Uskup Ruteng sekaligus Pembina Unio Indonesia Mgr. Siprianus Hormat mengingatkan bahwa imam tidak dipanggil untuk menjadikan dirinya pusat perhatian, termasuk dalam dunia digital. Tugas imam adalah menolong umat mengarahkan pandangan kepada Kristus.
Browsing: Berita
Menjadi dikenal di ruang digital belum dengan sendirinya menjadikan seseorang sebagai pewarta. Kerasulan digital justru memperoleh maknanya ketika apa yang disampaikan melalui layar berakar pada spiritualitas, memiliki bobot pengajaran, dan akhirnya menjelma menjadi tindakan belas kasih yang nyata.
Kehadiran imam di media sosial tidak semestinya diukur dari seberapa besar perhatian publik yang berhasil dikumpulkan. Di tengah budaya digital yang bergerak mengikuti algoritma dan ekonomi perhatian, imam justru ditantang menjadi influencer hidup beriman yang membawa umat semakin dekat kepada Tuhan.
