
Atambua — KeuskupanAtambua.org – SMPK Don Bosco Atambua menyelenggarakan Lomba Cerdas-Cermat Bahasa Inggris Jilid I antar-SD se-Kabupaten Belu pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti 12 tim tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST.

Kegiatan ini menjadi ruang edukatif bagi peserta didik tingkat sekolah dasar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, sekaligus menumbuhkan keberanian, daya saing, dan karakter melalui kegiatan di luar kelas.

Kepala SMPK Don Bosco Atambua, Rm. Kris Fallo, dalam testimoninya menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap pengembangan minat dan bakat anak-anak, khususnya dalam bidang Bahasa Inggris.

Menurutnya, pertanyaan mendasar yang perlu dijawab ialah mengapa kegiatan seperti ini perlu diselenggarakan. Jawabannya, kata Rm. Kris, karena sekolah ingin memberi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan menunjukkan kemampuan mereka.

“Kita ingin memberi ruang bagi anak-anak untuk bisa berekspresi. Kurikulum Merdeka tidak kaku hanya di dalam kelas. Karakter anak juga dibentuk melalui kegiatan ekstrakurikuler,” ungkapnya.

Rm. Kris juga menyinggung pertemuan sebelumnya dengan Bagian Puslitbang BP4D bersama Bapak Dr. Severinus Mau. Dalam pertemuan itu, dibicarakan pentingnya inovasi pendidikan, terutama bagaimana sekolah dapat menciptakan ruang-ruang pembentukan karakter melalui kegiatan kreatif dan kompetitif.
Ia menambahkan, pengalaman mengikuti lomba di Surabaya yang membutuhkan biaya besar menjadi salah satu inspirasi agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan di Kabupaten Belu. Dengan demikian, anak-anak di daerah memiliki kesempatan yang lebih dekat dan terjangkau untuk mengembangkan potensi mereka.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi SMPK Don Bosco Atambua untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Rm. Kris menegaskan bahwa SMPK Don Bosco tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga memberi perhatian serius pada minat, bakat, dan pembentukan karakter peserta didik.
“Masuk di Don Bosco bukan hanya soal akademik, tetapi juga soal minat dan bakat. Kita mengikuti minat anak-anak dan menyiapkan ruang bagi mereka. Karakter terbentuk ketika anak-anak diberi ruang,” jelasnya.
Ia pun mengajak para peserta didik dan orang tua untuk melihat SMPK Don Bosco Atambua sebagai rumah pendidikan yang terbuka bagi pengembangan potensi anak. “So, come and join with us,” pungkasnya.
Melalui Lomba Cerdas-Cermat Bahasa Inggris Jilid I ini, SMPK Don Bosco Atambua berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi muda Belu yang cerdas, berkarakter, percaya diri, dan mampu bersaing dalam dunia pendidikan yang semakin terbuka.
Penulis: Rm. Kris Fallo
Editor: Yudel Neno, Pr
