
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Kasihilah Tuhan Allahmu dan Kasihilah Sesamamu Manusia Seperti Dirimu Sendiri – oleh Mgr. Dominikus Saku, Pr – Uskup Keuskupan Atambua

Renungan
Kasih sejati, itulah Allah. Di tataran praktis, kasih itu kesempurnaan hukum. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak cemburu, pantang melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak menyimpan dendam, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain… (Bdk Rom 13:10; 1Kor 13: 4-7).
Hukum Kasih ditetapkan Allah sebagai hukum yang pertama dan utama. Kasih kepada Allah, sesame manusia dan dunia ciptaan Allah pantas jadi pegangan utama, kerangka dasar penataan sikap pribadi terhadap Allah, sesame dan dunia. Allah sepantasnya dikasihi lebih dari segala sesuatu. Allah itu Maha Segala. Manusia hanya akan menemukan kepenuhan makna hidupnya dalam mengasihi Allah sebagai yang pertama dan terutama. Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu… Di tatanan horizontal, Hukum Kasih diberikan Allah sebagai perisai perlindungan bagi yang lemah, tak berdaya, diffable, orang asing. “Seorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku mendengarkan seruan mereka… jika engkau memang membunuh mereka maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu” (Kel 22: 22-24).
Hukum kasih sangat jelas dan tegas: option for the poor, the have nots. Kenosis berarti merendahkan gunung kesombongan dan kesewenangan dan mengangkat yang hina-dina. Dunia dan hidup yang tanpa kasih selalu riskan untuk saling menindas dan melindas, saling memangsa. Korbannya selalu yang kecil-lemah-tak berrdaya. Pandanglah dunia sekelilingmu dan resapkanlah, betapa agung dan mulia nama Allah, betapa agunglah karya tangan-Nya. Dunia dan manusia sungguh baik karena tercipta berkat Kasih Allah. Kasih Allah sungguh sempurna dan abadi. Manusia dan segala ciptaan selalu terbatas dan terkondisi, mutlak membutuhkan penyempurnaan kasih dalam Allah. Kasihilah dan resapkanlah betapa baiknya Tuhan, betapa agung dan mulia Nama-Nya, betapa agung dan megah karya tangan-Nya.
Niat
Hari ini saya mau membantu sesama yang membutuhkan uluran tanganku!
Doa
Tuhan, terimakasih karena Engkaulah Kasih Abadi. Engkaulah mengajarkan kami saling mengasihi seperti Engkau mengasihi kami. Tuhan, ajarilah kami hidup dalam kasih. Amin
Editor – Yosef Hello – Published by Yudel Neno

