
Tahon, keuskupanatambua.org; Perayaan Hari Orang Sakit (HOS) se-dunia dirayakan tiap tahun. Namun kali ini di Gereja Makir, Paroki Ratu Damai Fulur, Lamaknen suasana berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam perayaan ekaristi Hari Orang Sakit (HOS) se-dunia, MInggu (11/02/2024) di Gereja Tahon, Paroki Ratu Damai Fulur, Lamaknen itu hadir 30 orang suster dari Kongregasi Misionaris Abdi Roh Kudus yang lazim disebut SSpS.
Ke-30 orang biarawati pengikut spiritualitas pendirinya St. Arnoldus Jansen ini sudah 4 hari di stasi itu. Mereka dikoordinir Sr. Elga Rafu, SSpS, yang saat ini menjabat Kepala SMPK HTM Halilukik, salah satu sekolah milik Yayasan Regila Angelorum, SSpS Timor. Secara terpisah mereka menginap di rumah-rumah keluarga katolik. Tujuannya untuk mengalami langsung kehidupan umat, suka-duka keseharian hidup sebagai pengikut Kristus.

Kehadiran mereka memberi warna tersendiri dalam perayaan ekaristi kudus khusus merayakan HOS tahun 2024. Ini juga sekaligus menjadi momen kebersamaan dengan para suster yang mengakhiri 4 hari live in di tengah umat.
Kelompok para suster ini terdiri dari mereka yang usia kaul kekal 0 tahun sampai 12 tahun. Kelompok ini disebut balita (bawah lima tahun) dan alita (atas 5 tahun sampai 12 tahun) usia kaul kekal mereka.
Dalam kotbahnya, Pastor Paroki Ratu Damai Fulur, Rm. Stefanus Boisala, Pr mengatakan, manusia sentiasa membutuhkan orang lain di sekitarnya.
Merujuk pada kisah Yesus dan penyembuhan orang kusta, perayaan Hari Orang Sakit se-dunia mengingatkan tentang pentingnya kehadiran orang lain, yang menolong dan yang membuat harapan kita terpenuhi, sebagaimana harapan akan kesembuhan yang disampaikan kepada Yesus.
Mengakhiri kotbahnya, Romo Stef menghimbau agar umat gembalaannya senantiasa menjaga relasi agar tidak saling melukai hati.
“Jangan biarkan relasimu dengan orang lain sakit dan rusak,” tandasnya kepada puluhan suster dan ratusan umat yang hadir dalam misa meriah itu.
Karena kehadiran orang lain baik untuk kita. Sebaliknya hadirkanlah dirimu bagi orang lain sebagai bentuk bentuk nyata hadirnya kasih Tuhan bagi sesama.

Usai misa, para suster juga merayakan HOS dengan melayani pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi umat setempat.
Sedangkan sebagai kenangan akan kehadiran mereka live in selama 4 hari di tengah umat katolik Stasi Tahon, salah seorang dari antara alita-balita kaul kekal, Sr. Maria Klau, SSpS mengatakan, para suster juga menanam sekitar 500 anakan pohon umur panjang di wilayah sumber air Abateu, Tahon sehari sebelumnya pada Sabtu, 10 Februari 2024.
Pelapor :Eustachius Mali
Editor : Yosef Hello
