MENA, KeuskupanAtambua.org — Umat Paroki Santa Filomena Mena menggelar latihan produksi abon ikan di Lopo Amanekat Paroki Mena, Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program fokus Paroki Mena yang telah terkalender dalam Kalender Keuskupan Atambua, dengan sasaran utama ibu-ibu rumah tangga yang diutus dari lingkungan-lingkungan umat.
Pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi umat, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga. Melalui kegiatan ini, umat diharapkan mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat menunjang kehidupan keluarga.
Pastor Paroki Santa Filomena Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr., ketika dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut, mengatakan bahwa pelatihan produksi abon ikan merupakan wujud nyata pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di wilayah Paroki Mena.
Menurut Rm. Yohanes, potensi alam yang ada di sekitar umat perlu dikelola secara kreatif dan produktif. Dengan demikian, sumber daya yang tersedia tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Apa yang dilakukan ini merupakan wujud nyata untuk menyerap dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di wilayah Paroki Mena,” ujar Rm. Yohanes.
Kegiatan ini berjalan baik berkat kerja sama antara Paroki Mena dan Pemerintah Desa Oepuah Selatan. Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi Kepala Desa Oepuah Selatan, Ibu Lidya Suluh.
Ibu Lidya menjelaskan, pelatihan ini dapat berjalan efektif karena para pendamping telah memiliki pengalaman sebelumnya. Pada tahun lalu, ibu-ibu yang kini mendampingi peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan produksi abon ikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Karena itu, proses pendampingan dalam kegiatan ini berlangsung lebih terarah. Para peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga langsung terlibat dalam proses pengolahan, mulai dari persiapan bahan, produksi, hingga pengemasan.

Hasil pelatihan pada hari itu langsung dikonsumsi bersama dan sebagian dikemas untuk didistribusikan. Produk abon ikan tersebut kemudian dijual dengan harga Rp 25.000 per bungkus.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan sesaat, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha produktif umat. Dengan adanya keterampilan mengolah abon ikan, ibu-ibu rumah tangga di Paroki Mena diharapkan semakin terdorong untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Selain bernilai ekonomi, pelatihan ini juga menjadi ruang kebersamaan dan kerja sama antarumat. Paroki, pemerintah desa, dan kelompok ibu-ibu rumah tangga bergerak bersama untuk menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Melalui latihan produksi abon ikan ini, Paroki Mena menunjukkan bahwa pelayanan pastoral tidak hanya terbatas pada kegiatan liturgis, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.
Penulis: Ota Tulasi, Sekretaris Paroki Mena
Editor: Rm. Yudel Neno, Pr.
