Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Uskup Atambua Tahbiskan Gereja Santo Mikhael Stasi Bitefa Paroki Tunbaba
  • Imaji Keilahian dalam Tekstur Visual Graha Maria Annai Velangkanni
  • Di Setiap Jalan Kami Menemukan Saudara: Ketika Cinta, Ekologi, dan Keramahan Menjelma Menjadi Wajah Persaudaraan
  • Buka Munas XV Unindo, Ketua KWI Tegaskan Kekudusan Imam Tumbuh dalam Persaudaraan
  • Uskup Siprianus Hormat: Imam Bukan Dipanggil Menjadi Pusat, tetapi Menunjukkan Umat kepada Kristus
  • Rasul Digital Tak Boleh Berhenti di Layar ; Kesaksian Romo Joseph di Hadapan Peserta Munas XV Unindo 
  • Romo Agung Nugroho: Imam Influencer Bukan Mewartakan Diri, tetapi Kristus
  • Pentingnya Keadilan Representasi di Tengah Otoritas Simbolik Kamera dan Publikasi
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Dekenat»Uskup Atambua Tahbiskan Gereja Santo Mikhael Stasi Bitefa Paroki Tunbaba
Berita Dekenat

Uskup Atambua Tahbiskan Gereja Santo Mikhael Stasi Bitefa Paroki Tunbaba

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 22, 2026No Comments77 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

BITEFA — KeuskupanAtambua.org -;Uskup Atambua memimpin Perayaan Ekaristi Pentahbisan Gereja Santo Mikhael Stasi Bitefa, Paroki Santo Andreas Rasul Tunbaba, dalam suasana penuh syukur dan sukacita umat. Perayaan bersejarah tersebut dihadiri sekitar 60 imam, 11 diakon, para suster, umat Stasi Bitefa dan Paroki Tunbaba, para donatur, serta sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bupati Timor Tengah Utara, dan Kapolres TTU.

Pentahbisan gereja menjadi puncak dari perjalanan panjang umat dalam memperjuangkan penyelesaian rumah ibadat yang sempat terbengkalai dalam waktu cukup lama. Hari pentahbisan karena itu tidak hanya menjadi perayaan atas selesainya sebuah bangunan fisik, tetapi juga perayaan atas iman, kegigihan, pengorbanan, gotong royong, dan persaudaraan yang menghidupkan perjalanan umat.

Dalam homilinya, Uskup Atambua mengungkapkan sukacita bersama umat Bitefa, Kaenbaun, dan Bokon yang akhirnya dapat menyaksikan selesainya pembangunan dan pentahbisan gereja tersebut.

Uskup mengenang bahwa perjalanan pembangunan gereja itu tidak selalu mudah. Setelah sekian lama gedung tersebut belum dapat diselesaikan, muncul kembali komitmen bersama untuk meneruskan pembangunan hingga akhirnya sampai pada peristiwa pentahbisan.

Di hadapan umat, Uskup juga menyinggung perkembangan Stasi Bitefa yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi paroki tersendiri. Harapan itu, menurutnya, perlu ditindaklanjuti dengan berbagai pembenahan dan persiapan yang dibutuhkan.

Bertolak dari Sabda Tuhan, Uskup mengajak umat memandang Yesus sebagai Tuhan dan Guru yang memiliki kuasa. Kuasa Tuhan bukanlah kuasa yang menindas, melainkan kuasa yang menyelamatkan dan membawa manusia kepada kehidupan.

Uskup juga menyinggung realitas kehidupan masyarakat pada zaman Yesus, termasuk berbagai bentuk penyalahgunaan kepentingan dan tindakan koruptif yang merusak kehidupan sosial dan religius. Ketika kepentingan ekonomi, pemerasan, dan penyalahgunaan kuasa masuk ke dalam ruang kehidupan beriman, rumah Tuhan dapat kehilangan makna sucinya sebagai tempat manusia berjumpa dengan Allah.

Karena itu, Uskup mengingatkan bahwa rumah ibadat harus selalu dikembalikan kepada tujuan dasarnya sebagai rumah doa. Kuasa Tuhan menjadi dasar keselamatan bagi rumah ini dan bagi umat yang datang berdoa di dalamnya.

Pembangunan Gereja Santo Mikhael Stasi Bitefa, lanjut Uskup, menjadi tanda bahwa Tuhan senantiasa menyertai perjalanan umat-Nya. Setiap pengorbanan, tenaga, waktu, pikiran, dan bantuan yang diberikan untuk menyelesaikan pembangunan merupakan bagian dari kesaksian iman bersama.

Uskup mengajak seluruh umat untuk terus berbagi sukacita agar gereja yang telah ditahbiskan itu sungguh menjadi rumah doa dan tempat umat mengalami kasih Allah.

“Semoga tempat ini menjadi tanda bahwa Allah mengasihi kita semua,” demikian salah satu harapan yang disampaikan Uskup.

Ia menegaskan bahwa Tuhan adalah sumber keselamatan yang menentukan kesejahteraan hidup manusia. Karena itu, selesainya pembangunan gereja hendaknya berjalan seiring dengan pertumbuhan kualitas kehidupan umat.

Gereja yang semakin baik harus melahirkan iman yang semakin hidup, persaudaraan yang semakin kuat, serta kehidupan sosial yang semakin bermartabat.

“Semoga tempat ini menjadi tanda bahwa hidup umat semakin lebih baik,” harap Uskup.

Ketua Panitia – Wilson Naihati

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pembangunan mengungkapkan rasa syukur sekaligus memberikan apresiasi kepada umat yang menunjukkan semangat luar biasa dalam bergotong royong membangun gereja.

Apresiasi khusus diberikan kepada Pastor Paroki Santo Andreas Rasul Tunbaba, Rm. Robby Kiik, Pr, yang dinilai terus memberikan perhatian terhadap kelanjutan pembangunan. Dalam berbagai situasi, Pastor Paroki tetap membangun komunikasi dan berusaha mencari jalan keluar agar pembangunan yang sempat mengalami hambatan dapat diselesaikan.

Ketua panitia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mengambil bagian dalam pembangunan serta kepada Uskup Atambua atas perhatian dan dukungan yang diberikan.

Dalam momentum penuh syukur tersebut, panitia dan umat turut menyampaikan selamat kepada Uskup Atambua yang merayakan ulang tahun ke-21 Tahbisan Episkopal.

Mewakili para donatur, Ady Pontus menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki dan seluruh umat atas kerja sama serta komunikasi yang terjalin selama proses pembangunan.

Ia berharap gereja yang telah selesai dibangun dan ditahbiskan tersebut menjadi hadiah berharga bagi umat serta menjadi tempat bertumbuhnya kehidupan iman dan persaudaraan.

Bupati Timor Tengah Utara dalam sekapur sirihnya menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, Gereja, dan masyarakat. Pemerintah, menurutnya, senantiasa mendukung berbagai upaya Gereja yang berorientasi pada pembangunan kehidupan masyarakat.

Bupati menyampaikan proficiat kepada Pastor Paroki dan seluruh umat atas kerja keras serta komitmen luar biasa yang memungkinkan pembangunan Gereja Santo Mikhael Bitefa dapat diselesaikan.

Menurutnya, kemajuan masyarakat tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Pembangunan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, Gereja, masyarakat, dan umat sehingga berbagai potensi yang dimiliki dapat diarahkan bagi kebaikan bersama.

Senada dengan itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur atas nama Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan dukungan dan apresiasi atas terselesaikannya pembangunan gereja.

Gubernur mengajak umat untuk terus membangun kerja sama dan saling mendukung antara Gereja dan pemerintah. Kerja sama tersebut perlu terus dipelihara untuk mengembangkan berbagai potensi yang tersedia di tengah masyarakat demi peningkatan kesejahteraan bersama.

Dalam sambutannya, Uskup Atambua kembali menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki, panitia pembangunan, seluruh umat, dan para donatur yang telah bekerja bersama hingga Gereja Santo Mikhael Bitefa dapat diselesaikan dan ditahbiskan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Gubernur NTT, Bupati TTU, dan Kapolres TTU atas kehadiran mereka bersama umat dalam perayaan tersebut. Uskup turut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang atas sumbangan yang diberikan bagi pembangunan gereja.

Uskup mengenang bahwa pembicaraan serius mengenai kelanjutan pembangunan Gereja Santo Mikhael Bitefa dilakukan pada tahun sebelumnya ketika Paroki Santo Andreas Rasul Tunbaba merayakan 50 tahun perjalanan paroki.

Pada momentum itulah kelanjutan pembangunan dibicarakan secara lebih serius bersama Pastor Paroki dan umat. Komitmen tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kerja konkret hingga pembangunan gereja akhirnya dapat diselesaikan.

Uskup sekaligus mendorong umat Stasi Bitefa untuk mulai melakukan berbagai pembenahan menuju perkembangan pastoral yang lebih mandiri. Pembenahan pastoran, pemisahan administrasi, serta pemenuhan berbagai ketentuan lainnya perlu mulai dipersiapkan sebagai bagian dari proses menuju kemungkinan Bitefa menjadi paroki tersendiri.

Terlepas dari Perayaan Ekaristi, Pastor Paroki Andreas Rasul Tunbaba, Romo Robby Kiik, Pr, mengungkapkan rasa syukur atas seluruh proses yang telah dilalui sejak tahap persiapan hingga Gereja Santo Mikhael akhirnya ditahbiskan.

Menurutnya, perjalanan tersebut merupakan proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Umat tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk tenaga, tetapi juga menyumbangkan waktu, pikiran, materi, dan doa. Semangat gotong royong umat menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pembangunan gereja.

Romo Robby menyampaikan terima kasih kepada panitia pembangunan, umat Stasi Bitefa, umat Paroki Tunbaba, para donatur, serta semua pihak yang telah membantu. Ia juga mengapresiasi dukungan Uskup Atambua dan para pemimpin pemerintahan yang turut memberikan perhatian terhadap pembangunan Gereja Santo Mikhael.

Ia berharap gereja yang telah ditahbiskan tersebut tidak hanya menjadi bangunan yang megah, tetapi sungguh-sungguh menjadi rumah doa, tempat umat merayakan iman, membangun persaudaraan, dan menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Apresiasi khusus terhadap Romo Robby Kiik juga disampaikan oleh sejumlah imam yang mengenal dan mengikuti proses pembangunan Gereja Santo Mikhael.
Romo Derry Saba, Pr, menyampaikan penghargaan atas perhatian dan komitmen Romo Robby dalam mendampingi umat serta mengawal proses pembangunan hingga selesai. Menurutnya, Romo Robby menunjukkan kesetiaan dalam pelayanan dan keberanian untuk mencari jalan keluar di tengah berbagai tantangan.

Hal senada disampaikan Rm. Ave Alupan, Pr, dari Keuskupan Agung Kupang. Ia mengapresiasi ketekunan Romo Robby dalam membangun komunikasi dengan umat, panitia, para donatur, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan gereja.

Sementara itu, Rm. Ito Bary, Pr, Pastor dari Keuskupan Agung Medan, menilai bahwa terselesaikannya pembangunan Gereja Santo Mikhael merupakan buah dari perhatian pastoral dan komitmen yang terus dijaga oleh Romo Robby. Ia berharap semangat tersebut terus menjadi kekuatan dalam mengembangkan kehidupan umat di Stasi Bitefa dan Paroki Tunbaba.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Romo Yudel Neno, Pr. Menurutnya, Romo Robby telah menunjukkan atensi yang besar terhadap kebutuhan umat dan memberikan pendampingan yang konsisten sejak persiapan pembangunan hingga peristiwa pentahbisan.
“Peristiwa hari ini tidak terlepas dari komitmen, kesetiaan, dan keberanian Romo Robby dalam mendampingi umat. Ia tidak hanya hadir sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai gembala yang terus mencari jalan agar harapan umat dapat diwujudkan,” ungkapnya.

Dengan demikian, pentahbisan Gereja Santo Mikhael Stasi Bitefa tidak menjadi akhir sebuah perjalanan. Peristiwa itu justru membuka lembaran baru bagi kehidupan umat.

Dari sebuah bangunan yang pernah lama menantikan penyelesaian, kini berdiri sebuah rumah doa. Dari kerja keras dan gotong royong umat, dukungan para donatur, pendampingan Pastor Paroki, perhatian Uskup serta kerja sama berbagai pihak, penantian panjang itu akhirnya berubah menjadi sukacita.

Gereja Santo Mikhael Stasi Bitefa kini tidak hanya berbicara tentang tembok dan bangunan yang telah selesai. Gereja itu menjadi tanda bahwa iman yang dipelihara, persaudaraan yang dirawat, dan kerja sama yang terus dibangun dapat melahirkan harapan baru bagi kehidupan umat.

oleh Yudel Neno

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026

Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah

July 5, 2026

Dari Ritapiret, Gubernur NTT Ajak OMK Menjadi Generasi Literat, Produktif, dan Kolaboratif

July 5, 2026

Ketika Seks Direduksi Jadi Komoditas, OMK Diajak Mengembalikan Tubuh pada Martabatnya

July 4, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

BERITA TERBARU

Uskup Atambua Tahbiskan Gereja Santo Mikhael Stasi Bitefa Paroki Tunbaba

September 22, 2026

Imaji Keilahian dalam Tekstur Visual Graha Maria Annai Velangkanni

September 20, 2026

Di Setiap Jalan Kami Menemukan Saudara: Ketika Cinta, Ekologi, dan Keramahan Menjelma Menjadi Wajah Persaudaraan

September 19, 2026

Buka Munas XV Unindo, Ketua KWI Tegaskan Kekudusan Imam Tumbuh dalam Persaudaraan

September 16, 2026

Uskup Siprianus Hormat: Imam Bukan Dipanggil Menjadi Pusat, tetapi Menunjukkan Umat kepada Kristus

September 16, 2026

Rasul Digital Tak Boleh Berhenti di Layar ; Kesaksian Romo Joseph di Hadapan Peserta Munas XV Unindo 

September 15, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?