
Renungan Serial – KeuskupanAtambua.org – Berikanlah Kepada Allah apa yang menjadi Hak Allah dan Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi Hak Kaisar- oleh Rm. Stevend Seran

Renungan
Dalam perikop injil ini Yesus berhadapan dengan pertanyaan jebakan dari orang-orang Farisi dan Herodian tentang membayar pajak kepada Kaisar. Mereka mencoba menjebak Yesus dengan pertanyaan dilema moral. Pertanyaannya: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?
Persoalannya, jika Yesus mendukung, Ia dipandang mengkhianati bangsa Yahudi, jika Yesus melarang, maka akan dituduh membrontak terhadap Romawi. Namun Yesus menanggapinya dengan hikmat Ilahi, Ia tidak ceroboh dan marah.
Di sini Yesus mengajak kita untuk menghadapi situasi sulit dan provokatif dengan sikap tenang dan jujur, bukan dengan kompromi moral serta ketergesaan. Kompromi soal moral dan ketergesaan dalam menjawabi dan mengahdapi sebuah soal hidup, sering tidak membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan.
Di sisi lain Yesus tidak menolak kewajiban para murid terhadap negara, apalagi sebagai seorang warga negara Romawi. Sebagai warga negara yang baik, harus bertanggung jawab dan taat pada hukum serta aturan yang ditetapkan.
Sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk tidak melepaskan tanggung jawab terhadap kewajiban sosial dan semangat kebangsaan. Kita didorong untuk mejadi pembawa damai dan keteraturan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Lebih jauh dari itu, kita pun harus menyadari bahwa kehormatan dan kepemilikan utama segala sesuatu adalah Allah. Uang logam adalah gambar dan tulisan Kaisar, tetapi manusia adalah gambar dan rupa Allah, yang diciptakan secitra dan setara dengan-Nya.
Setiap kita boleh membawa harta atau segala materi kepada penguasa dunia sebagai kewajiban sipil, namun hati dan seluruh diri kita diberikan secara utuh dan sepenuhnya kepada Allah sebagai milik kepunyaan. Hanya kepada Dialah segala sesuatu berakhir dan kembali tertuju kepada-Nya. Semuanya dari, oleh dan untuk-Nya.
Niat
Hari ini saya mau setia dan taat menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang baik.
Doa
Tuhan, karuniakanlah kami hikmat untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab, taat, dan membawa dampak positif bagi sesama dan sadarkanlah kami bahwa jiwa dan seluruh hidup kami adalah milik-Mu karena kami diciptakan menurut gambar dan rupa-Mu. Amin
Editor – Yosef Hello – Published by Yudel Neno

