
ATAMBUA — Enam siswa Seminari Lalian yang tergabung dalam Immaculata Band menunjukkan kemampuan bermusik dalam ajang Titik Temu Youthfest 2026 di Titik Temu Space, Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/10/2026). Keikutsertaan mereka dalam kompetisi antarpelajar tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, melatih kepercayaan diri, dan memperluas pengalaman berkesenian di luar lingkungan seminari.

Dalam kompetisi yang mempertemukan kelompok musik dari berbagai sekolah tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Belu itu, Immaculata Band berhasil meraih Juara Harapan I.

Ajang bertajuk Titik Temu Youthfest (Band Competition) 2026 tersebut diselenggarakan oleh Titik Temu Space bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kompetisi ini diperuntukkan bagi pelajar dan remaja berusia di bawah 20 tahun sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas bermusik.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Wilayah II, Dominikus Paulus Kolin, S.T.
Dalam sambutannya, Dominikus mengapresiasi penyelenggara dan sekolah-sekolah yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Menurut dia, kegiatan kreatif seperti kompetisi musik merupakan sarana positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, mengembangkan potensi, dan membangun kepercayaan diri.
Immaculata Band tampil dengan enam personel, yakni Dede Talan sebagai vokalis, Yos Guterres sebagai pemain bas, Juan Tetik sebagai gitaris ritme, Willem Seran sebagai gitaris melodi, Dede Elu sebagai pemain keyboard, dan Aris Luan sebagai drummer.
Penampilan kelompok musik asal Seminari Lalian itu menjadi pengalaman tersendiri karena para anggotanya harus menunjukkan kemampuan di hadapan penonton umum sekaligus bersaing dengan kelompok musik dari sekolah lain.

Pamong sekaligus mentor Immaculata Band, Rm. Filto Bowe, Pr., menilai hasil kompetisi tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi para seminaris.
Ia mengakui bahwa kelompok musik dari sekolah lain menunjukkan kemampuan yang baik, terutama dalam penguasaan aransemen dan kekompakan permainan.
“Peserta dari sekolah lain memang tampil sangat baik. Mereka unggul dalam hal kerumitan aransemen lagu serta memiliki kekompakan bermain yang lebih solid di atas panggung,” ujar Rm. Filto seusai kompetisi.
Menurut dia, keputusan dewan juri patut dihargai sebagai hasil penilaian atas kualitas penampilan setiap peserta.
Meskipun belum berhasil meraih gelar juara utama, keikutsertaan Immaculata Band memberikan pengalaman penting bagi para seminaris dalam mengembangkan kemampuan bermusik.
Pengalaman tampil di luar lingkungan seminari juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar menghadapi persaingan, menerima penilaian secara sportif, dan membangun kerja sama dalam kelompok.
Bagi para calon imam, kegiatan seni semacam ini memiliki nilai pembentukan diri. Musik tidak hanya menjadi sarana pengembangan bakat, tetapi juga membantu mengasah kreativitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja bersama.
Partisipasi Immaculata Band sekaligus memperlihatkan keterlibatan siswa seminari dalam kegiatan kreatif bersama generasi muda dari berbagai sekolah di Kabupaten Belu.
Penyelenggaraan Titik Temu Youthfest 2026 diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan untuk memberikan ruang ekspresi dan pengembangan potensi generasi muda, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.
Penulis: Adam Teme
Editor: Yudel Neno
