
KAPUTU, KEUSKUPANATAMBUA.ORG — Komisi Seminari/Panggilan Keuskupan Atambua menggelar Aksi Panggilan dalam rangka Minggu Panggilan Sedunia ke-63 di Paroki St. Yohanes Pemandi Kaputu, Malaka. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tiga malam itu dimulai pada Kamis, 23 April 2026, dengan melibatkan 146 peserta dari 29 tarekat religius, komunitas, para suster, bruder, serta frater TOR Lo’o Damian Emaus.
Aksi panggilan tahun ini mengusung tema besar, “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” atau One in Christ, United in Mission. Dengan tema itu, para peserta bergerak dari Keuskupan Atambua menuju paroki-paroki yang menjadi tuan rumah, yakni Paroki St. Yohanes Pemandi Kaputu dan Paroki St. Fransiskus Asisi Fatuoni.

Di Paroki Kaputu, para peserta disebar ke stasi, lingkungan, KUB, keluarga-keluarga, dan sekolah-sekolah. Mereka tinggal bersama umat dalam program live in, memperkenalkan panggilan menjadi imam, suster, bruder, dan hidup religius, sekaligus menumbuhkan kesadaran umat tentang panggilan hidup kristiani.

Selain tinggal bersama keluarga, peserta juga mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah, katekese, ibadat Rosario bersama, serta malam budaya yang melibatkan frater, suster, bruder, OMK, dan anak-anak sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Melalui kegiatan itu, peserta tidak hanya memperkenalkan spiritualitas masing-masing tarekat, tetapi juga membaca dan mengenal situasi aktual pertumbuhan panggilan di tengah umat.

Ketua I DPP Paroki St. Yohanes Pemandi Kaputu, Yanuarius Dominggus Nana Tefa, dalam sambutannya pada penutupan kegiatan, mengatakan umat sangat antusias menerima kehadiran para frater, suster, dan bruder. Menurut dia, kegiatan seperti ini menjadi momen berahmat karena sudah cukup lama umat merindukan kehadiran aksi panggilan secara langsung di tengah keluarga-keluarga.

“Atas nama DPP Paroki, kami menyampaikan terima kasih kepada Komisi Seminari/Panggilan Keuskupan Atambua yang telah mempercayakan Paroki Kaputu sebagai tuan rumah aksi panggilan tahun 2026,” ujar Yanuarius.
Ia berharap kehadiran para peserta aksi panggilan membawa berkat bagi keluarga-keluarga. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan minat anak-anak, remaja, dan kaum muda untuk berani menjawab panggilan Tuhan sebagai imam, suster, maupun bruder.

Pastor Paroki Kaputu, Rm. Erwin Yohanes Asa, Pr, mengajak umat merenungkan kembali panggilan hidup masing-masing. Ia menegaskan, semua orang dipanggil untuk bersatu dalam Kristus dan mengambil bagian dalam misi Gereja.

Menurut Rm. Erwin, keluarga memiliki peran penting dalam mendukung tumbuhnya panggilan. Dukungan itu dapat diberikan dengan membuka ruang bagi anak-anak yang memiliki minat menjadi imam, suster, atau bruder untuk menanggapi panggilan Tuhan.
“Panggilan menjadi imam, suster, dan bruder adalah panggilan khusus untuk melayani Tuhan, mewartakan kasih, dan menghadirkan sukacita di tengah umat,” katanya.

Rm. Erwin juga menyampaikan terima kasih kepada Uskup Atambua melalui Komisi Panggilan yang telah mempercayakan Paroki Kaputu sebagai salah satu tuan rumah aksi panggilan tahun ini. Apresiasi serupa diberikan kepada panitia keuskupan, panitia paroki, serta seluruh umat yang menerima dan mendampingi para peserta selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Panggilan Keuskupan Atambua, Sr. Maria Klarentin, FSGM, menyampaikan profisiat dan terima kasih kepada Paroki Kaputu serta seluruh peserta aksi panggilan. Ia menilai kerja sama semua pihak menjadi kekuatan utama yang membuat kegiatan ini berjalan baik.

Pada kesempatan yang sama, Sr. Maria Klarentin memberi ruang kepada para utusan kongregasi untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan spiritualitas masing-masing. Pengenalan itu menjadi bagian penting dari aksi panggilan agar umat, terutama anak-anak dan kaum muda, semakin mengenal kekayaan hidup religius dalam Gereja.
Aksi panggilan di Paroki Kaputu ditutup dengan perayaan Ekaristi dan makan bersama. Dari tanah Malaka, benih-benih panggilan kembali ditaburkan, dengan harapan semakin banyak keluarga berani mempersembahkan putra-putrinya bagi pelayanan Gereja dan umat.
Oleh: Tim Komisi Panggilan
Editor: Rm. Yudel Neno, Pr
