
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Tetap Berjalan dalam Panggilan– oleh Rm. Yudel Neno, Pr

Renungan
Ketika orang Farisi memperingatkan bahwa Herodes hendak membunuh-Nya, Yesus menyebut Herodes “serigala kecil” dan tetap berjalan. Dalam Lukas, perjalanan ke Yerusalem bukan perpindahan geografis semata, melainkan jalan taat kepada misi Bapa. Ancaman tidak menentukan arah hidup Yesus; kehendak Allah-lah yang menuntun-Nya.
Ratapan atas Yerusalem memperlihatkan sisi lain ketegasan-Nya. Ia tidak membalas penolakan dengan kebencian, tetapi dengan kerinduan untuk menghimpun, seperti induk ayam menaungi anak-anaknya. Karena itu, keberanian profetis dan belas kasih bukan sikap yang bertentangan. Kebenaran harus diperjuangkan tanpa kehilangan kasih.
Belajar berjalan dalam tuntunan Firman berarti tidak membiarkan ketakutan, tekanan, atau penolakan mengalihkan kita dari panggilan yang benar. Firman memberi arah sekaligus daya tahan. Kita dipanggil melangkah dengan keberanian yang tidak kasar dan kasih yang tidak lemah: teguh pada kebenaran, tetapi tetap membuka ruang bagi rekonsiliasi dan pertobatan.
Niat
Hari ini aku berniat tetap setia pada panggilan dan kebenaran meski menghadapi tekanan, sambil menjaga keberanian yang lembut dan kasih yang tidak membalas kebencian.
Doa
Tuhan, teguhkanlah langkahku agar tidak mudah dibelokkan oleh ketakutan. Ajarlah aku berani dalam kebenaran dan tetap penuh kasih dalam setiap penolakan. Amin.
Editor – Yosef Hello, Published by Yudel Neno

