
NITA, KeuskupanAtambua.org — Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua bersama utusan peserta Orang Muda Katolik Keuskupan Atambua menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pastor Paroki, Dewan Pastoral Paroki, seluruh umat, serta terutama para orang tua asuh di Paroki Nita, Maumere, yang telah menerima, melayani, dan memperhatikan para peserta selama mengikuti rangkaian Nusra Youth Day III di Maumere.

Apresiasi itu disampaikan atas antusiasme umat Paroki Nita yang dinilai luar biasa dalam menyambut kehadiran para peserta dari berbagai keuskupan. Bagi peserta OMK Keuskupan Atambua, penerimaan umat Paroki Nita bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga pengalaman persaudaraan yang nyata.

Selain kepada Pastor Paroki, DPP, umat, dan para orang tua asuh, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Ketua Lingkungan, Ketua KBG, serta seluruh posko yang telah menampung dan melayani peserta dari keuskupan-keuskupan. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari kelancaran kegiatan NYD III.

Frater Rigen Lalu Leto menyampaikan bahwa pelayanan umat Paroki Nita menjadi pengalaman iman yang sangat berkesan. Menurut dia, para peserta tidak hanya diterima sebagai tamu, tetapi diperlakukan sebagai keluarga sendiri.

“Kami sungguh merasa diterima. Kehangatan umat, perhatian para orang tua asuh, dan pelayanan di posko-posko membuat kami mengalami secara nyata arti Gereja sebagai rumah persaudaraan,” ungkap Frater Rigen.
Hal senada disampaikan Ino Naikteas. Ia mengatakan, keramahan umat Paroki Nita memberi kekuatan tersendiri bagi peserta, terutama setelah melewati perjalanan panjang menuju Maumere.
“Kami datang dengan membawa lelah perjalanan, tetapi di Paroki Nita kami menemukan senyum, perhatian, dan kasih. Itu membuat kami merasa aman, nyaman, dan sungguh bersyukur,” katanya.
Anty Talan juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua asuh yang telah membuka rumah dengan tulus. Menurut dia, pengalaman tinggal bersama umat menjadi bagian penting dari NYD III karena menghadirkan perjumpaan yang sederhana, tetapi mendalam.
“Kami belajar bahwa kasih tidak selalu hadir dalam hal besar. Kadang kasih hadir melalui makanan yang disiapkan, tempat tidur yang diberikan, sapaan yang ramah, dan perhatian kecil yang membuat kami merasa menjadi bagian dari keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Aty Mabilani menilai pelayanan umat Paroki Nita menjadi contoh nyata tentang semangat gotong royong dalam Gereja. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang bekerja tanpa banyak bicara, tetapi dengan hati yang penuh kasih.
Indri Siki juga menyampaikan bahwa perhatian para Ketua Lingkungan, Ketua KBG, dan petugas posko membuat peserta merasa didampingi selama kegiatan. Menurut dia, koordinasi yang baik membuat peserta dapat mengikuti rangkaian NYD III dengan lebih tenang.
Dewi Nino mengungkapkan rasa syukur karena diterima dengan penuh sukacita oleh umat Paroki Nita. Ia berharap persaudaraan yang terbangun selama NYD III tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi terus menjadi kenangan dan ikatan iman.
Rina Tikneon menambahkan bahwa Paroki Nita telah memberi kesaksian tentang Gereja yang ramah dan terbuka. Menurut dia, pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi OMK untuk kelak juga mampu menerima dan melayani orang lain dengan hati yang sama.
Sekretaris Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, Rm. Yudel Neno, Pr, menyampaikan apresiasi setulus hati kepada Pastor Paroki, DPP, seluruh umat, para orang tua asuh, Ketua Lingkungan, Ketua KBG, serta seluruh posko di Paroki Nita. Ia mengatakan, pelayanan umat Paroki Nita menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman iman peserta NYD III.
“Atas nama Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua dan seluruh peserta OMK Keuskupan Atambua, kami menyampaikan terima kasih yang tulus. Paroki Nita tidak hanya menyediakan tempat, tetapi menghadirkan rumah. Tidak hanya memberi pelayanan, tetapi memperlihatkan kasih yang nyata,” ujar Rm. Yudel.
Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, Rm. Yoris Giri, Pr, juga menyampaikan apresiasi mendalam. Ia mengatakan, penerimaan umat Paroki Nita menjadi tanda bahwa kegiatan orang muda bukan hanya milik peserta, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh umat.
“Kami berterima kasih kepada Pastor Paroki, DPP, umat, orang tua asuh, para Ketua Lingkungan, Ketua KBG, dan semua posko. Cinta dan perhatian yang diberikan kepada peserta menjadi bukti bahwa Gereja hidup ketika umat saling membuka hati,” katanya.
Rm. Yoris berharap pengalaman tinggal dan berjumpa dengan umat Paroki Nita menjadi bekal bagi OMK Keuskupan Atambua untuk semakin mencintai Gereja, menghargai persaudaraan, dan belajar melayani dengan rendah hati.
Ditulis oleh Tim Komsos KA
Editor: Yudel Neno
