
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Kristus Tanda Keselamatan – oleh Rm. Stef Seran, Pr
Renungan
Dalam perikop ini, Nabi Yunus menjadi tanda pertobatan bagi banyak orang yang meminta tanda. Nabi Yunus keluar dari perut ikan setelah tiga hari. Tanda terbesar bagi kita umat Kristen dan katolik khususnya) adalah Kristus. Melalui kematian, penguburuan di Makam, hingga pada kebangkitanNya, Kristus menjadi model dan modal dalam membangun kehidupan iman yang benar. Dialah jalan, kenenaran dan hidup, yang memerdekakan. Karena itu, tanda paling nyata dari Allah bagi hidup kita orang percaya, bukan keajaiban lahiriah, melainkan sebuah hati yang mau bertobat dan mau membaharui hidup terus menerus menurut kehendak dan rencana-Nya. Supaya Tuhan menjadikan semuanya itu indah pada waktunya.
Pada bagian akhir dari perikop ini dihadirkan juga sosok Ratu dari Selatan yaitu Ratu Syeba. Ia rela berjalan begitu jauh, hanya untuk mendengarkan hikmat Salomon, dan orang-orang Niniwe akhirnya bertobat setelah mendengarkan hikmat Yunus.
Yesus pun menegaskan bahwa yang ada di sini lebih besar dari Salomon dan Yunus, yaitu dirinya sendiri. Kadang orang luar, atau orang kecil/sederhana lebih peka menyambut kehadiran Tuhan dan SabdaNya, daripada kita yang sudah sering dan terbiasa mendengarkan ajaran Tuhan atau orang bijak dan orang pandai. seperti yang ditulis dalam Matius 11:25, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu, Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.‘ Maka di sini kepekaan hati, kerendahan hati, menjadi kecil, sangat dibutuhkan untuk mengalami kehadiran Tuhan yang lebih besar dalam hidup kita.
Niat
Saya mau bersikap rendah hati dan percaya kepada Tuhan dalam situasi dan kondisi apa pun, sambil terus memperbarui diri melalui pertobatan/perubahan hidup.
Doa
Tuhan Yesus, ampunilah kami jika kerap kali hati kami keras dan sibuk menuntut tanda-tanda ketimbang belajar setia dan percaya pada kasih-Mu. Bersihkanlah mata hati kami agar mampu melihat kehadiran-Mu dalam peristiwa hidup yang sederhana. Amin.
Editor – Yosef Hello, Published by Yudel Neno

