
Kefamenanu, 3 September 2025 – KeuskupanAtambua.org – Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI), Rm. Kristi Adi Prasetya, Pr menyapa Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Atambua dalam rapat hybrid yang digelar Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua bersama Panitia Keuskupan Atambua Youth Day (KAYD) III. Kehadiran Romo Kristi secara daring dari Jakarta bertujuan menegaskan kembali landasan normatif atau skema teologis kegiatan orang muda dalam Gereja sekaligus memberi motivasi menjelang pelaksanaan KAYD III pada 15–19 September 2025.

Rapat ini berlangsung di Pastoran Paroki Santa Theresia Kefamenanu, diikuti sebagian OMK secara luring, sementara yang lain bergabung melalui zoom. Sapaan Romo Kristi menjadi kesempatan istimewa bagi panitia dan OMK untuk menimba inspirasi serta memperdalam makna perjumpaan orang muda.

Dalam pesannya, Romo Kristi mengingatkan bahwa kegiatan orang muda Katolik berakar sejak 40 tahun lalu ketika Paus Yohanes Paulus II menggagas Hari Orang Muda Sedunia. Menurutnya, cikal bakal kegiatan di tingkat keuskupan lahir dari semangat yang sama. “Sejak Paus Yohanes Paulus II memulai, kegiatan orang muda adalah peristiwa iman yang meneguhkan kebersamaan dalam Gereja,” tegasnya.

Ia lalu menguraikan enam skema teologis yang wajib menjadi capaian setiap kegiatan orang muda, baik di tingkat dunia maupun keuskupan. Pertama, Youth Day harus menjadi peristiwa iman; kedua, Youth Day harus pengalaman Gereja; ketiga, Youth Day harus peristiwa misioner; keempat, Youth Day harus momen mengembangkan panggilan menuju kekudusan; kelima, Youth Day harus pengalaman peziarahan; dan keenam, Youth Day harus kesempatan menimba pengalaman lintas iman dan membangun persaudaraan insani universal. “Keenam hal ini adalah inspirasi utama yang meneguhkan semangat orang muda di mana pun berada,” tambahnya.

Selain memberikan refleksi, Romo Kristi juga mengapresiasi kerja keras panitia KAYD III tahun 2025 Keuskupan Atambua. Ia menyebut bahwa persiapan yang dilakukan menunjukkan semangat sinodalitas dan tanggung jawab bersama untuk menghadirkan peristiwa iman yang hidup bagi OMK.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia KAYD III, Yoseph Kuabib, menyampaikan gambaran umum persiapan kegiatan. “Komunikasi dan berbagai kegiatan terus kami lakukan demi menyukseskan KAYD III pada 15–19 September mendatang. Kami berkomitmen menghadirkan perjumpaan iman yang mendalam dan menggembirakan bagi OMK se-Keuskupan Atambua,” ungkapnya.

Antusiasme peserta rapat pun terasa, baik yang hadir luring maupun daring. Mereka tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif memberikan komentar, tanggapan, dan usulan. Suasana dialog komunikatif ini mencerminkan kesiapan OMK untuk mengambil bagian secara penuh dalam perayaan iman bersama.
Usai rapat yang digelar hybrid, panitia membahas hal-hal teknis yang perlu disiapkan dan dimantapkan.
oleh : Tim Publikasi Panitia KAYD III. Editor : Yudel Neno, Pr
