
Atambua, Keuskupanatambua.org – Musyawarah Pastoral (MUSPAS) ke-IX Keuskupan Atambua menghadirkan Romo Dr. Oktovianus Naif, Pr sebagai salah satu Narasumber.
Romo Okto Naif merupakan Imam asal Keuskupan Atambua, yang saat ini bertugas sebagai Dosen pada Fakultas Filsafat Unwira Kupang dan Pembina pada Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui Kupang.

Kedatangannya diundang oleh panitia untuk menyajikan materi tentang menghayati semangat sinodalitas dalam karya pastoral perspektif filsafat dan teologi.
Romo Okto Naif mengungkapkan banyak hal. Beberapa pertanyaan kritis dilontarkannya kepada para peserta untuk berpikir bersama menemukan cara dan solusi atas berbagai problem pastoral yang terjadi di tengah umat.
Untuk diketahui, kegiatan MUSPAS ke-IX yang berpaketan dengan Pekan Pameran Ekonomi Kreatif Keuskupan Atambua dimulai sejak Senim, 18 September dan bakal selesai pada Sabtu, 23 September 2023.
Peserta yang hadir, datang dari para Pastor se-Keuskupan Atambua, para Suster, DPP/DKP, utusan dari 67 Paroki yang ada di Keuskupan Atambua.
Romo Okto Naif, Pr sambil mempedomani ungkapan pastoral Bapa Suci Paus Fransiskus, mengatakan tentang pentingnya semangat sinodalitas dalam karya pastoral. Sinodalitas berarti berpikir bersama, berjalan bersama. Semua yang bersama itu dilakukan sebagai aktualitisasi dari hati yang berbelas kasih.
Romo Okto mengatakan, Bapa Suci, Paus Fransiskus sangat menaruh perhatian pada pentingnya sinodalitas. Hanya dalam sinodalitas, karya pastoral dapat bercahaya.
Dosen Misiologi pada Fakultas Filsafat Unwira Kupang inipun mengatakan tentang pentingnya transformasi pastoral, yang perlu disinkronkan dengan transformasi mental dan digital. Dalam kekuatan sinodalitas, Gereja Katolik harus memastikan diri bahwa ia tidak boleh bersilsilah dalam masalah.
Sajian materi diikuti penuh antusias. Para Peserta nampak semangat mengikuti sajian materi dalam MUSPAS ke-IX ini.
Laporan oleh Rm. Yudel Neno, Pr
