
Renungan Serial – KeuskupanAtambua.org – Tobat Harus Menyata dalam Perilaku – oleh Pater Vincent Wun, SVD – Vikjen Keuskupan Atambua

Renungan
Setiap kita bisa menjadi orang terkenal apalagi kalau sudah viral di media sosial. Kita bisa terkenal karena hal yang baik namun bisa terkenal karena hoax dan bisa juga terkenal karena kesalahan yang kita lakukan. Kalau hal yang baik tentu kita bangga. Tapi kalau karena hal yang tidak baik kita menjadi terkenal lewat medsos tentu kita sendiri merasa tertekan kita bagaikan pepatah menyatakan: “sudah jatuh tertimpa tangga pula.” Kita merasa seolah tidak bisa bangkit dari kesalahanan yang sudah kita lakukan. Namun itu pikiran manusia tapi bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin karena setiap orang yang sudah dianggap tidak baik oleh mata manusia, di mata Allah segalanya bisa berubah kalau orang bertobat.
Kita bisa menangkap kebaikan Allah lewat peristiwa wanita dalam kisah injil hari ini, ia terkenal karena dosa yang ia lakukan. Pasti di mana dia berada dalam penilaian tetap buruk untuk dirinya. Namun bersama Yesus selalu ada kemngkinan untuk bisa menjadi lebih baik karena Tuhan sangat menghargai setiap pribadi. Wanita itu menyadari dosanya sekaligus percaya akan hati Yesus yang mengasihi dan mengampuni. Dia memberanikan diri merendah, memohon ampun pada Yesus dengan tindakan yang menunjukkan penyesalannya: menangis, mengusap air matanya pada kaki Yesus, menyeka dengan rambut yang adalah tanda kecantikan perempuan, mencium kaki Yesus yang biasanya tidak pantas diciumi, serta meminyakinya dengan minyak. Tindakan penyesalan yang luar biasa sebagai tanda tobat. Oleh tindakannya ini mengundang penilaian orang yang makan bersama Yesus. Penilaian mereka selaras dengan pertimbangan kita terhadap sesama yang selalu melihat hal yang buruk bukan yang baik. Pada kesempatan itu Yesus gunakan untuk mengajar mereka tentang kebaikan hati.
Allah yang selalu mau mengampuni orang yang mau bertobat dengan melakukan kasih. Perempuan yang berdosa itu sadar dan mau bertobat serta menunjukkan kasih dan iman yang benar maka dosanya diampuni Tuhan Yesus.
Niat
Mari kita yang juga sering jatuh dalam dosa dan bahkan juga mendengarkan kejatuhan sesama jangan putus asa, bangun kembali dan sesama yang jatuh jangan menganggap sebagai kejatuhan fatal, tapi selalu bersama Tuhan ada kemungkinan untuk bangkit kembali kalau mau bertobat!
Doa
Tuhan Yesus, kami sering jatuh dalam dosa: ada yang ketahuan, ada pula dalam persembunyian, namun Engkau mengetahuinya. Semoga kami selalu menyadari kedosaan kami dan menemui Engkau di dalam sakramen pengakuan. Di situlah Engkau akan mengampuni kami karena iman kami akan kuasa-Mu yang menyelamatkan. Beranikan kami hati untuk selalu mau bertobat dari kesalahan kami. Amin
Editor – Yosef Hello…. Published by Yudel Neno

