
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Setia dalam Kepercayaan – oleh Rm. Yudel Neno, Pr

Renungan
Gambaran tentang tuan rumah, pencuri, dan pengurus rumah tangga berasal dari kehidupan masyarakat abad pertama. Ketidakpastian kedatangan menjadi dasar ajakan berjaga. Dalam komunitas Lukas, pesan ini menjawab pengalaman menantikan kedatangan Tuhan: penantian tidak boleh melahirkan kelalaian, melainkan kesetiaan.
Yesus menyoroti pengurus yang dipercaya membagikan kebutuhan rumah tangga. Kepercayaan melahirkan tanggung jawab. Karena itu, semakin besar pengetahuan dan amanat yang diterima, semakin besar pula tuntutan moralnya. Firman tidak diberikan sekadar untuk diketahui, melainkan diwujudkan dalam pelayanan yang adil, tepat waktu, dan bertanggung jawab.
Belajar berjalan dalam tuntunan Firman berarti hidup siap bukan karena takut akan hari yang tidak diketahui, tetapi karena setia pada hari yang dijalani. Kesiapsiagaan Kristiani tampak dalam tugas kecil yang dilakukan benar, kuasa yang tidak disalahgunakan, dan kepercayaan yang dijaga. Tuhan menjumpai kita dalam kesetiaan sehari-hari.
Niat
Hari ini aku berniat menjaga setiap kepercayaan Tuhan dengan bertanggung jawab, setia dalam tugas, dan tidak menyalahgunakan kesempatan atau kuasa yang dipercayakan.
Doa
Tuhan, jadikanlah aku hamba yang setia dan bijaksana. Semoga setiap kepercayaan yang kuterima kujalankan dengan jujur, tekun, dan bertanggung jawab. Amin.
Editor Yosef Hello – Published by Yudel Neno
