
WEMASA, KeuskupanAtambua.org – 27 Oktober 2026 – Sebanyak 24 siswa-siswi SMKN Kobalima mengikuti pelatihan jurnalistik yang berlangsung di Paroki Santo Laurensius Wemasa, Selasa (27/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar mengenai teknik penulisan berita, tetapi juga mendapat kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung cara merumuskan judul dan menyusun kepala berita.
Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh 14 guru, termasuk Kepala SMKN Kobalima, Ibu Natalia Nahak. Pelatihan tersebut merupakan inisiatif Pastor Paroki Santo Laurensius Wemasa, Rm. Frans Seran, Pr, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Sebagai pemateri utama, Ketua Komsos Keuskupan Atambua, Rm. Yudel Neno, Pr, memberikan pembekalan mengenai dasar-dasar jurnalistik dengan menitikberatkan pada pemahaman tentang berita dan keterampilan praktis dalam menulisnya.
Mengawali penyajian materi, Rm. Yudel menjelaskan pengertian berita serta unsur-unsur pokok yang harus diperhatikan dalam menyajikan sebuah informasi. Ia memperkenalkan rumusan 5W + 1H sebagai pedoman dasar untuk mengidentifikasi dan mengolah fakta menjadi sebuah berita.
Setelah itu, para siswa diperkenalkan dengan struktur penulisan berita yang menggunakan pola piramida terbalik. Dalam pola tersebut, informasi yang paling penting ditempatkan pada bagian awal, kemudian dikembangkan melalui informasi pendukung pada bagian berikutnya.
Rm. Yudel menjelaskan bahwa sebuah berita memiliki struktur yang terdiri atas judul, kepala berita, tubuh berita, dan ekor berita. Setiap bagian memiliki fungsi tersendiri dalam membantu pembaca memahami informasi yang disampaikan.
Perhatian khusus juga diberikan pada teknik merumuskan judul dan menentukan sudut pandang atau angle pemberitaan. Para siswa dibimbing untuk memahami bahwa satu peristiwa dapat ditulis dengan berbagai sudut pandang sesuai dengan aspek informasi yang hendak ditonjolkan.
Selain itu, Rm. Yudel menguraikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika menulis kepala berita. Bagian tersebut harus mampu menyampaikan inti peristiwa secara jelas, ringkas, dan informatif sehingga pembaca dapat segera memahami pokok berita.
Hal menarik dalam kegiatan ini terlihat ketika penyajian materi dilanjutkan dengan praktik langsung penulisan berita. Para siswa diberi kesempatan untuk mencoba merumuskan judul dan kepala berita berdasarkan pengetahuan yang baru saja diperoleh.
Dalam sesi praktik tersebut, beberapa siswa berhasil menyusun judul dan kepala berita. Hasil pekerjaan mereka kemudian dijadikan bahan pembelajaran bersama melalui proses pembahasan dan koreksi secara langsung oleh Rm. Yudel.
Dengan menggunakan pola-pola praktis perumusan judul yang telah dijelaskan sebelumnya, Rm. Yudel membedah sejumlah judul hasil pekerjaan para siswa. Melalui pendekatan tersebut, para peserta dibantu untuk memahami hubungan antara ketepatan memilih sudut pandang, kejelasan rumusan judul, dan kesesuaian informasi dalam kepala berita.
Proses pembelajaran ini memberikan pengalaman langsung kepada para siswa untuk melihat bagaimana sebuah informasi diolah menjadi tulisan jurnalistik. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk memahami bahwa keterampilan menulis membutuhkan ketelitian, kemampuan memilih informasi, serta latihan yang berkelanjutan.

Kepala SMKN Kobalima, Ibu Natalia Nahak, menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki Wemasa yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia juga berterima kasih kepada Komsos Keuskupan Atambua yang telah memberikan pembekalan dan pendampingan kepada para siswa.
Ibu Natalia berharap agar keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sekolah. Secara khusus, ia mendorong para siswa untuk membiasakan diri menulis dan memublikasikan kegiatan yang berlangsung di lingkungan pendidikan mereka.

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Laurensius Wemasa, Rm. Frans Seran, Pr, dalam pesan motivasinya menekankan pentingnya menjadikan kegiatan pelatihan sebagai awal dari proses belajar yang lebih panjang.
Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan menulis yang diperoleh tidak hanya terbatas pada kebutuhan menghasilkan berita, tetapi juga bermanfaat untuk pengembangan kemampuan akademis, terutama dalam menyusun karya tulis pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Ia mengakui bahwa untuk menjadi terampil dalam menulis dibutuhkan waktu, ketekunan, dan latihan yang terus-menerus. Karena itu, para siswa diharapkan tetap bersemangat mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh agar dapat memberikan manfaat nyata bagi kegiatan belajar dan aktivitas sekolah.
Pelatihan ini menjadi pengalaman belajar bagi siswa-siswi SMKN Kobalima untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus membangun keterampilan dalam mengolah informasi, menyusun gagasan, dan mengomunikasikan berbagai peristiwa melalui tulisan.
oleh Yudel Neno, Pr

