
MAUMERE — KeuskupanAtambua.org – Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Maksimus Regus, menutup secara resmi kegiatan Nusra Youth Day (NYD) III di Aula Santo Petrus Ledalero, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 5 Juli 2026. Penutupan dilakukan dalam rangkaian Perayaan Ekaristi yang dihadiri 837 Orang Muda Katolik dari sembilan keuskupan se-Regio Nusra-Bali.

Dalam homilinya, Mgr. Max Regus mengajak Orang Muda Katolik agar tidak berhenti pada euforia perjumpaan, tetapi berani bertolak kembali ke dunia nyata dengan semangat lemah lembut dan rendah hati. Pesan itu ia dasarkan pada Injil Matius 11:25-30 yang berbicara tentang Yesus yang lemah lembut dan rendah hati.

Menurut Mgr. Max, sikap lemah lembut menjadi sangat penting di tengah dunia digital yang kerap dipenuhi kekerasan verbal dan psikologis. Ia mengingatkan, ruang digital tidak boleh menjadi tempat untuk saling melukai, tetapi harus menjadi sarana pewartaan, persaudaraan, dan kebaikan.
“Orang muda harus energik. Media sosial harus dipakai secara bijaksana sebagai sarana pewartaan,” demikian inti pesan yang disampaikan Mgr. Max kepada para peserta.

Ia juga menyoroti kepalsuan yang kerap dimainkan dalam dunia digital. Menurut dia, tidak sedikit orang menampilkan wajah yang tampak bahagia di media sosial, tetapi dalam kenyataan diam-diam sedang kehilangan arah. Karena itu, Orang Muda Katolik diajak untuk membangun hidup yang otentik, tidak hanya tampak baik di layar, tetapi sungguh berakar dalam iman dan kebaikan.

Dengan gaya khas yang akrab dan penuh humor, Uskup Labuan Bajo itu juga menyentil soal perjumpaan orang muda yang dapat membuka ruang bagi relasi dan masa depan. Ia berseloroh, setelah kegiatan selesai, mungkin ada kontingen yang pulang dengan “kelebihan peserta” atau sebaliknya ada peserta yang “tertinggal”. Guyonan itu disambut hangat peserta dan dimaknai sebagai ajakan agar orang muda juga bijaksana dalam menemukan pasangan hidup yang tepat.

Bapak Uskup juga menegaskan bahwa Orang Muda Katolik se-Nusra datang ke Maumere dari berbagai arah, dari pulau, paroki, keuskupan, dan latar pengalaman yang berbeda-beda. Namun, semua langkah itu bertemu pada satu tujuan yang sama, yakni Maumere sebagai tanah perjumpaan Nusra Youth Day III. Kini, ketika para peserta akan kembali ke tempat masing-masing, mereka pulang bukan hanya membawa cerita perjalanan, melainkan membawa kenangan yang sama, yakni kenangan persaudaraan. Maumere telah menjadi ruang rahmat yang mempertemukan banyak arah menjadi satu hati, banyak langkah menjadi satu ziarah, dan banyak perbedaan menjadi satu keluarga muda Katolik.
Perayaan Ekaristi penutupan NYD III berlangsung meriah. Hadir dalam perayaan itu Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Larantuka Mgr. Hans Manteiro, Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, para Ketua Komisi Kepemudaan se-Regio Nusra-Bali, para romo, pater, frater, suster, serta 837 peserta dari Keuskupan Atambua, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, dan Keuskupan Denpasar.
Hadir pula Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sikka.
Dalam sambutannya, Mgr. Max menyampaikan terima kasih kepada para uskup se-Regio Nusra-Bali dan para Ketua Komisi Kepemudaan di masing-masing keuskupan yang telah memberi dukungan dan mengutus peserta. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang dinilai telah bekerja luar biasa dalam menyiapkan dan melayani seluruh rangkaian kegiatan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Gubernur NTT, Bupati Sikka, Forkopimda Kabupaten Sikka, serta seluruh umat yang dengan antusias menerima, mendampingi, dan melayani para peserta selama kegiatan berlangsung.
Usai sambutan, Mgr. Max secara resmi menutup NYD III dengan menabuh gong. Penabuhan gong itu dilakukan bersama para uskup, Gubernur NTT, Bupati Sikka, panitia, dan jajaran Forkopimda.
Pada kesempatan yang sama, Mgr. Max juga menegaskan kesiapan Keuskupan Labuan Bajo sebagai tuan rumah Nusra Youth Day IV tahun 2030. Keputusan itu sebelumnya telah direkomendasikan oleh para Ketua Komisi Kepemudaan se-Regio Nusra-Bali dalam rapat regio yang berlangsung di Ritapiret, Sabtu, 4 Juli 2026, dan telah disepakati oleh para uskup se-Regio Nusra-Bali.

Sebelumnya, Koordinator Komisi Kepemudaan Regio Nusra-Bali, Rm. Dus Bone, juga telah mengumumkan bahwa tuan rumah NYD IV tahun 2030 adalah Keuskupan Labuan Bajo.

Usai pengumuman Tuan Rumah NYD IV, langsung diikuti dengan penyerahan Salib NYD dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Maumere ke Keuskupan Labuan Bajo. Diserahkan oleh Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Maumere – Rm. Lexi dan diterima oleh perwakilan OMK dari Keuskupan Labuan Bajo.
Dengan penutupan itu, NYD III Maumere tidak hanya menjadi akhir dari sebuah perjumpaan orang muda, tetapi juga menjadi awal perutusan baru. Para peserta diajak kembali ke keuskupan masing-masing sebagai orang muda yang tidak kehilangan arah, berani mewartakan kebaikan, dan membawa kelembutan Kristus di tengah dunia yang kerap keras.
oleh Yudel Neno
