
Wini – KeuskupanAtambua.org – Sebanyak 639 calon penerima Sakramen Krisma mengikuti pengajaran iman yang dipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026, tepat pukul 16.30 WITA di pusat Paroki St. Fransiskus Xaverius Wini.

Kedatangan Bapak Uskup disambut meriah di pintu gerbang gereja oleh seluruh umat Paroki Wini bersama para calon Krisma. Sambutan hangat dari pastor paroki Rm. Yoris Samuel Giri, Pr, dan umat menjadi tanda sukacita atas kehadiran gembala Keuskupan Atambua di tengah mereka.

Rangkaian penyambutan diawali dengan tutur adat yang disampaikan para tokoh adat, pengurus DPP/DKP, serta para ketua lingkungan. Nuansa budaya lokal semakin terasa dengan persembahan tarian gong dan bidu oleh anak-anak sebagai wujud penghormatan kepada Bapak Uskup.

Setibanya di dalam gereja, Mgr. Dominikus Saku disambut dengan lagu pujian oleh paduan suara. Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai awal kegiatan sebelum pengajaran dimulai.

Setelah beristirahat sejenak, acara dilanjutkan dengan sesi pengajaran iman. Para calon Krisma hadir lengkap sesuai daftar hadir, terdiri dari pria dan wanita, mulai dari pelajar, orang dewasa, hingga anggota OMK yang antusias mengikuti seluruh rangkaian.

Dalam pengajarannya, Bapak Uskup menyampaikan empat tema besar yang wajib dipahami setiap calon penerima Sakramen Krisma, yaitu tentang Gereja, Sakramen, Roh Kudus, dan Doa. Keempat materi ini menjadi fondasi penting agar umat memahami makna dan tanggung jawab iman Katolik.

Mengenai Gereja, Uskup menekankan bahwa Gereja adalah persekutuan umat beriman yang dipersatukan dalam Kristus. Ia mengajak para calon Krisma untuk semakin mencintai Gereja dan aktif dalam kehidupan menggereja.

Untuk tema Sakramen, Mgr. Dominikus menjelaskan bahwa sakramen adalah tanda nyata kehadiran Allah yang menguduskan hidup umat. Sakramen Krisma sendiri, lanjutnya, meneguhkan rahmat baptis agar umat semakin kuat menjadi saksi Kristus.
Dalam penjelasan tentang Roh Kudus, Bapak Uskup mengingatkan bahwa Roh Kudus adalah penolong dan penghibur yang membimbing umat dalam kebenaran. Ia mendorong calon Krisma untuk membuka hati dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus setiap hari.
Terakhir, mengenai Doa, Uskup menegaskan bahwa doa adalah napas kehidupan orang beriman. Ia mengajak semua peserta untuk menjadikan doa sebagai gaya hidup, baik doa pribadi maupun doa bersama, agar relasi dengan Tuhan semakin intim.

Kegiatan pengajaran ini berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Kehadiran Uskup Atambua diharapkan semakin meneguhkan iman para calon Krisma Paroki Wini menjelang penerimaan Sakramen Krisma, serta memperkuat semangat persatuan umat dalam Gereja.
Penulis – Paul Miki Abi – Sekretaris Paroki Wini. Editor – Yudel Neno
