
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Berusahalah Untuk Memilih yang Terbaik – oleh Rm. Stef Seran, Pr

Renungan
Ada tiga hal yang dapat direfleksikan terkait perikop ini dalam hidup kita sebagai orang percaya: Pertama, berhati-hatilah terhadap kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan aneka perasaan negatif lainnya dalam pelayanan. Sebagaimana Marta sibuk melayani hingga diliputi oleh kecemasan, sehingga tak kuasa melontarkan kata-kata ini: “Tuhan tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantuku!
Kedua, perlu menghindari kecendrungan menghakimi sesama. Marta sebenarnya secara tidak langsung menegur Yesus agar menyuruh Maria untuk segera membantunya dalam kesibukan. Kadang dalam kehidupan, kita merasa sudah melakukan banyak hal, lalu muncul kecendrungan kita untuk membandingkan diri kita dengan orang lain dan menyalahkan yang lain, karena cara pelayanan atau cara beradanya berbeda dengan kita.
Ketiga, perlu menjaga keseimbangan antara aksi dan kontemplasi. Sebagaimana tertulis dalam surat Yakobus: iman tanpa perbuatan adalah mati, sama halnya juga aksi tanpa kontemplasi adalah sia-sia. Antara sikap Marta dan Maria, Yesus tidak menyalahkan Marta karena melayani. Sebab melayani (tentu dengan keramahtamahan) itu keutamaan. Namun Yesus menegur kecemasan, kekhawatiran, kurang hati atau perasaan negatif yang muncul dalam diri Marta.
Kehidupan orang beriman yang sehat dan berkualitas membutuhkan serta menuntut keseimbangan antara mendengarkan sabda Tuhan terlebih dahulu (sebagaimana yang dilakukan Maria) barulah mulai beraksi melayani, supaya tindakan dan pelayanan kita (sebagaimana Marta) berakar dan bersumber pada kasih dan kedamaian, dan bukan pada paksaan serta kecemasan, kekhawatiran dan perasaan negatif lainnya. Tuhan dan SabdaNya adalah kekuatan dan pelita bagi setiap aksi pelayanan atau pewartaan kita.
Niat
Mengawali setiap aksi dan pelayanan dengan doa, serta mengerjakannya dengan tulus tanpa kecemasan maupun kecenderungan menghakimi orang lain.
Doa
Tuhan, ajarlah kami untuk senantiasa memilih bagian terbaik dengan meluangkan waktu di kaki-Mu dan mendengarkan Sabda-Mu di tengah gelombang dan arus hidup ini. Bebaskanlah hati kami dari rasa cemas, dan kecenderungan menghakimi sesama saat kami melayani-Mu! Amin

