Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Harta Bukan Jaminan Hidup Kekal
  • Berikanlah kepada Allah dan Berikanlah kepada Kaisar
  • Tobat Harus Menyata dalam Perilaku
  • Ret-Ret Gelombang V Usai, Peserta Pulang Membawa Semangat Baru
  • Jangan Takut; Karena Kita Berharga di Mata Tuhan
  • Rayakan HUT ke-20 di Seminari Lalian, Legio Maria Komisium Virgo Virginum Ajak Anggota Teladani Bunda Maria
  • SMPK Sta. Angela Atambua Antar Mading Kerja Sama ke SMAS Seminari Lalian, Dorong Minat Literasi dan Bahasa Inggris Siswa
  • SMAS Seminari Lalian Bergandengan Tangan dengan BNN Belu Deklarasikan “Sekolah Bersinar”
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Serial»Harta Bukan Jaminan Hidup Kekal
Renungan Serial

Harta Bukan Jaminan Hidup Kekal

Berjalan Bersama dalam Tuntunan Firman Tuhan - Renungan Serial -Senin, 19 Oktober 2026, Pekan Biasa XXIX – Tahun A
Sponsored By: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaPusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 19, 2026No Comments3 Mins Read
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Renungan Serial – KeuskupanAtambua.org – Harya Bukan Jaminan Hidup Kekal – oleh Rm. John Pilis, Pr

Renungan 

Hari ini Tuhan Yesus hadir lewat penginjil Lukas dan dengan tegas mengingatkan kita sekalian: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ketamakan sebab walalupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung pada kekayaan itu”. Peringatan ini muncul karena seorang dari kerumunan orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya dia membagi harta peninggal ayahnya dengan aku”. Orang ini jelas datang kepada Yesus bukan untuk mencari kebenaran hidup melainkan untuk menjadikan Yesus sebagai hakim dalam sengketa warisan dengan saudaranya. Yesus menolak menjadi hakim di antara mereka karena bukan untuk itulah Ia diutus Bapa datang ke tengah dunia.

Permintaan orang itu jelas bertentangan dengan misi perutusan Yesus. Maka alih-alih menjadi hakim Yesus justru memberikan peringatan keras karena bagiNya ini adalah gejala dari penyakit rohani: ketamakan.Yesus menjelaskan maksud peringatanNya dengan menceriterakan perumpaan tentang orang kaya yang bodoh.

Ada seorang yang mempunyai hasil panen yang berlimpah namun bukannya bersyukur dan berbagi melainkan membangun lumbung yang lebih besar untuk menyimpan hasil kebun sebagai jaminan akan masa depannya. Ia merasa nyaman karena lumbungnya penuh dengan hasil panenan sementara itu ia lupa bahwa nyawanya tidak berada dalam genggaman tanya sendiri melainkan di tangan Tuhan.

Tuhan menyebutnya sebagai orang bodoh bukan karena ia tidak pandai mengolah apa yang dimilikinya tetapi ia gagal dalam hal yang paling penting yaitu relasi dengan Allah dan sesama. Ia lupa bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Ia lupa bahwa malam itu juga nyawanya akan diambil darinya.

Pernyataan yang menarik adalah “milik siapakah nanti apa yang telah kau sediakan? Semua harta yang ditimbun dengan egois itu akhirnya tidak bisa di bawa mati bahkan sebaliknya bisa menjadi sumber dosa bagi ahli warisnya sehingga ia kehilangan harta di hadapan Allah. Tuhan melalui perumpaan ini mengajak kita sekalian untuk secara bijak tidak lupa mengumpulkan harta surgawi melalui perbuatan kasih, kemurahan hati, keadilan dan kepercayaan penuh pada kasih penyelengaraan Tuhan. Harta duniawi bersifat sementara nilai kasih dan kebaikan yang kita tabur bersifat abadi

Niat

Hari ini Saya mau belajar berbagi sebagai wujud kasih kepada Allah dan sesama serta sebagai bekal untuk kehidupan kekal!

Doa

Bapa Maha Pengasih, Bebaskanlah kami dari belenggu kecemasan dan ketamakan akan masa depan, dan ajarilah kami memandang harta sebagai sarana untuk melayaniMu dan sesama bukan sebagai tuan yang menguasai hidup kami. Semoga akhirnya kami ditemukan kaya di hadapanMu kami telah mencintai Engkau dan membagi kasihMu kepada sesama kami. Amin.

Editor – Yosef Hello – Published by Yudel Neno

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Berikanlah kepada Allah dan Berikanlah kepada Kaisar

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 18, 2026

Tobat Harus Menyata dalam Perilaku

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 17, 2026

Jangan Takut; Karena Kita Berharga di Mata Tuhan

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 16, 2026

Tidak Bermuka Dua

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 15, 2026

Iman yang Berbuah Kasih

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 14, 2026

Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 13, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

BERITA TERBARU

Harta Bukan Jaminan Hidup Kekal

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 19, 2026

Berikanlah kepada Allah dan Berikanlah kepada Kaisar

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 18, 2026

Tobat Harus Menyata dalam Perilaku

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 17, 2026

Ret-Ret Gelombang V Usai, Peserta Pulang Membawa Semangat Baru

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 16, 2026

Jangan Takut; Karena Kita Berharga di Mata Tuhan

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 16, 2026

Rayakan HUT ke-20 di Seminari Lalian, Legio Maria Komisium Virgo Virginum Ajak Anggota Teladani Bunda Maria

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 15, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?