
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Musibah : Kesempatan untuk Bertobat – oleh Rm. Yustus Ati Bere, Pr

Renungan
Dalam kisah Injil Lukas ini, Yesus berbicara tentang dua peristiwa tragis yang menimpa orang-orang pada zaman-Nya. Ada yang dibunuh Pilatus dan ada yang menjadi korban runtuhnya menara di Siloam. Orang-orang kemudian bertanya, apakah mereka mengalami musibah itu karena dosa mereka lebih besar? Ternyata orang-orang Yahudi secara ketat mengaitkan dosa dengan penderitaan. Mereka memiliki pola pikir yang sama dengan kita dan menghubungkan bencana dengan dosa-dosa kita.
Sakit lepra dilihat sebagai akibat dosa (Yoh. 22:5). Anak lahir buta, karena orangtuanya berdosa (Yoh. 9:1-2). Orang Galilea dibunuh Pilatus dan delapan belas orang mati tertimpa runtuhnya menara Siloam karena dosa. Inilah ajaran yang kejam dan yang mengecilkan hati. Dan Yesus menolak paham seperti itu. Ia menolak cara berpikir demikian. Lalu Yesus berkata: “Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.” Apa maksud Yesus di sini. Ia tidak sedang mengaitkan bahwa setiap penderitaan merupakan hukuman langsung atas seseorang. Sebaliknya, Yesus bermaksud bahwa jikalau orang-orang Yahudi tetap mencari kerajaan duniawi dan menolak Kerajaan Surga maka mereka pada akhirnya akan menemui kebinasaan mereka sendiri. Bangsa yang memberontak terhadap Allah atau memilih cara-cara yang salah maka pada akhirnya akan menderita dan sedang dalam jalan menuju kebinasaan. Yesus menggunakan musibah ini agar orang-orang Yahudi dan lebih khusus untuk kita para pengikutNya supaya bertobat.
Ia mengajak kita melihat setiap peristiwa kehidupan sebagai kesempatan untuk bercermin diri, melihat dan menilai diri sendiri dengan jujur, terutama melihat sikap, perkataan, perbuatan, kekurangan, dan kesalahan dan bertobat, memperbaiki hidup dan akhirnya berkembang menjadi lebih baik.
Niat
Hari ini saya mengambil keputusan untuk bertobat, memperbaiki hidup dan menjadi lebih baik!
Doa
Ya Bapa, beri aku kekuatan untuk melaksanakan keputusanku untuk bertobat, memperbaiki diri untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Amin.
Editor – Yosef Hello – Published by Yudel Neno

