
LALIAN, KeuskupanAtambua.org — SMA Swasta Seminari Lalian mendapat kunjungan dari mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira atau UNWIRA Kupang, Sabtu, 23 Mei 2026. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka sosialisasi dan pemberian layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan ilmu yang ditekuni mahasiswa pada masing-masing program studi, termasuk Program Studi Bimbingan dan Konseling.

Pada tahun ini, sasaran kegiatan KKBM berpusat di Kabupaten Belu, khususnya di Desa Tukuneno. Sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian program tersebut, antara lain asesmen kebutuhan peserta didik, seminar kesehatan mental, kerja bakti, pertandingan persahabatan antara mahasiswa dan masyarakat setempat, pelayanan koor pada Hari Raya Pentakosta, kuis Kitab Suci untuk anak-anak SD, literasi dan numerasi bagi anak-anak usia SD dan SMP, serta pentas seni dan malam persaudaraan sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam kunjungan ke SMA Swasta Seminari Lalian, tim mahasiswa terlebih dahulu menyebarkan angket kepada peserta didik sebagai sasaran layanan. Angket yang telah diisi kemudian dianalisis oleh tim untuk memperoleh gambaran kebutuhan peserta didik. Hasil analisis tersebut menjadi dasar penyusunan materi layanan sekaligus bahan rekomendasi bagi guru bimbingan dan konseling dalam proses pendampingan peserta didik.

Para peserta didik SMA Swasta Seminari Lalian mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Kegiatan di sekolah tersebut dimediasi oleh Rm. Daniel Makbalin, Pr., selaku guru konseling. Sementara itu, Kepala SMA Swasta Seminari Lalian, Rm. Hironimus Masu, Pr., mengapresiasi kunjungan tersebut dengan memberikan ruang dan kesempatan kepada mahasiswa UNWIRA Kupang untuk melaksanakan kegiatan bersama para peserta didik.
Setelah proses asesmen dilakukan, hasil analisis kebutuhan peserta didik disosialisasikan kepada pihak sekolah, terutama kepala sekolah dan guru bimbingan konseling. Dokumen hasil asesmen juga diserahkan kepada guru BK sebagai bukti fisik sekaligus bahan pendampingan lanjutan.
Sosialisasi hasil asesmen dilakukan oleh dosen pendamping. Pada saat yang sama, tim mahasiswa memberikan layanan bimbingan klasikal di setiap rombongan belajar sesuai dengan kebutuhan psikologis dominan yang ditemukan dalam asesmen.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap proses pendampingan peserta didik dapat semakin diperkuat. Kunjungan semacam ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan pada masa mendatang, terutama dengan durasi pendampingan yang lebih panjang sehingga proses bimbingan, konseling, dan modelling bagi peserta didik dapat berjalan lebih optimal.
Penulis: Adam Natalino Teme dan Ogilbertus Hendra Mauloko
Editor: Yudel Neno
