
Manufui, 18 Mei 2028 — KeuskupanAtambua.org – Sebanyak 98 pengurus Lingkungan dan Kelompok Umat Basis (KUB) Paroki Manufui mengikuti Animasi Tupoksi Pastoral di Aula Paroki Manufui, Senin, 18 Mei 2028. Kegiatan ini dibuka oleh Rm. Christian Kali, Pr dan menghadirkan narasumber dari Komisi Kateketik Keuskupan Atambua sebagai bagian dari program fokus paroki yang terintegrasi dalam kalender pastoral Keuskupan Atambua.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman para pengurus Lingkungan dan KUB mengenai tugas pokok dan fungsi pelayanan pastoral di tengah umat. Melalui animasi ini, para pengurus dibekali pemahaman tentang spiritualitas pelayanan, administrasi pastoral, animasi iman, serta kunjungan kasih sebagai bagian penting dari tanggung jawab pastoral di tingkat basis.

Animasi Tupoksi Pastoral ini menghadirkan dua narasumber dari Komisi Kateketik Keuskupan Atambua, yakni Bapak Yosef Helo dan Ibu Yustina Muti. Dalam materinya, Bapak Yosef Helo menekankan pentingnya spiritualitas pelayanan sebagai dasar bagi para pengurus Lingkungan dan KUB dalam menjalankan tugas pelayanan.

Menurut Bapak Yosef, pengurus Lingkungan tidak hanya bertugas mengurus hal-hal teknis dan administratif, tetapi juga dipanggil untuk hadir sebagai bagian dari tim pastoral Gereja yang melayani kebutuhan umat.
“Pengurus Lingkungan adalah tim pastoral yang hadir untuk memenuhi kebutuhan sesama dalam urusan Gereja,” ungkap Sekretaris Puspas Keuskupan Atambua tersebut.
Ia juga menegaskan pentingnya pelayanan pastoral berbasis data. Menurutnya, data umat menjadi dasar penting agar para pengurus dapat mengenal secara lebih tepat kondisi umat yang dilayani, baik dalam bidang iman, kehidupan keluarga, maupun kebutuhan pastoral lainnya.
Sementara itu, Ibu Yustina Muti menjelaskan secara rinci tugas pokok dan fungsi pengurus Lingkungan dan KUB. Ia menyoroti tiga aspek utama dalam pelayanan, yakni animasi iman, administrasi pastoral, dan kunjungan kasih.

Menurut Ibu Yustina, pengurus Lingkungan dan KUB perlu memahami perannya sebagai penggerak kehidupan iman umat di tingkat basis. Karena itu, pelayanan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada pendataan atau koordinasi kegiatan, tetapi juga mencakup kehadiran, perhatian, dan pendampingan terhadap umat.
Pada bagian akhir kegiatan, Pastor Paroki Manufui, Rm. Alfonsius Leki, Pr, menyampaikan harapannya agar para pengurus Lingkungan dan KUB semakin memahami tanggung jawab pastoral yang dipercayakan kepada mereka.
Ia berharap para pengurus tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menghadirkan semangat iman yang hidup dalam setiap pelayanan.
“Pengurus Lingkungan dan KUB diharapkan mampu menjadi teladan iman di tengah umat serta menghadirkan kasih, kepedulian, dan komitmen pastoral yang nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rm. Alfonsius Leki, Pr.
Penulis: Rm. Christian Kali, Pr
Editor: Yudel Neno
