
Seon, KeuskupanAtambua.org – Paroki Kristus Raja Seon menyelenggarakan Misa Penutupan Kegiatan Kursus Persiapan Perkawina Katolik Gelombang Pertama pada Kamis, 16 April 2027 di Gereja Kristus Raja Seon. Misa dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Kristus Raja Seon, Rm. Aloysius Kosat, Pr dihadiri oleh para peserta kursus sebanyak 13 pasang didampingi orang tua/wali, orang tua saksi, para pengurus lingkungan dan tokoh adat. Dalam kata pengantarnya , Rm. Alo mengatakan bahwa sebagai manusia perlu bersyukur kepada Tuhan untuk segala sesuatu yang telah dilaksanakan. Karena disadari atau tidak, Tuhan selalu hadir menyertai.

Pada saat kotbah, ia mengajak para peserta misa untuk terus berbuat baik dan benar serta menghindari yang salah dan jahat. “Keluarga-keluarga Katolik dan calon keluarga Katolik supaya menerapkan nilai-nilai kehidupan yang dipelajari dalam hidup sehari-hari baik di lingkungan keluarga, Gereja dan masyarakat”, tuturnya. Bagi para peserta kursus, ia menghimbau agar membangun keluarga secara baik dan benar menurut ajaran iman Katolik. Setiap keluarga supaya mempertahankan kesucian sakramen. Orang tua wajib mencintai dan bertanggung jawab untuk anak-anak karena anak-anak adalah titipan dari Tuhan, tandasnya.

Sebelum menutupi Perayaan Ekaristi, Fr. Ardo Bolaer, S. Fil, selaku koordinator kegiatan kursus mengucapkan limpah terima kasih dan dan permohonan maaf kepada para peserta dan semua pihak yang terlibat di dalam kegiatan kursus yang berlangsung empat hari mulai Senin, 13 April-Kamis, 16 April 2026. Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Adriana Odilia Usfal mengatasnamakan para peserta kursus mengucapkan limpah terima kasih kepada para imam, koordinator, para pemateri, pengurus lingkungan yang sudah setia mendampingi mereka selama kegiatan kursus. Sedangkan Rm. Alo menitipkan beberapa pesan bagi calon pasutri berupa hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk kelancaran urusan perkawinan nanti. Misalnya pihak dari luar paroki Seon supaya mengurus Status Liber dari paroki asal, bagi yang pindah agama supaya membuat surat pernyataan pribadi dan surat keluasan dari orang tua, perlu adanya surat penyelesaian bila ada permasalahan di masa lalu, perlu mengurus surat permandian terbaru dan lain-lain.

Setelah misa dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta sebagai tanda bahwa mereka telah mengikuti dan menyelesaikan kegiatan Kursus Perkawinan di Paroki Seon, untuk digunakan sebagaimana mestinya. Lalu ada Snack bersama di Pastoran Paroki Kristus Raja Seon yang disediakan oleh para peserta. Para peserta juga memberikan cindera mata bagi paroki berupa sapi ijuk.
Penulis : Odilia – SekPar Seon . Editor – Yudel Neno
