WEDOMU-Keuskupanatambua.org, Sebanyak 72 agen pastoral paroki St. Paulus Wedomu mengikuti sosialisasi migrasi aman dan prosedural dari Komisi Keadilan Perdamaian, Pastoral…
Browsing: Berita
ATAMBUA-Keuskupanatambua.org, Paroki Katedral Santa Maria Imakulata Atambua kembali menggelar prosesi triharta iman, Kitab Suci, Sakramen Mahakudus, dan arca Bunda Maria…
KEFAMENANU-Keuskupanatambua.org Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun TNI ke 81 diisi dengan satu refleksi yang mendalam oleh RD. Yoris Samuel Giri…
KEFAMENANU-Keuskupanatambua.org- Romo Yoris Samuel Giri, Pr atau biasa disapa Romo Yoris sebagai Kepala Pasyanmilpol (Pastor pelayan Militer dan Kepolisian) di…
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC menegaskan bahwa kekudusan seorang imam tidak dapat dihidupi dalam kesendirian. Kehidupan imamat membutuhkan persaudaraan, kerja sama, dan sinergi.
Uskup Ruteng sekaligus Pembina Unio Indonesia Mgr. Siprianus Hormat mengingatkan bahwa imam tidak dipanggil untuk menjadikan dirinya pusat perhatian, termasuk dalam dunia digital. Tugas imam adalah menolong umat mengarahkan pandangan kepada Kristus.
Menjadi dikenal di ruang digital belum dengan sendirinya menjadikan seseorang sebagai pewarta. Kerasulan digital justru memperoleh maknanya ketika apa yang disampaikan melalui layar berakar pada spiritualitas, memiliki bobot pengajaran, dan akhirnya menjelma menjadi tindakan belas kasih yang nyata.
Kehadiran imam di media sosial tidak semestinya diukur dari seberapa besar perhatian publik yang berhasil dikumpulkan. Di tengah budaya digital yang bergerak mengikuti algoritma dan ekonomi perhatian, imam justru ditantang menjadi influencer hidup beriman yang membawa umat semakin dekat kepada Tuhan.
