Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih
  • Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut
  • Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua
  • Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38
  • Kristus Tanda Keselamatan
  • TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.
  • Undangan Terbuka
  • Kebahagiaan Sejati: Lebih Dari Sekedar Hubungan Darah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Ketika Seks Direduksi Jadi Komoditas, OMK Diajak Mengembalikan Tubuh pada Martabatnya
Berita Keuskupan Atambua

Ketika Seks Direduksi Jadi Komoditas, OMK Diajak Mengembalikan Tubuh pada Martabatnya

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaJuly 4, 2026No Comments58 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

MAUMERE — KeuskupanAtambua.org – Dunia digital membuka ruang luas bagi orang muda untuk belajar, berjejaring, dan bertumbuh. Namun, pada saat yang sama, dunia digital juga membawa tantangan serius, terutama ketika tubuh manusia dan seksualitas direduksi menjadi tontonan, komoditas, dan objek bisnis.

Kesadaran itu menjadi salah satu penekanan dalam seminar Orang Muda Katolik yang berlangsung di Aula Ritapiret, Maumere, Sabtu (4/7/2026), dalam rangka Nusra Youth Day III. Kegiatan Nusra Youth Day III berlangsung di Keuskupan Maumere sejak 1 Juli 2026 dan akan berakhir pada 5 Juli 2026.

Seminar tersebut dihadiri sekitar 800-an Orang Muda Katolik, bersama para romo, para uskup, dan sejumlah umat. Hadir pula Uskup Larantuka serta Uskup Agung Ende yang tampil sebagai keynote speaker.

Salah satu pembicara dalam seminar itu ialah Violison Martheo, Head of Domus Cordis Jakarta. Di hadapan para peserta, Violison mengangkat tema seksualitas dari sudut pandang teologi, khususnya Teologi Tubuh yang diwariskan secara mendalam oleh Paus Yohanes Paulus II.

Violison menegaskan bahwa seks dan nafsu pada dirinya bukanlah sesuatu yang buruk. Keduanya menjadi keliru ketika tidak lagi ditempatkan dalam terang martabat manusia, kasih, tanggung jawab, dan kehendak Allah.

“Seks dan nafsu bukanlah hal yang buruk. Yang keliru adalah pemaknaan dan perlakuan manusia terhadapnya,” demikian pokok penegasan Violison dalam pemaparannya.

Menurut Violison, seksualitas harus dipahami sebagai bagian dari rahmat Allah. Manusia diciptakan sebagai citra Allah, dan tubuh manusia bukan sekadar benda biologis, melainkan ruang kehadiran kasih, tanggung jawab, dan pemberian diri.

Namun, dalam sejarah kehidupan manusia, seksualitas kerap dibelokkan dari makna luhurnya. Violison menjelaskan bahwa dosa dan godaan selalu berusaha menjauhkan manusia dari martabatnya sebagai citra Allah. Salah satu bentuk pembelokan itu tampak ketika seks dipisahkan dari kasih sejati dan diperlakukan semata-mata sebagai pemuas keinginan.

Ia juga menyinggung berbagai bentuk penyalahgunaan seksualitas yang, dalam pandangan moral Gereja, tidak sejalan dengan martabat tubuh dan panggilan kasih manusia. Karena itu, ia mengajak OMK untuk tidak memandang seks secara dangkal, apalagi sekadar mengikuti arus budaya digital yang sering kali memasarkan tubuh sebagai objek konsumsi.

Kepada para OMK yang kelak akan memasuki hidup berkeluarga sebagai suami dan istri, Violison menegaskan bahwa seks adalah karunia Allah. Dalam perkawinan, seks bukan semata dorongan biologis, melainkan ungkapan kasih yang utuh, setia, terbuka, dan bertanggung jawab.

Ia menyebut seksualitas dalam hidup perkawinan sebagai spiritualitas pemberian diri. Di dalamnya, suami dan istri tidak saling memakai, tetapi saling menerima, saling memberi, dan saling memuliakan.

“Dalam perkawinan, seks adalah ungkapan kasih yang berkata: aku memilikimu secara utuh, dan aku memberikan diriku secara utuh,” demikian inti pesan yang disampaikan Violison.

Violison juga memberikan kritik tajam terhadap pornografi. Menurut dia, pornografi merendahkan tubuh manusia karena menjadikannya komoditas. Tubuh dijadikan bahan tontonan, alat bisnis, dan objek pasar. Akibatnya, seks kehilangan makna rohaninya sebagai rahmat Allah dan panggilan untuk mencintai secara benar.

“Pornografi menunjukkan bagaimana tubuh menjadi komoditas. Tubuh menjadi bisnis. Seks direduksi menjadi barang dagangan,” tegasnya.

Dalam konteks itu, Violison mengajak Orang Muda Katolik untuk menjadi garda terdepan dalam “berkatekeSEX”. Istilah itu dipakai untuk menegaskan pentingnya keberanian OMK dalam belajar, berbicara, dan memberi kesaksian tentang seksualitas secara sehat, jernih, benar, dan sesuai iman Katolik.

Menurut dia, pendidikan seksualitas tidak boleh dilepaskan dari iman, martabat manusia, dan tanggung jawab moral. OMK perlu memiliki bekal yang cukup agar tidak mudah terseret arus digital yang kerap menyajikan tubuh dan seksualitas secara instan, dangkal, dan konsumtif.

Melalui seminar tersebut, para peserta Nusra Youth Day III diajak untuk melihat tubuh bukan sebagai barang, melainkan sebagai anugerah. Seksualitas bukan untuk direndahkan, melainkan untuk dimaknai dalam terang kasih Allah.

Dengan demikian, OMK diharapkan mampu menjadi generasi Katolik yang tidak hanya cerdas menggunakan teknologi, tetapi juga bijaksana menjaga martabat tubuh, memuliakan relasi, dan memahami seksualitas sebagai rahmat Allah yang harus diarahkan kepada kasih sejati.

oleh Yudel Neno

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua

October 12, 2026

Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38

October 12, 2026

TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.

October 11, 2026

RD Yoris Samuel Giri Memberi Pesan Kepada Para Pajurit TNI Katolik Untuk Manfaatkan Bulan Rosario untuk Menimba Semangat Baru Dalam Tugas dan Pengabdian

October 3, 2026

Meriahkan Bulan Kitab Suci Nasional 2026 Pastor Paroki Katedral Atambua bersama Dewan Pengurus Pastoral adakan lomba Kitab Suci

September 29, 2026

Momen 25 Tahun Imamat Rm. Yustus Ati Bere, Ketua Panitia Soroti Pentingnya Doa dalam Hidup Keluarga 

September 24, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 13, 2026

Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 12, 2026

Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua

October 12, 2026

Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38

October 12, 2026

Kristus Tanda Keselamatan

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 12, 2026

TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.

October 11, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?