
Noemuti– KeuskupanAtambua.org – Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti menyelenggarakan Kursus Persiapan Perkawinan gelombang pertama tahun 2026 bagi 40 pasangan calon suami istri. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa–Kamis, 28–30 April 2026, itu dilaksanakan di gereja lama Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti.

Kursus ini merupakan program rutin Seksi Keluarga Dewan Pastoral Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti. Kegiatan tersebut bertujuan mempersiapkan para calon pasangan suami istri untuk menerima Sakramen Perkawinan serta membekali mereka dengan pemahaman yang memadai dalam membangun rumah tangga Katolik.

Para peserta kursus berasal dari 47 lingkungan yang ada di wilayah Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti. Proses pendaftaran dilakukan melalui lingkungan masing-masing. Setelah itu, pengurus lingkungan membawa berkas calon peserta ke Kantor Paroki untuk didaftarkan sebagai peserta kursus gelombang pertama tahun 2026.

Selama tiga hari, para peserta mengikuti sejumlah materi yang berkaitan dengan kehidupan perkawinan, keluarga, iman, kesehatan, ekonomi, dan dinamika rumah tangga. Materi-materi tersebut diberikan oleh para imam, narasumber awam, serta tim pendamping sesuai bidang masing-masing.

Materi tentang Hukum Perkawinan Gereja Katolik dibawakan oleh Rm. Agustinus Berek, Pr. Sementara itu, materi tentang komunikasi pasangan suami istri dan psikologi dalam hidup berkeluarga dibawakan oleh Ibu Elisabeth Kristanti.

Para peserta juga mendapat pembekalan mengenai perkawinan sebagai sakramen dan moral perkawinan Katolik dari Rm. Yunus Sirilus Bouk, Pr. Selain itu, Rm. Yanuarius Meta Uskenat, Pr., membawakan materi tentang peranan doa dalam keluarga.

Aspek kesehatan keluarga turut menjadi perhatian dalam kursus ini. Materi tentang Kesehatan Keluarga dan HIV/AIDS dibawakan oleh Ibu Yovita Leltakaeb bersama tim. Dalam sesi tersebut, juga dilakukan pemeriksaan atau screening kesehatan bagi 40 pasangan calon suami istri.

Selain materi iman dan kesehatan, para peserta mendapat pembekalan mengenai ekonomi rumah tangga dari Bapak Maximus Tuke. Mereka juga diperkenalkan dengan pemahaman tentang Gerakan Credit Union atau CU oleh Bapak Yohanes Lopis bersama tim.
Materi lain yang turut didalami ialah KDRT dan dinamika dalam keluarga Kristiani. Materi ini dibawakan oleh Bapak Fabiano Kuftalan. Melalui materi tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya membangun relasi keluarga yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian sertifikat Kursus Persiapan Perkawinan kepada para peserta. Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa para calon pasangan suami istri telah mengikuti proses kursus dan menjadi salah satu syarat administrasi untuk melangsungkan perkawinan Katolik.
Melalui kursus ini, Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti berharap para calon pasangan suami istri semakin siap memasuki hidup perkawinan. Kesiapan itu tidak hanya menyangkut aspek administrasi, tetapi juga kedewasaan iman, komunikasi, tanggung jawab, dan komitmen membangun keluarga Kristiani.
Penulis: Bria Gerry – Sekretaris Paroki Noemuti
Editor: Yudel Neno
