
Wini, KeuskupanAtambua.org — Manajer dan Pegawai Credit Union Kasih Sejahtera (CUKS) Kantor Cabang (KC) Pantura diajak meneladani kejujuran Petrus sebagai landasan membangun kepercayaan, persaudaraan, dan pelayanan kepada anggota. Pesan tersebut disampaikan Romo Yudel Neno, Pr., saat memimpin Misa bulanan di Kantor Cabang Pantura, Jumat (25/9/2026).

Perayaan Ekaristi tersebut merupakan program wajib bulanan KC Pantura. Kantor cabang ini memiliki 14 pegawai, termasuk manajer, dengan jumlah anggota mencapai 3.192 orang per 25 September 2026.
Dalam homilinya, Romo Yudel bertolak dari jawaban Petrus atas pertanyaan Yesus kepada para murid tentang siapa diri-Nya. Pengakuan Petrus, “Engkaulah Kristus dari Allah”, dimaknai sebagai ungkapan kejujuran yang realistis dan objektif.

Menurut Romo Yudel, jawaban tersebut memperlihatkan keberanian Petrus untuk menyatakan kebenaran tentang pribadi Yesus. Ia menghubungkan kejujuran itu dengan kepercayaan yang diberikan kepada Petrus untuk memegang kunci Kerajaan Surga.
Romo Yudel juga mengingatkan bahwa perjalanan kemuridan Petrus diwarnai kelemahan. Petrus pernah jatuh dalam penyangkalan terhadap Yesus. Namun, pertobatan dan kejujurannya memperlihatkan kesediaan untuk kembali serta menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.

Pengalaman Petrus itu, menurut dia, memiliki relevansi bagi para pegawai CUKS KC Pantura. Dalam pelayanan yang bersentuhan langsung dengan urusan finansial, kejujuran menjadi kunci untuk memperoleh dan menjaga kepercayaan anggota. Tanggung jawab tersebut melekat dalam pekerjaan sehari-hari para pegawai.
Kejujuran juga menjadi dasar untuk membangun persaudaraan. Romo Yudel mengajak para pegawai melihat hubungan antara integritas pribadi, kepercayaan dalam bekerja, dan kebersamaan di lingkungan pelayanan. Persaudaraan dapat bertumbuh ketika setiap orang memiliki kesediaan untuk berlaku jujur terhadap sesama.
Selain menekankan kejujuran, Romo Yudel menyoroti pentingnya pendekatan antropologis dan humanis dalam pelayanan. Pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pusat perhatian itu menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam melayani anggota.
Ia mengaku telah menemukan semangat tersebut dalam sikap para pegawai KC Pantura. Senyum, keramahan, dan sapaan kepada setiap anggota yang datang membutuhkan pelayanan menjadi bentuk konkret perhatian terhadap sesama.
Sikap sederhana tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan memiliki dimensi manusiawi. Anggota yang datang membawa kebutuhan perlu disambut sebagai pribadi yang layak memperoleh perhatian dan penghargaan.
Manajer KC Pantura, Jemmy Ampolo, menyampaikan terima kasih atas pelayanan Ekaristi tersebut. Ia menegaskan pentingnya menyediakan waktu untuk kembali kepada sumber kehidupan rohani di tengah berbagai tanggung jawab pekerjaan.
Menurut Jemmy, kesibukan dan beragam urusan pelayanan perlu senantiasa dibawa kembali kepada Ekaristi sebagai pusat kehidupan iman.
oleh – Yudel Neno
