
Damai itu Indah l Tribunnews.com
Yohanes 14:27: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
Dlm perjalanan hidup manusia di mana pun tidak ada yang berjalan mulus. Yesus saja tidak mulus perjalanan hidup-Nya. Ia ditolak orang di kampung-Nya sendiri hal mana justru di situ Ia menghendaki ada relasi pribadi dengan mereka. Ia pernah diancam untuk dilepari batu, diterjunkan ke tebing kota tapi Ia berjalan lewat tanpa diapa-apakan.
Damai macam mana yang Dia berikan kepada kita? Damai yang diberikan adalah damai yang ada karena taat pada kehendak Allah. Inilah damai sejati. Damai ini yang diberikan kepada kita. Damai yabg tetap ada walaupun diancam oleh kuasa dunia dan si jahat.
Mari kita membuka diri kita untuk menyambut Damai yang diberikan Yesus. Damai yang bertahan karena kita taat pada kehendak Allah.
Banyak orang tidak bertahan dalam tantangan hidup karena tidak mengikuti kehendak Allah. Keluarga berantakan, pekerjaan morat marit, dll.
Kita berdoa: “Tuhan Yesus kami sering larut dalam kehidupan yang tidak aman dan kacau dalam keluarga maupun karya kami karena kami lebih mengutamakan kemauan kami sendiri dari pada taat pada kehendak-Mu. Bantulah kami agar damai yang diberikan Yesus tetap hidup dalam keluarga dan karya kami karena kami tetap taat pada kehendak Bapa di surga. Amin.”
Salam dan doa
P. Vincentius, Wun, SVD
