
Atambua, 18 Juli 2025 — KeuskupanAtambua.org – Di tengah semangat menyongsong Pameran Ekonomi Kreatif Keuskupan Atambua tahun 2025, lantai dua Aula Pusat Pastoral hari ini tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pagi, satu per satu perwakilan peserta dan penanggung jawab lomba dari berbagai tingkatan mulai berdatangan. Mereka datang membawa harapan, semangat, dan persiapan menuju kompetisi yang akan mempertemukan kreativitas umat dari berbagai penjuru keuskupan.

Ruang aula dipenuhi wajah-wajah muda dan para pendamping yang tekun menyimak. Di hadapan mereka, Rm. Prudensius Naikofi, Pr., berdiri sebagai pemantik dan pembimbing jalannya Technical Meeting. Dengan tenang dan penuh semangat, beliau memandu seluruh sesi pembahasan teknis, membedah kriteria penilaian, menjelaskan aturan main, serta menjawab pertanyaan yang muncul dari peserta. Di sisinya, tampak pula Rm. Vence Bria, Pr, Sr. Klarentin, FSGM dan Sr. Apolonia, KYM — para panitia dari Seksi Lomba yang selama ini menjadi garda depan dalam perancangan seluruh mata lomba.

Dibalik pertemuan hari ini, ada sembilan jenis lomba yang sedang dipersiapkan. Masing-masing lomba menyasar kelompok usia dan minat yang berbeda, mulai dari lomba mewarnai untuk anak-anak PAUD dan TK, hingga lomba menulis esai dan melukis logo untuk para Orang Muda Katolik dari paroki-paroki. Tak hanya itu, ada pula lomba yel, gerak dan lagu untuk anak-anak SD dan SEKAMI, lomba pidato dan paduan suara antar SMP, serta lomba tarian budaya dan presentasi motif tenun lokal yang akan melibatkan para siswa SMA.

Angka-angka peserta yang telah terdata menunjukkan antusiasme luar biasa. Untuk lomba mewarnai, tercatat 19 peserta dari PAUD dan TK. Lomba yel, gerak dan lagu mencatat 25 peserta, terdiri dari 13 SD dan 12 kelompok SEKAMI Paroki. Lomba pidato untuk SMP diikuti oleh 14 peserta, sementara lomba paduan suara dari tingkat yang sama mencatat 7 kelompok.
Sementara itu, dari kalangan SMA, masing-masing mata lomba tarian budaya dan presentasi motif tenun lokal diikuti oleh 14 peserta. Tak kalah menarik, kelompok OMK yang menjadi target dari tiga mata lomba utama — esai, stand-up comedy, dan melukis logo — menunjukkan partisipasi yang membanggakan. Tercatat 16 peserta untuk lomba esai, 12 peserta untuk lomba melukis logo, dan 4 peserta untuk lomba stand-up comedy. Salah satu peserta bahkan datang dari Sekolah Tinggi Pastoral (STP), menambah kekayaan representasi dalam ajang ini.
Seluruh proses ini telah dipayungi oleh surat panitia yang sebelumnya menetapkan tanggal 16 Juli 2025 sebagai batas akhir pendaftaran. Hari ini, 18 Juli, menjadi titik temu antara persiapan panjang dan langkah awal menuju pelaksanaan. Suasana Technical Meeting pun berlangsung serius namun penuh semangat.
“Pertemuan ini bukan sekadar teknis, melainkan momentum menyatukan visi bersama dalam membangun pameran yang edukatif, kreatif, dan membumi,” ungkap Rm. Rudy Naikofi, Pr sebagai salah satu panitia.
Sebagai penutup, diinformasikan bahwa rapat pemantapan seluruh panitia akan digelar esok hari, Sabtu, 19 Juli 2025, sebagai langkah akhir menuju kesiapan total.
Maka, di tengah segala dinamika persiapan, satu hal menjadi nyata: Pameran Ekonomi Kreatif Keuskupan Atambua bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang perjumpaan umat dalam semangat membangun kreativitas yang berakar pada iman dan budaya lokal.
Oleh Sie Komsos
Editor: Rm. Yudel Neno
