
MENA — KeuskupanAtambua.org – Para siswa Seminari Santa Maria Immakulata Lalian menggelar aksi panggilan di Paroki Santa Filomena Mena, Desa Oepuah Selatan, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada Jumat–Sabtu, 24–25 April 2026. Kegiatan ini diisi dengan pertandingan futsal dan malam kreasi sebagai sarana memperkenalkan kehidupan seminari sekaligus menumbuhkan minat panggilan di tengah umat, khususnya anak-anak dan kaum muda.

Rombongan pertama berjumlah 10 orang tiba di Mena pada Jumat, 24 April 2026, bersama Rm. Filto. Sementara itu, rombongan besar tiba pada Sabtu pagi, 25 April 2026, bersama Rm. Lucius Tae Mau, Pr, Rm. Aldy Seran, Pr, Fr. Anno, dua suster, yakni Sr. Evarista, CIJ dan Sr. Yohana Umbupati, serta 69 siswa seminari.
Sebelum malam kreasi digelar, para siswa seminari mengikuti pertandingan futsal melawan anak-anak SMAN Pantura di lapangan futsal Desa Oepuah Selatan. Pertandingan berlangsung dalam suasana persaudaraan dan kegembiraan. Dalam laga tersebut, tim siswa Seminari Lalian berhasil keluar sebagai pemenang.

Malam kreasi menjadi puncak kegiatan aksi panggilan. Para siswa seminari tampil memukau melalui sejumlah atraksi seni, antara lain paduan suara, pantomim, dance, band, ansambel, dan stand up comedy. Penampilan mereka mendapat perhatian dan sambutan hangat dari umat yang hadir.

Pastor Paroki Santa Filomena Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr, dalam sambutannya menyampaikan bahwa umat memiliki tanggung jawab bersama untuk memelihara dan mendukung panggilan para seminaris.
“Kita memiliki tanggung jawab yang sama dan besar untuk memelihara panggilan para seminaris. Kiranya apa yang ditampilkan menjadi daya tarik bagi anak-anak dan kaum muda untuk terpanggil mengikuti jejak menjadi seminaris dan kelak menjadi imam,” ujar Rm. Yohanes.

Di tengah kegiatan malam kreasi, Rm. Lucius Tae Mau, Pr, salah satu pembina yang mendampingi para siswa, menjelaskan bahwa aksi panggilan ini lahir dari kerinduan para siswa sendiri. Menurutnya, anak-anak seminari mengusulkan kegiatan tersebut, lalu para pembina mempertimbangkan dan akhirnya memutuskan untuk melaksanakannya.

“Kedatangan untuk aksi panggilan ini merupakan wujud nyata dari permintaan anak-anak sendiri. Anak-anak yang minta, kemudian para pembina menimbang, dan pada akhirnya memutuskan untuk aksi panggilan,” kata Rm. Lucius.

Ia menambahkan, seluruh acara pada dasarnya disiapkan oleh para siswa sendiri. Para pembina kemudian mendampingi dan menyempurnakan persiapan tersebut agar dapat ditampilkan dengan baik di hadapan umat.

Hal senada disampaikan Rm. Filto. Ia menilai kreativitas para siswa seminari sangat luar biasa. Menurutnya, sebagian besar gagasan pentas seni lahir dari para siswa sendiri.

“Anak-anak dari sisi kreativitas sangat luar biasa karena mereka siapkan sendiri. Delapan puluh persen ide berasal dari mereka, kemudian baru dipoles. Sekali lagi, luar biasa. Persiapan efektif hanya berlangsung selama satu minggu,” ungkap Rm. Filto.

Meriahkan nuansa malam kreasi, tampil juga Anak-Anak SMAK Santa Filomena Mena dalam suguhan dua tarian kreasi dan paduan suara dari Anak-Anak SDK In’ane

Melalui aksi panggilan ini, para siswa Seminari Lalian tidak hanya menampilkan bakat dan kreativitas, tetapi juga menghadirkan wajah kehidupan seminari yang penuh sukacita, persaudaraan, disiplin, dan semangat pelayanan. Kegiatan ini diharapkan menjadi benih panggilan baru bagi anak-anak dan kaum muda di Paroki Santa Filomena Mena.

Ditulis oleh Siswa Seminari (Genius Leto dan Gerald Tae). Diedit oleh Yudel Neno, Pr
