
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Tidak Bermuka Dua – oleh Rm. Emanuel Kiik Mau, Pr
Renungan
Kita perlu belajar dari Yesus, caranya bagaimana merangkai kata yang tepat, lembut dan santai. Seringkali kita tak mampu menyampaikan kritikan dan kemarahan kita dengan cara yang bijak dan tidak meluap-luap.
Terkadang maksud kita baik dan benar, namun karena cara dan ungkapan kita kurang baik, justru membuat kita terkesan serakah dan temperamen. Orang bijak senantiasa bersikap seperti pepatah Latin, Fortiter in re, Suaviter in modo – tegas dalam prinsip, lembut dalam cara.
Pada tahun 1970, Bob Tutopoli, mempopulerkan lagu Tinggi gunung seribu janji yang antara lain berbunyi, “Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata, tinggi gunung sribu janji, lain di bibir lain di hati.” Lagu di atas berisi sindiran untuk mereka yang hanya omong doang, yang munafik atau bermuka dua. Antara kata dan tindakan atau perbuatan tidak selaras. Selaraskan kata dan tindakan diperlukan agar kita menjadi orang-orang yang kredibel, yang dapat dipercaya. Hari ini Tuhan Yesus kecam sikap munafik atau mendua hati dari Kaum Farisi dan Ahli Taurat, yang tuntut bagi orang lain standar hidup yang mereka sendiri tak mau penuhi. Yesus kecam mereka dengan kata-kata keras, “Celakalah Kalian…” Munafik itu sikap tak terpuji dan tak patut ditiru. Kita memaknai Pesan dari mendiang Bapa Suci Paus Fransiskus dalam Homili 15 Oktober 2019 yang lalu: “Kemunafikan itu bahasa si jahat…yang masuk dalam hati kita dan ditaburkan oleh setan. Anda tak dapat hidup dengan orang-orang munafik, tetapi mereka ada di sekitar kita.
Kita harus belajar refleksi apa yang ada di dalam diri kita untuk melihat dosa, kemunafikan dan kejahatan yang ada di dalam hati kita dan mengakui di hadapan Allah dengan sikap rendah hati. Orang Katolik harus belajar untuk menghindari kemunafikan dengan memeriksa dan mengakui kesalahan, kegagalan dan dosa pribadi. Satu-satunya obat untuk menyembuhkan perilaku munafik ialah mengatakan kebenaran di hadapan Allah dan memikul tanggung jawab bagi diri sendiri.”
Niat
Saya mau bersikap wajar dan asli bukan aspal, asli tapi palsu.
Doa
Tuhan Yesus mampukanlah kami bersikap apa adanya tidak munafik. Santa Teresa dari Avilla, doakanlah kami. Amin.
Editor – Yudel Neno….Published by Yudel Neno

