
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Berbuat Baik – oleh Rm. Leonardus Nahas, Pr

Renungan
Bagi Orang Farisi aturan lebih penting dari belaskasihan. Tetapi bagi Yesus manusia lebih penting dari aturan. Dari sini kita belajar arti berbuat baik yang sesungguhnya. Berbuat baik seringkali diawasi dan disalahpahami. Saat kita mau berbuat baik, tidak semua orang akan bertepuk tangan. Kadang kebaikan kita dicurigai, dikritik dan bahkan dianggap cari muka.
Yesus pun mengalami itu. Jangan berhenti berbuat baik hanya karena diawasi atau dikritik orang. Berbuat baik bukan untuk menyenangkan penonton tetapi untuk menyenangkan Tuhan. Berbuat baik janganlah ditunda karena aturan. Orang Farisi berpikir: jangan sembuhkan hari ini, karena hari sabat, tunda besok saja. Ketika Yesus bertanya: diperbolehkan menyembuhkan orang pada hari sabat atau tidak? Mereka hanya diam, lalu Yesus berkata: siapa di antara kamu yang tidak menarik keluar anaknya atau lembu ya yang terperosok ke dalam sumur pada hari sabat? Betapa sering kita seperti orang Farisi. Kita punya banyak alasan untuk menunda kebaikan. Yesus mengajarkan jika ada kesempatan untuk berbuat baik hari ini, lakukan segerah hari ini. Kasih tidak mengenal kalender. Orang yang tenggelam tidak bisa menunggu sampai besok untuk ditolong.
Hari ini di sekitar kita ada orang yang sakit busung air. Mungkin tetangga yang kesusahan, mungkin ada teman yang butuh didengarkan, dan ada keluarga yang butuh diampuni. Apakah kita akan seperti orang Farisi yang hanya diam dan mengamat-amati? Atau seperti Yesus yang bertindak?
Niat
Hari ini saya mau membantu saudara atau tetangga atau umatku yang sedang mengalami persoalan dalam keluarganya
Doa
Bapa dalam sorga, hari ini PuteraMu Yesus mengajarkan kami untuk memberikan pertolongan kepada sesama pada waktunya, tidak menunda karena berbagai alasan. Mampukan saya untuk membantu sesama pada waktunya. Amin.
Editor – Yosef Hello – Published by Yudel Neno

