
Naekake, KeuskupanAtambua.org – Rabu, 15 April 2026 — Paroki St. Bernardus Naekake menggelar kegiatan Animasi dan Pendampingan Lektor sebagai fokus pastoral pertama tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Paroki Naekake ini diikuti 31 peserta dari berbagai lingkungan dan kapela, termasuk dari wilayah-wilayah terjauh seperti Banu, Oelfab, Feku, Aplal, dan Noelelo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan umat dalam membaca Kitab Suci dengan baik dan benar dalam liturgi sabda.

Pastor Paroki, Rm. Fridus Talan, Pr, membuka kegiatan secara resmi, sementara Rm. Yohanes Elfridus Pilis, Pr bertindak sebagai fasilitator yang memberikan pembekalan, dialog, dan praktik langsung hingga kegiatan berakhir pada pukul 14.00 WITA.
Tubuh Berita:

Sejak pagi, halaman Gereja Paroki Naekake sudah mulai dipenuhi umat yang datang untuk mengikuti kegiatan animasi dan pendampingan lektor. Meski udara pagi di balik Gunung Mutis terasa panas, suasana di sekitar gereja tetap menghadirkan kesejukan tersendiri. Dua pohon beringin yang berdiri di depan gereja menjadi tempat berteduh sekaligus area parkir sederhana bagi para peserta yang datang dari berbagai penjuru paroki.
Kehadiran peserta dari kapela-kapela yang cukup jauh menunjukkan semangat umat untuk belajar dan terlibat dalam pelayanan liturgi. Mereka datang bukan sekadar untuk memenuhi undangan, tetapi juga membawa harapan agar pelayanan sabda di paroki semakin tertata, bermakna, dan membangun iman umat. Kegiatan ini menjadi tanda bahwa perhatian terhadap kualitas lektor sungguh dipandang serius oleh Paroki St. Bernardus Naekake.
Tepat pukul 09.00 WITA, kegiatan dimulai di dalam gereja dengan menyanyikan lagu Vos Amici Mei Estis, dilanjutkan dengan pengucapan visi, misi, dan slogan Keuskupan Atambua. Suasana rohani semakin kuat ketika seluruh peserta berdoa bersama, dipimpin oleh Bapak Klemens Berkanis, katekis sekaligus Ketua DPP Paroki. Dalam doa itu, umat bersyukur atas penyertaan Tuhan bagi seluruh peserta dan juga bagi fasilitator yang tiba dengan selamat di Naekake.
Dalam arahan pembuka, Rm. Fridus Talan, Pr menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan dan ucapan selamat datang kepada tim pendamping. Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Menurutnya, kegiatan ini diprogramkan karena kemampuan membaca Kitab Suci dalam liturgi sabda masih memerlukan perhatian dan pembinaan yang lebih serius di tengah umat.
Lebih jauh, Pastor Paroki berharap agar seluruh peserta mengikuti kegiatan itu dengan penuh perhatian, keterbukaan, dan kebijaksanaan. Harapan tersebut menjadi penting, sebab seorang lektor tidak hanya dituntut mampu membaca teks, tetapi juga menghadirkan Sabda Allah secara pantas dalam perayaan liturgi. Dengan demikian, pembinaan lektor bukan hanya urusan teknis, melainkan juga bagian dari pertumbuhan tanggung jawab iman umat.
Setelah dibuka secara resmi, kegiatan kemudian dipandu oleh Rm. Yohanes Elfridus Pilis, Pr selaku fasilitator. Dengan gaya penyampaian yang dinamis, hidup, dan menggembirakan, ia mengantar peserta memahami dasar-dasar pelayanan lektor secara lebih utuh. Materi yang disampaikan tidak berhenti pada penjelasan teoritis, tetapi langsung dihubungkan dengan latihan konkret agar peserta memahami kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat membaca Kitab Suci dalam liturgi.
Salah satu bagian yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah sesi praktik langsung. Para peserta satu per satu diajak tampil di mimbar untuk membacakan teks Kitab Suci secara baik dan benar. Dalam sesi ini, fasilitator segera memberikan catatan-catatan korektif ketika menemukan cara baca, intonasi, penekanan, maupun sikap liturgis yang belum tepat. Pendekatan ini membuat peserta bukan hanya mendengar teori, tetapi sekaligus belajar dari pengalaman konkret.
Jumlah peserta yang mencapai 31 orang memberi gambaran bahwa umat Paroki Naekake memiliki semangat yang besar untuk bertumbuh dalam pelayanan. Keterlibatan mereka juga menunjukkan bahwa pelayanan liturgi di tingkat paroki tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses animasi, pembinaan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Dari sini tampak bahwa tindakan utama dalam kegiatan ini bukan sekadar melatih teknik membaca, tetapi membentuk kesiapan umat untuk melayani Sabda Allah dengan lebih bertanggung jawab.
Kegiatan kemudian ditutup pada pukul 14.00 WITA. Para peserta membawa pulang kesan yang baik serta pesan penting dari pemateri agar seluruh pembelajaran hari itu sungguh diwujudkan dalam setiap perayaan Ekaristi. Dengan demikian, kegiatan animasi dan pendampingan lektor ini tidak berhenti sebagai acara sesaat, tetapi diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat mutu pelayanan sabda di Paroki St. Bernardus Naekake.
Penulis: Ferdy Tob, Sekpar Naekake
Editor: Yudel Neno, Pr
