
Atambua — KeuskupanAtambua.org – Romo Yudel Neno memberikan materi dalam kegiatan Diklat Kesekretariatan bagi para sekretaris paroki se-Keuskupan Atambua yang berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di Aula Emaus Pastoral Center, Keuskupan Atambua. Kegiatan ini diikuti oleh 71 peserta yang merupakan perwakilan sekretaris paroki dari seluruh wilayah keuskupan Atambua.
Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya kemampuan menulis berita sebagai bagian dari tugas pewartaan Gereja di era komunikasi modern.
Dalam materinya yang bertajuk “Menjadi Wartawan di Dapur Sendiri”, Romo Yudel mengajak para sekretaris paroki untuk menyadari bahwa publikasi kegiatan Gereja bukan sekadar dokumentasi, melainkan bagian dari misi Gereja dalam mewartakan Injil. Ia menegaskan bahwa Gereja sejak Konsili Vatikan II telah mendorong penggunaan media komunikasi sosial sebagai sarana pewartaan yang efektif.
“Kita tidak boleh hanya bekerja di balik meja, tetapi juga harus mampu mengkomunikasikan karya pastoral Gereja kepada umat secara benar dan bertanggung jawab,” ungkapnya di hadapan peserta.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berita gerejawi harus memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik dasar seperti akurat, objektif, singkat, dan jelas, serta tetap berakar pada nilai-nilai iman dan etika komunikasi Gereja. Para peserta juga dibekali pemahaman tentang unsur 5W+1H, teknik menulis lead, serta struktur piramida terbalik dalam penulisan berita.
Menurut Romo Yudel, kemampuan menulis berita sangat penting bagi sekretaris paroki karena mereka menjadi ujung tombak dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan kegiatan Gereja. Dengan keterampilan ini, diharapkan setiap kegiatan pastoral dapat diketahui umat secara luas dan memberi dampak positif bagi kehidupan menggereja.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Emaus Pastoral Center, beralamat di kompleks Emaus, Keuskupan Atambua ini menjadi momentum penting bagi para sekretaris paroki untuk meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam bidang komunikasi dan publikasi, demi mendukung pelayanan Gereja yang semakin terbuka dan komunikatif di tengah umat.
Stefanus Manek (Sekretaris Paroki St Andreas Rasul Tunbaba). Editor – Yudel Neno
