Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Paroki Fafinesu Gelar Dialog Gereja Berdikari
Berita Keuskupan Atambua

Paroki Fafinesu Gelar Dialog Gereja Berdikari

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaApril 16, 2026No Comments411 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Ket. Gambar -(mulai kedua dari kiri) – Rm. Beatus Salu (Pastor Paroki), Bapak Yosef Hello, Pater Vikjen dan Rm. Gusty Nesi

Fafinesu — KeuskupaAtambua.org – Paroki St. Antonius Padua Fafinesu menggelar Dialog Gereja Berdikari sebagai salah satu kegiatan fokus tahunan, Kamis, 16 April 2026. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 15.00 WITA ini menjadi ruang bersama untuk meneguhkan komitmen baru umat dalam membangun paroki yang mandiri, baik dalam iman, tenaga, maupun finansial.

Viken Keuskupan Atambua – Pater Vincent Wun, SVD sedang menyampaikan materi

Dialog tersebut didampingi oleh Pater Vikjen Keuskupan Atambua, Pater Vincent Wun, SVD, dan Sekretaris Umum Pusat Pastoral, Bapak Yosef Helo. Hadir dalam kegiatan ini Pastor Paroki Fafinesu Rm. Beatus Salu, Pr., Pastor Rekan Rm. Gusty Nesi, Ketua DPP, DKP, perwakilan Camat Insana Fafinesu, Kepala Puskesmas Tamis beserta staf, para kepala sekolah SD, SMP, dan SMA, para kepala desa, BPD, para katekis, TPL, TPK, OMK, THS-THM, serta Forum Pemuda Peduli Pembangunan Gereja. Jumlah peserta yang hadir tercatat sebanyak 60 orang.

Sejak awal, dialog ini diarahkan bukan sekadar sebagai forum berbicara, tetapi sebagai ruang pemurnian gagasan dan penyatuan langkah. Dalam sapaan pembuka, Pastor Paroki Rm. Beatus Salu, Pr. menegaskan bahwa dialog tersebut penting untuk memurnikan ide demi kemajuan bersama, pertumbuhan iman umat, penguatan ekonomi umat, dan perencanaan pembangunan gedung gereja yang baru.

Vikjen Keuskupan Atambua – Pater Vincent Wun, SVD sedang menyampaikan materinya

Pater Vincent Wun, SVD dalam materinya menekankan bahwa sebuah paroki dapat disebut berdikari apabila bertumpu pada tiga kriteria utama, yaitu iman, tenaga, dan finansial. Menurut dia, kemandirian paroki tidak lahir dari harapan yang pasif, tetapi dari kesediaan umat untuk terlibat nyata, termasuk dalam semangat berderma demi keberlangsungan hidup paroki.

Penekanan itu memberi arah yang jelas bahwa Gereja yang hidup bukan hanya Gereja yang ramai dalam perayaan, melainkan juga Gereja yang sanggup menopang dirinya sendiri. Kemandirian, dalam arti itu, bukan pertama-tama soal bangunan fisik, tetapi soal mentalitas umat yang mau bergerak, memberi diri, dan mengambil bagian dalam karya bersama.

Sementara itu, Bapak Yosef Helo menggarisbawahi pentingnya fondasi yang kokoh dalam membangun paroki yang berdikari. Ia menempatkan kemandirian bukan sebagai slogan sesaat, melainkan sebagai proses yang harus ditopang oleh perencanaan, kebersamaan, dan komitmen yang terus dijaga dari waktu ke waktu.

Dalam sesi diskusi yang dibuka dalam tiga termin, perhatian peserta banyak tertuju pada rencana pembangunan gedung Gereja Paroki yang baru. Aspirasi ini muncul kuat dari berbagai unsur peserta, menandakan bahwa kebutuhan akan rumah ibadah yang representatif telah menjadi kesadaran bersama.

Menanggapi hal itu, Pater Vikjen menyampaikan dorongan yang langsung dan menggugah, “Mulai sudah, mau tunggu kapan?” Seruan itu bukan hanya jawaban atas pertanyaan teknis pembangunan, tetapi juga menjadi semacam panggilan moral agar umat tidak terus menunda langkah yang sesungguhnya sudah mendesak untuk dimulai.

Untuk menguatkan semangat itu, Pater Vincent juga membagikan pengalamannya ketika menjabat sebagai Pastor Paroki Naesleu, termasuk proses membangun Gereja Paroki Naesleu. Pengalaman tersebut menjadi contoh konkret bahwa pembangunan gereja dapat berjalan apabila ada keberanian memulai, kesediaan berkorban, dan ketekunan menjaga semangat bersama. Hal senada juga dibagikan Bapak Yosef Helo melalui kisah pembangunan Gereja Paroki Nela yang hingga kini masih terus berlangsung.

Dari dialog itu, lahirlah beberapa rekomendasi dan tekad bersama. Pertama, pada Minggu, 19 April 2026, umat sudah harus membentuk panitia pembangunan. Kedua, pada Minggu, 26 April 2026, panitia yang telah terbentuk akan mengadakan pertemuan perdana dengan agenda menyiapkan gambar atau desain gedung gereja, menghitung besaran dana yang dibutuhkan, serta menetapkan bentuk partisipasi umat.

Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa dialog tidak berhenti pada tingkat wacana. Forum ini justru diarahkan untuk menghasilkan langkah konkret, terukur, dan segera dilaksanakan. Di titik ini, Dialog Gereja Berdikari menemukan maknanya yang paling nyata: menjadi jembatan antara percakapan dan tindakan.

Dalam penutupan kegiatan, moderator Rm. Gusty Nesi mengingatkan bahwa maju atau mundurnya Gereja sesungguhnya bergantung pada seluruh umat Allah. Menurut dia, masa depan Gereja tidak dapat diserahkan hanya kepada pastor atau pengurus DPP, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat sebagai batu-batu hidup Gereja.

“Kalau bukan sekarang, mau kapan lagi. Kalau bukan kita, mau siapa lagi,” demikian penegasan yang disampaikannya di hadapan peserta. Ia kemudian menutup kegiatan itu dengan mengutip Injil Matius 5:12, “Bergembiralah dan bersukacitalah sebab upahmu besar di surga.”

Di Paroki Fafinesu, dialog itu akhirnya bukan sekadar pertemuan tahunan. Ia telah berubah menjadi peneguhan kehendak bersama: bahwa Gereja yang berdikari hanya mungkin lahir dari umat yang mau percaya, mau bekerja, dan mau memulai.

Penulis: Rm. Gusty Nesi
Editor: Yudel Neno

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026

Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah

July 5, 2026

Dari Ritapiret, Gubernur NTT Ajak OMK Menjadi Generasi Literat, Produktif, dan Kolaboratif

July 5, 2026

Ketika Seks Direduksi Jadi Komoditas, OMK Diajak Mengembalikan Tubuh pada Martabatnya

July 4, 2026

Di Aula Ritapiret, Rm. Patris Allegro Ajak OMK Berakar dalam Iman dan Berdampak di Dunia Digital

July 4, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?