Renungan Serial – KeuskupanAtambua.org – Jangan Takut; Karena Kita Berharga di Mata Tuhan – oleh Rm. Yustus Ati Bere, Pr

Renungan
Pesan Injil hari ini terasa sangat meneguhkan dan menghibur karena menceriterakan bahwa Yesus mempersiapkan kita untuk hidup sebagai murid-murid-Nya. Kita tidak memiliki alasan untuk merasa takut, juga kepada mereka yang tidak mau menerima pesan kasih-Nya. Panggilan Yesus memuat pesan sederhana, yakni kesediaan untuk mewartakan Kasih yang telah kita terima, untuk kemudian dibagikan kepada orang lain tanpa rasa takut. Kita hanya boleh takut kepada Siapa yang berkuasa membunuh jiwa, bukan pada apa atau siapa yang dapat membunuh tubuh.
Yesus tahu bahwa ketakutan dapat menghalangi kita menjadi murid-Nya yang sejati. Rasa takut membuat kita merasa kecil. Ketakutan membuat kita enggan untuk mencintai dan memaafkan orang lain. Rasa takut pula yang membuat kita tidak mau membuka diri terhadap kasih dan karunia yang datang dari Allah melalui sesama. Karena itu, Yesus ingin membebaskan kita dari rasa takut dengan menyatakan bahwa kita sangat berharga. Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit?” Sungguh pun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya.” Jika Tuhan memelihara burung pipit yang murah itu, apalagi dengan anak-anakNya yang jauh lebih berharga dari burung. Yesus ingin menunjukkan betapa istimewa, penting dan berharganya kita di mata Bapa. Karena itu, kita tidak memiliki alasan untuk merasa takut jika kita percaya kepada Bapa.
Semoga kesadaran ini memampukan kita untuk dengan berani mewartakan dengan lantang khabar sukacita keselamatan bagi semua orang. Semoga kesadaran ini terus memampukan kita untuk dengan berani dan lantang kabar sukacita keselamatan bagi semua orang.
Niat
Hari ini saya mau membuka diri bagi sesama dengan mengunjungi dan mendoakan mereka yang sakit baik di rumah maupun di rumah sakit!
Doa
Tuhan Yesus Kristus, semoga hari ini saya mampu menemukan Dikau dalam diri mereka yang sakit, lemah, miskin dan tersingkir. Amin
Editor – Yosef Hello….Published by Yudel Neno

