
MAUMERE — KeuskupanAtambua.org – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan sambutan dalam rangka Misa Penutupan Nusra Youth Day III yang berlangsung di Aula Ritapiret, Maumere, Minggu, 5 Juli 2026. Di hadapan 837 peserta dari sembilan keuskupan se-Regio Nusra-Bali, Gubernur NTT mengajak Orang Muda Katolik untuk mengambil bagian secara nyata dalam pembangunan daerah melalui literasi, ekonomi kreatif, politik yang sehat, serta penggunaan media sosial secara positif.

Perayaan Ekaristi penutupan tersebut dipimpin oleh Uskup Labuan Bajo sekaligus Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Maksimus Regus, bersama Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Uskup Larantuka, Mgr. Hans Manteiro, Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, para Ketua Komisi Kepemudaan se-Nusra-Bali, para imam, pater, suster, serta sejumlah umat. Hadir pula Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera, yang juga menjadi Ketua Umum Panitia NYD III Maumere.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan sukacita karena Nusra Youth Day III menjadi ruang perjumpaan bagi orang muda Katolik dari berbagai keuskupan. Menurutnya, ruang seperti ini penting karena mempertemukan iman, persaudaraan, gagasan, dan semangat orang muda untuk bergerak bersama.

Ia menegaskan bahwa partisipasi orang muda sangat dibutuhkan dalam kehidupan Gereja, masyarakat, dan pembangunan daerah. Orang muda, katanya, tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus mengambil bagian dalam berbagai bidang kehidupan secara sehat, cerdas, produktif, dan konstruktif.

Secara khusus, Gubernur menyoroti tantangan penggunaan media sosial. Ia mengingatkan bahwa masih banyak orang yang “tangannya lebih cepat dari otak”, sehingga mudah menyebarkan sesuatu tanpa berpikir matang. Karena itu, ia mengajak OMK untuk menggunakan media sosial sebagai ruang pewartaan nilai, kebaikan, persaudaraan, dan edukasi.

“Jangan takut berbuat baik melalui media sosial, apa pun risikonya,” demikian pesan yang ditekankan Gubernur kepada para peserta.

Selain media sosial, Gubernur juga mendorong orang muda Katolik untuk tidak alergi terhadap dunia politik. Menurutnya, orang muda perlu terjun dalam politik secara sehat, dengan membawa nilai iman, kejujuran, tanggung jawab, dan keberpihakan pada kebaikan bersama. Politik, dalam pandangannya, harus menjadi ruang pelayanan, bukan sekadar perebutan kepentingan.

Gubernur NTT juga memberikan perhatian serius pada persoalan literasi. Ia menyebut bahwa kondisi literasi di NTT masih memprihatinkan dan berada pada posisi kedua dari bawah. Karena itu, OMK diajak untuk menjadi bagian dari gerakan literasi, mulai dari lingkungan keluarga, komunitas, paroki, sekolah, hingga masyarakat.

Ia mendorong gerakan belajar masyarakat, termasuk belajar bersama di rumah masing-masing. Menurutnya, OMK dapat berperan sebagai penggerak, pendamping, dan sahabat belajar bagi anak-anak maupun masyarakat di sekitarnya.

“Harapannya, OMK turut berpartisipasi dalam urusan literasi,” tegasnya.
Dalam bidang ekonomi, Gubernur mengajak OMK untuk lebih berani masuk dalam ekonomi kreatif. Ia menilai NTT memiliki potensi daerah dan potensi alam yang besar, tetapi belum seluruhnya dikelola secara produktif. Karena itu, orang muda Katolik perlu mengembangkan kreativitas, membaca peluang, mengeksplorasi kekayaan lokal, dan memberdayakan potensi ekonomi umat.

Ia mengingatkan bahwa banyak uang keluar dari NTT karena masyarakat belum cukup produktif. Karena itu, NYD III diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum yang membangkitkan kesadaran baru agar OMK semakin produktif, kreatif, dan mampu membangun kerja sama lintas komunitas.
“Semoga dengan adanya NYD III ini, kita menjadi generasi yang saling mendukung dalam segala bidang,” ungkapnya.
Gubernur berharap, sepulang dari Maumere, para peserta Nusra Youth Day III membawa pulang semangat baru untuk membangun Gereja dan masyarakat. OMK diharapkan tetap produktif dan konstruktif, berani berkolaborasi, serta menjadi generasi yang tidak hanya berkumpul dalam sukacita iman, tetapi juga bergerak bersama untuk menghadirkan perubahan nyata.
Nusra Youth Day III Maumere sendiri diikuti oleh 837 peserta dari sembilan keuskupan, yakni Keuskupan Atambua, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Weetabula, Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, dan Keuskupan Denpasar.
Perjumpaan orang muda Katolik se-Nusra-Bali ini menjadi ruang pembinaan iman, persaudaraan, literasi, kreativitas, serta komitmen bersama untuk membangun bangsa dan Gereja.
oleh Yudel Neno
