monarkisme Yahudi bertopeng kesombongan Rohani dan ketakutan akut kehilangan kekuasaan, Doa Bapa Kami secara revolusioner menggugah kesadaran diri tentang relativisme duniawi yang menempatkan Allah di ketinggian surgawi sebagai Bapa Mahamurah bagi kaum beriman di posisi marginal dan papa akibat ketidakadilan structural monarki religius yang korup dan kafir. Dan kesombongan kekaisaran Romawi triumfalistik yang menjadikan kaisar sebagai dewa, diruntuhkan kewibawaan manipulatifnya hanya sebagai manusia tak berdaya di hadapan Bapa Mahakasih. Kekuasaan bobrok manusia dibuat transparan sebagai kekuasaan kosong dan sia-sia di hadapan Bapa Mahabaik yang rela memberi makan-minum putera-puteri-Nya dalam Kerajaan surgawi-Nya yang membawa kesejahteraan hidup, kehendak-Nya yang menyelamatkan, kekudusan nama-Nya yang membebaskan, rejeki kehidupan yang mengenyangkan jiwa, dan pengampunan-Nya yang memulihkan kehidupan.
Doa Rosario sebagai paduan Doa Bapa Kami dan Salam Maria secara khusus mengingatkan kekuatan Mahadahsyat Allah yang memenangkan umat-Nya dalam perang di Lepanto tahun 1571 melawan kekaisaran Ottoman. Paus Pius V menegaskan bahwa kemenangan orang-orang Kristen atas khalifah Islam dicapai berkat doa yang dipanjatkan kepada Allah dengan mendaraskan Rosario Suci. Dengan doa Rosario kita menjadikan Sang Bunda Allah sebagai Ratu Rosario dan kita jadikan juga sebagai kekuatan Rohani dalam perang melawan kuasa gelap yang bertentangan dengan Injil Kristus.
Niat
Hari ini aku berniat tekun berdoa Rosario suci dan membuka diri pada tuntunan Roh Kudus seperti Bunda Maria.
Doa
Bapa kami yang di surga, semoga Nama-Mu semakin dimuliakan dalam hidup kami setiap hari. Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami orang yang berdosa ini. Amin

