Browsing: Berita Pendidikan

“Pembelajaran mendalam adalah kunci agar Kurikulum Berbasis Cinta tidak berhenti pada slogan, tetapi benar-benar membentuk keutuhan pribadi peserta didik,” ungkap Direktur. Ia mengajak seluruh penyusun buku SMAK untuk memastikan bahwa setiap bab, contoh kasus, dan aktivitas belajar memberi ruang bagi peserta didik untuk mengalami cinta sebagai nilai dasar iman Katolik, sekaligus mampu menghubungkannya dengan persoalan dunia nyata, termasuk persoalan ekologis dan sosial.

Ia menambahkan bahwa banyak kenyataan ilmiah tidak dapat dijelaskan hanya dengan pendekatan saintifik, melainkan membutuhkan bahasa agama. Sifat maskulinitas manusia yang cenderung mendominasi dan mengeksploitasi juga perlu dikoreksi melalui kerangka kasih. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta adalah strategi penting untuk melindungi kelompok minoritas yang terpinggirkan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Rm. Darmin Mbula, OFM, Ketua Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) Indonesia, serta Antonius Nahak dari Pusat Pembelajaran dan Kurikulum Dikdasmen. Kehadiran para tokoh ini menegaskan kuatnya kolaborasi lintas lembaga dalam menghasilkan buku ajar berkualitas bagi peserta didik SMAK di seluruh Indonesia.

Dengan demikian, finalisasi modul ini menjadi langkah strategis dalam membumikan nilai kasih dan kepedulian ekologis dalam pendidikan Katolik. Kurikulum cinta bukan sekadar idealisme, tetapi sebuah realitas yang ditopang oleh pendekatan pedagogis yang holistik, spiritualitas yang mendalam, serta metode pembelajaran yang kontekstual dan membebaskan.